Luhut Binsar Pandjaitan saat menggelar konfrensi pers, Jumat (11/12/2015).

JAKARTA – Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan kini menjadi murka setelah sebelumnya merasa tak tercemar saat namanya disebut dalam rekaman minta saham pembicaraan Ketua DPR RI Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Kemurkaan Luhut tak lama setelah beberapa waktu sebelumnya Presiden Jokowi geram atas pencatutan melibatkan namanya selaku Kepala Negara RI.

Hal demikian disampaikan Luhut dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (11/12/2015). Turut hadir pada pertemuan itu pejabat Kemenko Polhukam dan anggota Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI dari Fraksi Golkar Kahar Muzakir, Adies Kadir dan Ridwan Bae.

Apa dasar kemurkaan Luhut? dia merasa sudah terganggu aktivitas keluarga dan anaknya walaupun sebelumnya dia merasa tak perlu karena meyakini sebagai dinamika dari kehidupan. Namun ketika persoalan ‘papi minta saham’ merasuk pada keluarganya, akhirnya dia mengubah pikirannya dan menilai perlu menjelaskan secara kongkrit kepada rakyat Indonesia serta orang-orang yang menghujat dirinya.

Luhut pada kesempatan itu berbicara banyak mengenai polemik PT Freeport pada saat posisinya menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Dalam lembaran tertulisnya, Luhut memberikan judul pernyataan persnya dengan judul ‘Polemik Freeport : Luhut B.Pandjaitan Tegas Berpegang Teguh pada Peraturan Perundang-undangan.

Dia menuturkan posisi dirinya sudah jelas dalam perizinan PT Freeport Indonesia. Jenderal bintang tiga itu membantah pernah berbicara dengan Setya Novanto atau M.Riza Chalid untuk mempengaruhi Presiden Jokowi agar memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia. Luhut menuturkan dirinya pada 15 Mei 2015 saat menjabat KSP menyampaikan memo kepada Presiden bahwa proses perpanjangan kontrak hanya bisa dilakukan 2 tahun sebelum kontrak berakhir.

Selanjutnya, lanjut Luhut, pada 17 Juni 2015 dirinya sudah membuat memo kepada Presiden yang berisi bahwa permohonan perpanjangan kontrak Freeport hanya dapat diajukan pada 2019 sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Di mana saya terlibat, ini membuat saya kenapa tidak adil pemberitaan. Saya ingin orang yang berbicara mengenai ini datang kepada saya, tunjukkan salah saya di mana, kita selesaikan secara baik, saya terganggu,” ujarnya dengan nada tinggi.

Dia berharap Indonesia tidak dirusak dengan berita-berita yang tidak benar dan rumor tak bertanggungjawab. Dia menilai rumor yang beredar sudah menggangu keluarganya dan dianggap sudah keterlaluan. Dia mengaku dirinya hanya ingin mengabdi kepada Republik Indonesia serta loyal kepada pimpinannya yakni Presiden Joko Widodo.

Luhut pada kesempatan itu menilai permintaan minta saham merupakan hal yang tak rasional. Dia menegaskan dirinya tak pernah sama sekali untuk meminta saham. Apalagi tidak ada hal logis untuk memberikan saham kepada orang lain sebesar 20 persen dari saham Freeport. Jika dijumlahkan porsentase demikian bernilai USD 1,6 miliar. Bahkan menurut Luhut, puncak keputusan diambil oleh perusahaan induk di Amerika Serikat. Oleh karena itu, merupakan suatu hal yang aneh atas permintaan bagi-bagi saham.

Lalu apa yang membuat Luhut geram atas tudingan-tudingan yang diarahkan kepada dirinya? Luhut secara lugas menuturkan, “Yang menuduh saya berkonspirasi bersama mereka.” Dia tak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud “mereka” apakah Setya Novanto bersama M.Riza Chalid. Saat ditanya lebih lanjut kebenaran atau salah tuduhan dimaksud, Luhut menegaskan sikap sudah tegas saat dia membuat memo sebelumnya untuk tak membicarakan kontrak 2 tahun sebelum kontrak berakhir.

Sementara anggota MKD dari Fraksi Golkar, Ridwan Bae mengatakan kehadiran mereka pada jumpa pers itu untuk memenuhi undangan Menkopolhukam. Dia menuturkan hadir untuk mengetahui lebih lanjut kejadian menurut sudut pandang Luhut Panjaitan atas kasus Setya Novanto.

Nama Luhut Binsar Pandjaitan turut disebut-sebut sebanyak 66 kali rekaman dugaan kasus ‘papi minta saham’ dalam pembicaraan Ketua DPR RI Setya Novanto, M.Riza Chalid dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Dalam kasus ini Setya Novanto sudah memberikan keterangan sebagai terlapor di MKD. Pada Senin (14/12/2015) Luhut akan memberikan keterangannya dalam sidang MKD terkait kasus yang menjerat Novanto. (asr)

Share

Video Popular