Autis adalah suatu kondisi mental yang ditandai oleh kesulitan dalam berkomunikasi, membentuk hubungan dengan orang lain menggunakan bahasa apa pun dan berkonsentrasi hanya pada satu hal tertentu. Orang dengan gangguan ini menunjukkan perilaku yang berulang.

Autis umumnya terjadi pada anak tanpa disadari sekitar umur 3 tahun. Tapi, tanda dari autis pada anak ini dapat diamati dan terlihat sejak anak berusia usia 6 bulan. Autis adalah gangguan mental yang kompleks, namun penyebab autis tidak diketahui. Menurut Penelitian ditemukan bahwa autis dapat terjadi karena faktor genetik, gangguan lingkungan yang kompleks dan kelainan pada struktur otak.

Berikut beberapa tanda dari autis pada anak:

Tidak menirukan ekspresi

Ketika seorang anak tidak meniru ekspresi, suara dan gerakan lain seperti tersenyum, tertawa dan gerakan tubuh lainnya, ini dapat dianggap sebagai tahap awal autis. Bayi biasanya tersenyum saat melihat seseorang tersenyum padanya.Tapi, bayi yang menderita autis mungkin tidak dapat merespon senyuman padanya.

Tidak menanggapi nama panggilannya

Anak yang menderita autis tidak menanggapi nama mereka, ketika dipanggil atau disebutkan namanya,meskipun memiliki pendengaran yang baik-baik. Hal ini terutama karena anak autis ini mengalami kesulitan dalam menaruh perhatian dan memahami bahasa yang disampaikan padanya.

Kurangnya kontak mata

Gejala umum dari anak-anak yang menderita autis adalah kurangnya kontak mata. Anak yang menderita autis ini merasa sulit untuk mempertahankan kontak mata dalam waktu yang lama dengan tatapan mata dari orang lain padanya, juga sulit untuk berkonsentrasi pada suatu objek dan berkomunikasi.

Gerakan tubuh yang tidak biasa

Gerakan tubuh yang tidak biasa adalah salah satu tanda-tanda peringatan utama dari autis. Anak-anak yang didiagnosis menderita autis mungkin akan sering mengalami lengan yang kaku, tangan atau kaki juga. Mereka juga dapat menampilkan gerakan tubuh yang tidak biasa seperti memutar tangan dan pergelangan tangan saat tidak diperlukan.

Keterlambatan perkembangan motorik

Autis memengaruhi perkembangan motorik serta pembelajaran keterampilan pada bayi dan balita. Ini dapat menurunkan perkembangannya untuk menangkap hal-hal di sekitar mereka. Orangtua dari anak-anak tersebut harus mempertimbangkan program pendidikan jasmani adaptif dalam kasus tersebut yang dapat meningkatkan kemampuan dan kebutuhan anaknya yang menderita autis.( Anai)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular