Keterangan gambar: Hujan meteor Geminid akan terlihat muncul dari rasi Gemini atau lebih tepatnya tak jauh dari bintang Castor atau alpha Gemini. Hujan meteor Geminids dan Quadrantid, serta Perseids dikenal sebagai 3 hujan meteor di belahan Bumi Utara, biasanya mengunjungi bumi setiap 4 – 17 Desember, dan diperkirakan 120 meteor akan melintas setiap jam dengan kecepatan 35 km/detik. (Twitter screenshot)

Oleh: Lin Shi Yuan

Malam ini kembali dapat kita nikmati puncak hujan meteor Geminid (Geminid meteor shower), diperkirakan sekitar 120 meteor akan melintas setiap jam di langit malam dengan kecepatan 35 km/detik. Pada 13 – 14 Desember pukul 10 malam waktu EST – Eastern Standard Time, merupakan waktu terbaik menyaksikan hujan meteor Geminid. Sementara itu, waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor Geminid di wilayah Tiongkok dan Taiwan adalah 15 Desember pukul 2 dini hari waktu setempat. Dan bagi masyarakat di Amerika Utara, yang melewatkan masa puncak perlintasan hujan meteor pada14 Desember 2015 malam kemarin, maka sudut pandang pada pemandangan malam ini juga cukup menakjubkan untuk menyaksikan hujan meteor Geminid.

Hujan meteor Geminid, salah satu dari “3 hujan meteor belahan bumi utara”, dikenal dari banyaknya jumlah hujan meteor yang terang dan kestabilan jumlah yang melintas. Selain itu, meteor Geminid sendiri masih tergolong meteor dengan kecepatan menengah pada kisaran 35 km / detik, sehingga akan mudah dikenali di bentangan langit malam. Menurut penuturan para ahli, sudut pandang mata manusia itu sangat luas, sehingga bisa menyaksikan hujan meteor dengan mata telanjang, karena itu, tidak perlu teleskop.

Melansir laman EarthSky.org, hujan meteor Geminid akan mencapai puncaknya pada 14 Desember siang waktu Amerika Utara, namun, malam pada 14 Desember juga merupakan waktu yang baik menikmati hujan meteor, lagipula akan tampak lebih jelas dalam menyaksikan hujan meteor di malam hari.

NASA juga mengatakan, bahwa ada dua waktu untuk menyaksikan hujan meteor, yakni pada malam sebelum puncak dan malam setelah puncaknya, yaitu,14 Desember malam waktu Amerika Utara, dan pada Selasa (15/12/2015), pukul dua dini hari juga dapat menyaksikan hujan meteor. NASA menyarankan sebaiknya pilih lokasi yang gelap dan menengadahkan kepalanya memandang langit malam.

Hujan Meteor Geminid sama seperti peristiwa hujan meteor lainnya, yakni memiliki titik radian. Dan tentu saja, titik radian hujan meteor Geminid adalah rasi bintang Gemini. Untuk wilayah Indonesia sendiri, rasi bintang Gemini akan muncul pukul 22:00 waktu setempat, saat itu rasi bintang ini ada di langit Timur Laut.

Hujan Meteor Geminid muncul dengan titik radian disekitar rasi Gemini. Hujan meteor Geminid, salah satu dari “3 hujan meteor belahan bumi utara”, biasanya mengunjungi bumi setiap 4 – 17 Desember, dan diperkirakan 120 meteor akan melintasi langit malam. Hujan meteor Geminid berasal dari sisa pecahan 3200 Phaethon yang diperkirakan merupakan sebuah asteroid yang sudah punah.

Keterangan gambar: Hujan meteor Geminid, salah satu dari “3 hujan meteor belahan bumi utara”, dikenal dari banyaknya jumlah hujan meteor yang terang dan kestabilan jumlah yang melintas. Selain itu, meteor Geminid sendiri masih tergolong meteor dengan kecepatan menengah pada kisaran 35 km / detik (MARCO BERTORELLO/AFP/Getty Images)

Anda tidak membutuhkan teleskop atau teropong untuk mengamati Hujan Meteor Geminid. Cukup pastikan langit cerah, lalu siapkan kursi santai dan amati langit dengan mata telanjang. Hujan Meteor Geminid muncul di segala penjuru langit, tidak di rasi bintang Gemini saja.

Setelah 17 Desember nanti akan sulit lagi untuk dapat menyaksikan Geminid. Namun, hujan meteor berikutnya akan segera tiba. Hujan meteor Ursids akan tiba semasa liburan Natal 2015. Diperkirakan ia (hujan meteor Ursids-red) akan muncul di Eropa pada 23 Desember tengah malam waktu setempat. Sementara di Taiwan diperkirakan muncul pada tanggal 23 Desember pukul 10:30 waktu setempat. Namun, tingkat kecerahan hujan meteor Ursids jauh lebih lemah, dan hanya sekitar 20 meteor yang akan melintas setiap jam di langit malam.
Apa yang dimaksud dengan hujan meteor

Hujan meteor adalah suatu fenomena astronomi yang terjadi ketika sejumlah meteor terlihat bersinar pada langit malam. Meteor ini terjadi karena adanya serpihan benda luar angkasa yang dinamakan meteoroid, yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.

Kebanyakan meteoroid jauh lebih kecil dari pasir, hampir semuanya hancur sebelum mencapai permukaan Bumi saat melintasi atmosfer, dan tidak akan menghantam permukaan Bumi. Serpihan yang mencapai permukaan Bumi itu disebut meteorit.

Hujan meteor ditemukan dan didokumentasikan pertama kali di Tiongkok, Semenjak pertama kali disaksikan dan direkam 2600 tahun lalu, hujan meteor Lyrid diketahui pernah berlangsung 100 meteor per jam. Dan ini merupakan catatan pertama di dunia dari Hujan Meteor Lyrid di Tiongkok, 22 Mei 687 SM. (joni/rmat)

Share

Video Popular