Tengkorak manusia kerdil di Flores, Indonesia. (Foto: Wikipedia)

Oleh: Zhou Zheng – Dhyana Pramana

Dalam film The Lord of The Rings yang terinspirasi oleh novel karya J.R.R. Tolkien, Bumi tidak hanya dihuni oleh ras manusia seperti yang kita lihat pada jaman sekarang. Pada karya penulis Inggris ini, ada beberapa bangsa yang menghuni Daratan Tengah (Middle Earth), salah satunya adalah hobbit yakni manusia dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran manusia yag kita kenal saat ini.

Dalam novel Tolkien, Hobbit memiliki tubuh fisik layaknya manusia normal. Kecerdasan dan kebudayaannya juga tidak jauh berbeda. Hanya saja, peralatan, rumah dan segala benda yang mereka pergunakan berukuran lebih kecil, bersesuaian dengan ukuran tubuh mereka yang relatif kecil. Dengan penemuan fosil manusia kecil di Flores, Indonesia, seperti dilaporkan Nature Magazine pada tanggal 27 Oktober 2004 lalu, mungkinkah cerita hobbit ini bukan hanya cerita fiksi belaka?

Negara kita, Indonesia, tempat di mana fosil ini ditemukan, terdiri dari ribuan pulau berukuran besar dan kecil. Wilayahnya membentang di Khatulistiwa dan merupakan negara terbesar keempat di Asia. Arkeolog Bert Roberts dari Universitas Wollongong Australia pernah berkomentar, “Mungkin pulau-pulau di Indonesia ini adalah tempat dalam cerita ‘bahtera Nabi Nuh’, setiap jenis hewan berukuran besar dan kecil dapat ditemukan di sini.”

Menurut laporan majalah Nature dan National Geographic pada bulan Oktober 2004, arkeolog menemukan sisa-sisa tengkorak dari manusia dewasa yang berukuran kecil. Volume otak manusia ini hanya 1/3 ukuran otak manusia biasa. Dari bukti-bukti yang ditemukan, diperkirakan tinggi manusia ini adalah sekitar satu meter. Para ilmuwan percaya bahwa mereka masih aktif di daerah ini setidaknya 18,000 tahun yang lalu.

Peter Brown, arkeolog dari University of New England, Australia yang memimpin penelitian ini, melakukan kompilasi temuan. Dari analisis ilmiah, manusia kecil ini memiliki sejarah setidaknya 7,000-8,000 tahun. Para ilmuwan berpikir tentang bagaimana hubungan antara spesies ini dengan manusia kita yang sekarang.

Yang lebih menakjubkan lagi dari temuan ini adalah bahwa manusia kecil ini juga memiliki alat berukuran kecil. Analisis lain yang dipublikasikan dalam edisi yang sama dari majalah Nature melaporkan bahwa alat-alat kecil itu begitu halus, seperti halnya alat yang digunakan oleh orang-orang jaman sekarang. Selain itu, alat-alat kecil juga ditemukan di tulang gajah kecil. Ini seperti mengindikasikan bahwa manusia kecil menggunakan alat berukuran kecil untuk berburu gajah kecil.

Menurut majalah Scientific American, temuan ini merupakan “Penemuan paleo-antropologi paling spektakuler di abad ini”. Di situs Web mereka, baik majalah Nature dan Scientific American memberikan pengantar rinci akan temuan ini yang mengklaim bahwa tidak hanya manusia memiliki spesies berukuran kecil dan raksasa, tetapi arkeolog juga menemukan tulang gajah kecil, sapi raksasa, dan lainnya.

Bila kita lihat sumber lain, ada beberapa cerita bangsa Melayu yang bercerita tentang manusia kecil. Namun, para ilmuwan tidak pernah menganggap cerita ini serius. Namun demikian, di situs BBC, pada tanggal 8 September 2004, melaporkan bahwa beberapa rambut dan jejak kaki yang ditemukan di Indonesia tidak bisa digolongkan milik makhluk hidup manapun. Mereka mungkin saja sisa-sisa manusia kecil ini. Pada tahun 1292, Marco Polo juga pernah menulis tentang keberadaan makhluk hidup yang seperti manusia kecil.

Ada banyak catatan baik di Tiongkok dan negara-negara lain tentang spesies manusia kecil dan raksasa. Di Tiongkok, Shanhai Sutra, Jing Hua Yuan dan buku-buku dari negara-negara lain, seperti Perjalanan Gulliver, semua berbicara tentang negeri dengan penghuni manusia kerdil l dan manusia raksasa. Semua kisah dari berbagai belahan dunia ini memiliki tema yang sama. Namun, banyak orang yang sering mengabaikannya.

Bahkan, dalam catatan sejarah manusia, ada juga banyak catatan yang berbicara tentang manusia kerdil dan raksasa. Misalnya, Sejarah Han, Rekaman Sejarah Dinasti Han Timur, Rekaman Sejarah Dinasti Song, Catatan Sejarawan, Liezi dan Catatan Taipingguang, Buku Dinasti Qing dan Catatan Tangan dari Gubuk Yuewei, memiliki kisah tentang manusia jenis ini.

Penemuan arkeologi modern juga menemukan banyak bukti yang serupa. Misalnya, jika Anda melihat ukiran batu ICA di Amerika Selatan, Anda akan melihat bahwa dinosaurus dan manusia digambarkan bersama-sama. Selain itu, ketinggian manusia dan dinosaurus dan proporsi mereka hampir sama pada penggambaran itu. Di lembah-lembah Turki, banyak fosil tulang raksasa telah ditemukan.

Seiring dengan penemuan-penemuan baru, seringkali pemahaman sejarah manusia juga turut melangkah ke arah yang baru. Penemuan arkeologi bisa mengungkap misteri dari cerita, mitos dan legenda. Bisa jadi hal-hal yang sekarang dianggap legenda akan menjadi catatan sejarah yang dapat dibuktikan melalui perkembangan teknologi dan pemahaman yang baru, seperti halnya bukti yang mengarah pada gagasan bahwa Kota Troy dari mitos Yunani kuno dan Bahtera Nuh mungkin saja benar-benar ada pada satu masa sejarah tertentu.

Penemuan fosil manusia kerdil di Flores bisa mengubah literatur pelajaran yang kita pakai selama ini. Ia bahkan akan menyentuh Teori Evolusi Darwin serta membawa perubahan pada sejarah peradaban manusia. Dengan luas wilayah dan kekayaan arkeologi yang belum tergali, Indonesia berpotensi memberi sumbangan bagi perkembangan sejarah dunia.( Epochtimes)

Share

Video Popular