Sembelit, BAB berdarah, merasa seperti ingin BAB lagi meski seusai BAB, bisa jadi ini adalah pertanda awal dari kanker usus. (Fotolia)

Sembelit, BAB berdarah, merasa seperti ingin BAB lagi meski seusai BAB, banyak yang mengira ini adalah wasir. Gejala awal kanker kolorektal (kanker usus besar) dan wasir itu sangat mirip, sehingga kerap dikira sebagai wasir, imbasnya pengobatan menjadi tertunda akibat salah tafsir itu.

Perlu diketahui, wasir dan kanker kolorektal itu adalah dua penyakit yang sepenuhnya berbeda. Wasir disebabkan oleh faktor fisik dari pleksus vaskular dan pembengkakan submukosa pada lubang anus yang mengandung pleksus vena, arteri kecil, dan jaringan areola yang melebar, sedangkan kanker kolorektal atau kanker usus besar itu karena mutasi sel kanker atau oleh perubahan dari polip (gumpalan kecil dari sel-sel yang terbentuk pada lapisan usus besar (kolon).

Cara membedakan wasir atau kanker kolorektal ?

Wasir adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus di mana bibir anus mengalami pembengkakan yang kadang disertai dengan pendarahan urat di sekitar anus. Faktor utamanya karena naiknya tekanan pada vena central dalam jangka waktu lama, sembelit, jongkok lama semasa kehamilan dan sebagainya yang dapat meningkatkan naiknya tekanan pada vena central, sehingga memicu timbulnya wasir.

Kanker kolorektal, dimana karena dekat dengan anus, gejala awalnya tinja yang disertai darah, keinginan untuk BAB lagi seusai BAB, kebiasaan buang air besar berubah, gejala lain. Gejalanya mirip dengan wasir. Namun, jika diamati secara cermat, masih bisa dibedakan perbedaannya. Tinja pada penderita kanker kolorektal akan bercampur dengan darah, menunjukkan warna merah gelap campur hitam dan campuran lendir. Sedangkan pendarahan pada wasir rarta-rata berwarna merah terang, darah menetes, darah tidak bercampur dengan tinja.

Kanker kolorektal berhubungan dengan pola makan/minum dan nutrisi

Timbulnya kanker kolorektal berhubungan dengan pola makan dan gizi. Karena itu harus lebih dulu memperbaiki pola makan dan gaya hidup individu, banyak makan buah-buahan dan sayuran, makanan tinggi serat, untuk meningkatkan volume tinja, mengencerkan zat penyebab kanker dan mengurangi waktu kotak karsinogen dengan mukosa usus, untuk mencapai efek perlindungan, sehingga dengan demikian baru bisa menjauhi kanker kolorektal.

Biasanya bagi mereka yang telah memasuki usia 50 tahun sebaiknya mulai menjalani Fecal occult blood test dan Digital rectal examination secara teratur, melakukan sigmoidoskopi fleksibel atau pemeriksaan barium enema setiap lima tahun, dan pemeriksaan kolonoskopi setiap sepuluh tahun. Bagi mereka yang berisiko tinggi (riwayat keluarga polip kolorektal dan tumor) sebaiknya sejak memasuki usia 140 tahun mulai menjalani pemeriksaan fecal occult blood test setiap enam bulan, dan melakukan pemeriksaan Kolonoskopi secara teratur. (Jhn/Yant)

Share

Video Popular