Erabaru.net. Stres orang zaman sekarang sangat besar, stres kerja, stres keluarga dan lain-lain, tekanan¬nya serasa sampai tidak bisa bernapas dan membuat galau berat.

Stres psikologis jangka panjang, pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Banyak penelitian menunjuk¬kan bahwa stres cenderung menyebabkan tinnitus (telinga berdengung), sindrom usus kering, serta banyak komplikasi lainnya.

Jika dalam kehidupan sering bertengkar, lekas marah, emosional dan suasana hati yang buruk lainnya, sangat me¬mungkinkan memperpendek umur Anda.

Mental tidak sehat tidak hanya memengaruhi suasana hati seseorang, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit fisik.

Ketika tubuh terasa demam, Anda akan mengunjungi dokter, tetapi jika penyakit mental yang mengganggu, apakah perlu juga mengunjungi dokter?

Merasa gagal, frustasi atau kesepian.. hal-hal seperti itu mungkin sering muncul dalam hidup kita, tetapi orang selalu memilih untuk membiarkan waktu jualah yang mencairkan situasi ini, tapi begitu kita menutup mata terhadap trauma di hati, maka cedera itu bisa saja lebih memburuk, dampaknya dapat bertahan hingga 10 atau bahkan 20 tahun.

Penelitian dari Universitas Oxford, Inggris menemukan bahwa orang dengan masalah kesehatan mental yang serius akan mengurangi hidup rata-rata 7-24 tahun. Reuters sebelumnya melaporkan , di Denmark sejak tahun 2000, sebuah penelitian baru yang berlangsung 11 tahun, yang melibatkan 9.870 orang dewasa juga menemukan bahwa sering dikarenakan munculnya tekanan emosional di dalam hubungan perkawinan maka angka kematian akan meningkat sebesar 1 kali lipat; orang yang sering mencemaskan hubungan dengan anak maka tingkat kematiannya meningkat hingga 50%; orang yang sering bertengkar dengan anggota keluarganya angka kematian meningkat 1 kali lipat; bagi yang sering bertengkar dengan tetangga tingkat kematiannya bisa meningkat 2 kali lipat.

Majalah Huffington Post, Amerika Serikat pada tanggal 20 Mei tahun ini, pernah memuat artikel yang menganalisis, dampak negatif kecemasan dan emosi negatif lainnya pada tubuh bersifat komprehensif.

Perwujudan awalnya mungkin berupa tenggorokan serak dan terasa kering, otot menjadi tegang, dan menyebabkan nyeri pada leher dan bahu, sakit kepala migraine serta gula darah pun akan mendadak meningkat.

Jika kecemasan bersifat kronis (dalam jangka waktu lama), akan meningkatkan risiko terkena asma, penyakit jantung, stroke, gangguan pencernaan, memori akan menurun secara signifikan, juga dapat menyebabkan mudah lelah, insomnia dan masalah kesehatan lainnya.

Ketika Anda mengalami gangguan mood, sebaiknya jangan menghindar, cobalah dengan dua metode ini, mungkin secara segera dapat menyebabkan emosi Anda menurun.

1. Metode tidur

Direktur Layanan dan Pusat Penelitian Medical Center Sleep Disorders Chicago Rush University, Rosalyn Cartwright mengatakan, jika yang Anda temukan bukan masalah emosional yang sangat serius, maka tidurlah sejenak, setelah bangun maka semuanya akan beres.

Memang benar, ketika hati Anda merasa pedih, susah, marah, tidurlah sebentar, setelah bangun emosi negatif itu telah menghilang setengah.

Tidur dapat meredakan kelelahan, mengurangi efek suasana hati yang buruk pada tubuh manusia.

2. Metode olahraga

Olahraga dapat membantu tubuh untuk mengeluarkan zat dopamin kegembiraan, itu merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk meredakan bad mood.

Berlari, bersepeda, berenang, bermain bola, bermeditasi dan jenis olahraga aerobik lainnya, dapat meningkatkan sirkulasi darah, memberikan pasokan oksigen bagi organ-organ dalam dan membuat orang menjadi energik.

Juga dapat mengurangi ketegangan, kegelisahan, depresi dan gejala lain yang disebabkan disfungsi saraf vegetatif. Paling baik jika Anda dapat secara kontinu berolahraga 5 hari dalam satu minggu, setidaknya selama 20 menit setiap kalinya. (Hui)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular