Keterangan foto: Pemilik Grup Dalian Shide, Xu Ming tiba-tiba meninggal dunia dalam tahanan pada 4 Desember 2015. Banyak pihak mencurigai sebagai kasus pembunuhan. (foto AFP)

Oleh Zhang Dun

Pemilik Grup Dalian Shide, Xu Ming yang akan memperoleh kebebasan tahun depan tiba-tiba meninggal dalam tahanan pada 4 Desember. Menurut orang dalam bahwa 2 jam sebelum dilaporkan meninggal, Xu Ming masih terlihat sedang melakukan jogging, dan beberapa jam setelah kematiannya jenasahnya langsung dikremasi, dugaan bahwa Xu Ming dibunuh makin kuat. Seperti yang diberitakan, Xu Ming memiliki hubungan dekat dengan keluarga dari Zhou Yongkang, Bo Xilai, Zeng Qinghong yang merupakan orang-orang kelompok Jiang Zemin.

Xu Ming masih berjongging sebelum kematiannya

Media Bowenpress pada Rabu (9/12/2015) melaporkan bahwa berita tentang kematian Chairman Grup Dalian Shide, Xu Ming pada 4 Desember 2015 itu baru terungkap pada Minggu (6/12/2015) setelah dipublikasikan oleh media di Hongkong dan Taiwan yang menyebutkan bahwa jenasah Xu Ming langsung dikremasi setelah 5 jam kematiannya.

Media corong Partai Komunis Tiongkok/ PKT pada hari itu hanya mengeluarkan sebuah berita singkat tentang kematian Xu Ming, namun pada keesokan harinya, menyampaikan sebuah ‘aturan main’ bagi pemberitaan media di seluruh Tiongkok yang berbunyi, “Bagi seluruh media cetak maupun online yang memuat berita tentang kematian Xu Ming akibat menderita sakit dalam tahanan, harap memperhatikan hal berikut. Isi berita harus seirama dengan pemberitaan pemerintah Pusat. Dilarang melaporkan berita yang bersifat spekulasi. Dan terhadap komentar-komentar online yang menyerang pimpinan Pusat melalui mikroblog agar segera dibersihkan.”

Menurut ‘orang dalam’, 2 jam sebelum kematiannya, Xu Ming masih terlihat berlari jogging, dan beberapa jam setelah ia meninggal, jenasahnya langsung dikremasi, sehingga dugaan ia dibunuh semakin kuat.

Sebelumnya, media Tiongkok memberitakan bahwa Xu Ming meninggal karena serangan jantung atau infark miokard. Tetapi dibantah oleh beberapa eksekutif Dalian Shide yang mengatakan Xu Ming tidak memiliki rekor penyakit infark miokard sebelumnya. Kerabat maupun keluarganya pun terkejut mendengar berita kematian yang tak terduga-duga itu.

Xu Ming ditahan oleh pihak berwenang setelah peristiwa Chongqing pada Februari 2012, ia ditangkap karena diduga memberikan dana untuk Bo Xilai dan Zhou Yongkang melakukan kudeta.

Kabarnya, Xu Ming dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun yang sudah akan berakhir pada bulan September 2016. Ia rencana akan dibebaskan lebih awal karena bersikap baik selama dalam tahanan.

Xu Ming mengetahui rahasia keluarga Zeng Qinghong

Sebagaimana yang dilaporkan oleh beberapa media Tiongkok sebelumnya bahwa Dai Yongge menjadi orang yang paling dipercaya dan diandalkan oleh Xu Ming setelah Grup Dalian Shide itu melakukan reorganisasi.

Media asing berbahasa Mandarin mengungkapkan, Dai Yongge bermitra dengan Jiang Mei (istri Zeng Wei, menantu Zeng Qinghong) untuk melakukan pencucian uang bagi para pejabat PKT. Xu Ming diduga mengetahui dari mulut Dai Yongge banyak kasus korupsi yang dilakukan oleh keluarga Zeng Qinghong.

