Keterangan gambar: Badan Intelijen AS menemukan paspor palsu yang digunakan anggota IS untuk menyelinap ke AS, (Joseph Eid/AFP/Getty Images)

Lembaga penegak hukum Amerika memperingatkan bahwa anggota oraganisasi teroris Islamic State/ IS menggunakan aset yang disita dari pemerintah Suriah, berhasil membuat dan menerbitkan paspor palsu guna masuk ke negara lain demi kepentingan kegiatan mereka.

CNN melaporkan, Departemen Imigrasi dan Bea Cukai AS memperoleh berita rahasia bahwa IS sudah memiliki mesin untuk membuat paspor dan menguasai sejumlah buku paspor yang halamannya masih kosong, sehingga memungkinkan mereka untuk menyebarkan paspor palsu. Perlu diwaspadai.

Anggota IS bisa secara bebas keluar masuk ke gedung pemerintah Suriah yang terletak di daerah yang diduduki. Karena beberapa gedung itu masih menyimpan sejumlah data biologis dan sidik jari warganya, ditambah dengan memiliki mesin pencetak buku paspor, maka mudah bagi IS untuk menerbitkan buku paspor dengan memalsukan data orang lain.

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby mengatakan bahwa pejabat pemerintah telah mewaspadai adanya paspor palsu yang mungkin diedarkan oleh organnisasi teroris itu.

“Jelas, ini adalah masalah serius yang perlu kita perhatikan dan untuk itu kewaspadaan kita perlu ditingkatkan”.

Dari dokumen Departemen Imigrasi dan Bea Cukai AS diketahui bahwa AS mungkin sudah kemasukan beberapa individu pemegang paspor aspal yang masuk ke AS sebagai turis.

Direktur FBI James Comey saat dengar pendapat dengan anggota parlemen pada 9 Desember, juga mengungkapkan kecemasan tentang masalah tersebut. Comey mengatakan,  “Kalangan intelijen jadi prihatin karena IS mampu memproduksi dan menggunakan paspor palsu demi kegiatan mereka”. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular