Keterangan foto: Ilustrasi

Oleh Dong Xiaoran

Hasil investigasi terhadap pesawat penumpang Malaysia Airlines MH370 yang dilakukan oleh DST Group (Defense Science and Technology) Australia sudah resmi diumumkan, menegaskan bahwa pesawat penumpang itu mengalami kecelakaan penerbangan karena terputusnya aliran listrik dalam pesawat sehingga menyebabkan gangguan teknis yang serius. Laporan membenarkan dugaan para ahli sebelumnya yang mengatakan bahwa pesawat itu sempat ‘terbang ala zombie’ sebelum jatuh. Selain itu, hasil investigasi juga menyingkirkan pendapat yang menyebut bahwa unsur kesalahan manusia sebagai faktor kecelakaan.

Media Australia pada 9 Desember 2015 memberitakan, DST Group dalam laporannya itu memberikan 4 penafsiran tentang kemungkinan aliran listrik tiba-tiba terputus atau gangguan teknis yang timbul karena campur tangan manusia.

1. Awak pesawak yang menggerakkan tombol dari dalam kokpit.

2. Terputusnya listrik secara tiba-tiba memicu pembangkit darurat bekerja untuk memasok listrik.

3. Ada orang yang (mungkin salah) mematikan kemudian mengaktifkan kembali sirkuit listrik dalam kabin peralatan.

4. Gangguan teknis yang terjadi dalam waktu berselang. Namun, semua kemungkinan itu tidak dapat dibuktikan sebelum bangkai pesawat ditemukan.

Laporan ini telah memperkuat keyakinan tentang lokasi jatuhnya pesawat MH370 dan memperbesar probabilitas untuk menemukan bangkai pesawat.

Pesawat penumpang milik perusahaan Malaysia Airlines MH370 dengan 239 orang penumpang dan awak sedang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014 dini hari. 153 orang di antara penumpang itu adalah warga negara Tiongkok. 37 menit setelah tinggal landas, pilot masih sempat menyampaikan salam kepada petugas di menara, namun 2 menit kemudian, pesawat itu hilang dari pemantauan radar. Hampir pada waktu bersamaan, radar militer Malaysia menangkap sinyal yang menunjukkan pesawat MH370 itu terbang berputar haluan menuju ke Selat Malaka.

Menurut laporan itu, pesawat diketahui telah terbang selama 7 jam dan 38 menit sebelum kehabisan bahan bakar. Mesin sebelah kanan yang terlebih dahulu mati, 15 menit kemudian mesin yang sebelah kiri. Setelah kedua mesinnya mati pesawat sudah tak terkendali dan jatuh ke Lautan Hindia dengan posisi horizontal setelah berputar melingkar beberapa saat di udara. (Soundofhope/sinatra/rmat)

Share

Video Popular