Juga diberitakan bahwa Dai Yongge, bos Harbin, Renhe Real Estate sejak awal tahun 1990-an telah mengolah bisnis perjudian, pornografi dan obat-obatan terlarang bersama putra gubernur Harbin (Shao Bing) saat itu. Ia juga terlibat beberapa kasus pembunuhan, tetapi tetap bebas dari tuntutan hukum karena mendapat perlindungan dari putra gubernur dan para pejabat yang berkuasa. Setelah memiliki modal, Dai kemudian mengembangkan usaha di beberapa kota besar dan propinsi seperti Beijing, Guangdong, Hunan, Guizhou, Shanghai, termasuk negara Australia dan Inggris. Di masa itu, Dai Yongge mulai berkenalan dan bekerjasama dengan Zeng Wei putra Zeng Qinghong.

Awalnya, Dai membeli sebuah rumah mewah yang memiliki pemandangan paling indah dan paling mahal di Australia. Kemudian direnovasi menjadi villa yang paling megah di Australia. Dai Yongge juga merelakan 40 % dari sahamnya di Grup Renhe diberikan secara gratis kepada Jiang Mei istri, Zeng Wei sebagai dukungan agar proyek-proyek perkereta-apian di seluruh Tiongkok bisa jatuh ke tangan perusahaannya.

Karena ada Wang Xiaoling (keponakan istri Zeng Qinghong) di Guangzhou yang membantu, Dai memenangkan tender pembangunan kereta api bawah tanah di kota itu. Juga melalui bantuan Zeng Wei, Dai baru berhasil merebut hak pembangunan kereta api di kota Changsha walau harus berbaku tembak terlebih dulu dengan lawan tender. Kabarnya, Dai mengantungi potongan harga sekitar 1 miliar Renminbi dari Dinas Perkeretaapian Tiongkok untuk seluruh proyek yang melalui tangannya untuk dialihkan ke pihak lain.

Laporan juga menyebutkan bahwa pada tahun 2010, Dai membuka usaha perjudian di Makao demi pencucian uang. Ia lalu bersama Jiang Mei mendirikan Bank gelap di Tiongkok yang khusus melayanani para pejabat PKT, para pemilik uang (tidak halal) yang ingin mengalihkan kekayaan mereka ke luar negeri. Kabarnya, mereka memungut 1 % dari jumlah yang ditransfer ke luar sebagai keuntungan Bank di mana 40 persennya akan masuk ke pundi milik Jiang Mei. Karena ‘klien’ mereka meliputi pejabat-pejabat tinggi dari kota Shenzhen, Zhuhai, Dalian, Beijing, Shanghai, Changsha dan lainnya, dana tidak halal yang ditransfer ke luar mencapai jumlah sampai triliunan Renminbi.

Keterlibatan Xu Ming dalam kasus kudeta Bo dan Zhou

Sebagaimana yang dilaporkan media resmi Tiongkok bahwa putusan pengadilan kasus Bo Xilai, Xu Ming dituduh menyuap keluarga Bo Xilai lebih dari 20 juta Renminbi. Ia juga dicurigai terlibat membantu Bo Xilai dan Zhou Yongkang dalam usaha mengambil alih kekuasaan pemerintah. Ia terlibat membiayai media asing agar mereka bersedia memojokkan lawan politik dari kelompok Jiang Zemin.

Setelah insiden Chongqing pada bulan Pebruari 2012, Bo Xilai dipecat dari jabatan dan ditangkap pada 15 Maret tahun itu juga.

Konflik antara Perdana Menteri Tiongkok saat itu Wen Jiabao dengan Zhou Yongkang terjadi pada 19 Maret malam karena Wen menghendaki Xu Ming dapat dikuasai oleh pihaknya demi kepentingan pengusutan, namun Xu Ming sudah terlebih dahulu disembunyikan oleh para kaki tangan Zhou.

Setelah pemecatan Bo Xilai, Wen Jiabao menginstruksikan pihak berwenang agar segera menangkap Xu Ming dan menyerahkan kepada Komisi Pengawas Kedisiplinan PKT. Pada 19 Maret malam itu, demi memindahkan Xu Ming ke tempat yang lebih aman, Zhou sampai memobilisasi pasukan anti huru hara untuk melaksanakan tugas tersebut selain mengerahkan sejumlah petugas keamanan untuk berjaga-jaga di sejumlah lokasi. Beruntung, senjata mereka berhasil dilucuti oleh militer yang kerahkan oleh Hu Jintao. Tetapi, peristiwa yang terjadi pada malam hari itu memang dilukiskan dalam beberapa versi. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular