Keterangan foto: Ko Yong-suk, adik perempuan dari ibunya Kim Jong-un, (foto internat)

Oleh Ma Li

Baru-baru ini, paman dari diktator Korea Utara Kim Jong-un yang berada di Amerika membeberkan kepada wartawan yang mewawancarainya soal mengapa ia bersama istri rela menanggalkan status sebagai famili kerajaan dan memilih membuka toko laundry hidup sederhana di Amerika.

Huffington Post pada 10 Desember 2015 memberitakan, saat menerima wawancara dengan jurnalis Yonhap, paman Kim Jong-un yang bernama Ri Kang menjelaskan bahwa ia bersama istrinya Ko Yong-suk (adik perempuan dari ibunya Kim Jong-un) beberapa tahun lalu sudah melarikan diri ke Amerika dan meminta suaka karena takut menjadi korban perebutan kekuasaan di tingkat tinggi.

Ri Kang melukiskan bahwa hidup di samping diktator tidak kalah bergidik daripada hidup di samping harimau.

“Selama 20 tahun hidup di samping almarhum Kim Jong-il, kami hidup dalam atmosfir ketakutan akibat permaianan kekuasaan dan politik yang kotor. Istri saya juga sepakat untuk tidak berhubungan terlalu dekat dengan kakaknya Ko Yong-hee (ibunya Kim Jong-un),” kata Ri Kang.

Sejak keponakannya itu naik tahta pada 2011, tidak kurang dari 70 orang pembesar negara yang ia eksekusi mati, di antaranya terdapat pamannya Jang Song-taek yang dibunuh pada Desember 2013.

Bibi dan paman Kim Jong-un kini hidup lebih tenang di Amerika dengan membuka sebuah toko laundry. Meskipun mereka tidak bersedia mengungkap keberadaannya.

Ketika Kim Jong-un masih studi di Swiss pada 1996, Ko Yong-suk dikirim juga ke sana dalam kapasitasnya sebagai wali keluarga, saat itu ia masih berstatus diplomat bawahan dari Perwakilan Korea Utara di Jenewa. Kemudian, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri ke Amerika setelah meninggalkan sepucuk surat perpisahan kepada Kim Jong-un.

Ko Yong-suk berharap bisa menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit kanker payudara kakaknya, ibu dari Kim Jong-un. Sejak dirinya divonis menderita kanker payudara pada 1998, Ko Yong-hee sempat pergi ke Swiss dan Prancis untuk berobat, namun akhirnya meninggal di Paris pada 2004.

Pekan lalu, Ko Yong-suk mengajukan tuntutan hukum terhadap 3 orang Korea Selatan yang mengaku sebagai ‘pembelot Korea Utara’. Mereka dituduh telah merusak reputasinya dengan menyebarkan informasi tidak benar berupa, Ko Yong-suk menggelapkan uang rahasia milik Kim Jong-un untuk bermain judi, melakukan operasi plastik untuk mengubah wajah. Ko Yong-suk menuntut ganti rugi kepada mereka sebesar 60 juta Won Korea atau 50 ribu dollar Amerika. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular