Handoko Wibowo (WordPress)

JAKARTA – Penghargaan Yap Thiam Hien Award 2015 dinobatkan kepada Handoko Wibowo yang dikenal sebagai pejuang petani dari Batang, Jawa Tengah. Pria yang gigih mendampingi petani di Batang sejak 1998 silam diakui sebagai sosok anti kekerasan dan menegakkan keadilan untuk semua golongan.

“Sosok kedepankan jalur dialog, anti-kekerasan, dan keadilan untuk semua. Handoko melakukan pendampingan hukum sebagai solusi konflik pertanahan,” kata Ketua Yayasan Yap Thiam Hien Award, Todung Mulya Lubis di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (14/12/2015).

Menurut Todung langkah-langkah yang dilakukan oleh Handoko sebagai wujud pendampingan hukum atas konflik tanah Perhutani sejak 1965. Hingga akhirnya sengketa tersebut diakhiri dengan kesepakatan pada 2007. Kegigihan Handoko, lanjut Todung, tercerminkan dari sikapnya hingga secara sukarela meninggalkan kehidupan nyamannya.

Walaupun handoko sendiri berangkat dari keluarga berkecukupan tentang ekonomi tak meninggalkan langkahnya untuk bergerak bersama petani. Kantor pengacaranya pun di tinggalkan untuk konsisten membantu ribuan petani di Batang dengan wadah Omah Tani.  Omah Tani, ujar Todung, sebagai aktivitas sekolah untuk segala kalangan dilakukan yang melahirkan alumni dari berbagai golongan hingga mereka terjun ke berbagai partai politik dan menjadi anggota DPRD.

Dewan Juri, Yoseph Andi Prasetyo, sosok Handoko yang aktif sejak 1990 silam memberikan dampak yang luas dalam kerjanya terhadap masyarakat. Hal demikian diketahui pengaruhnya yang cukup besar untuk membangun kekuatan masyarakat sipil, terutama di lingkungan petani dan buruh. Bahkan Handoko mendorong lahirnya tokoh politik lokal menggunakan pendekatan HAM dan Demokrasi.

Penghargaan Yap Thiam 2015 dengan sejumlah Dewan juri yakni Dr. Todung Mulya Lubis (Ketua Yayasan Yap Thiam Hien), Dr. Makarim Wibisono (mantan dubes/wakil tetap RI di Jenewa), Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, MA, APU (dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Clara Joewono (pendiri CSIS), dan Yosep Adi Prasetyo (dewan pers).

Penghargaan Yap Thiam Hien Award 2014 diberikan kepada Anis Hidayah yang dikenal mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan nasib buruh migran Indonesia. Pejuang buruh migran tersebut menjabat sebagai Direktur Eksekutif Migrant Care sejak Mei 2004.

Yap Thiam Hien Award merupakan penghargaan yang dinobatkan kepada pegiat HAM pada setiap tahunnya. Penghargaan ini dinisbatkan kepada pejuang HAM dan pengacara kondang pada zamannya, Yap Thiam Hien keturunan Tionghoa yang dikenal tak sejalan dengan ideologi komunis.

Yap Thiam sebagaimana dikutip dari buku biografi 8 tokoh Tionghoa berjudul ‘Tokoh Tionghoa dan Identitas Indonesia’ terbitan Komunitas Bambu tahun 2010 menyatakan dirinya bukan saja membela pendakwa, tetapi terutama kebenaran dan keadilan. Dia menyatakan bukan sosok peduli terhadap kekuasaan, yang bermakna bilamana kekuasaan merajalela hampir tanpa batas, pada galibnya kepastian hukum akan lenyap dan rasa ketakutan mulai tertanam. Menurut Yap Thiam, pada puncaknya nanti, perasaan perlahan-lahan berubah menjadi kebencian kepada penguasa. Kepercayaan dan harapan pada penguasa sebagai pengayom dan pelindung akan makin meluntur sedikit demi sedikit. (asr)

Share

Video Popular