Keterangan gambar Ilustrasi : Objek besar di ujung tata surya, kemungkinan telah ditemukan planet ke-10?

Oleh: Huang Xiao-Yu

Selasa (8/12/2015) lalu, dua tim peneliti yang berbeda secara bersamaan memublikasikan makalah mereka. Makalah mengklaim, bahwa mereka menemukan sebuah objek besar di ujung tata surya, sehingga menimbulkan skeptisisme di kalangan komunitas astronomi. Data pengamatan mereka bersumber dari Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA) yakni teleskop radio astronomi interferometer di gurun Atacama Chili utara.

Sebuah tim observasi dari Meksiko mengatakan dalam makalahnya, bahwa mereka menemukan objek asing pada langit malam di sekitar rasi bintang Aquila. Sementara tim peneliti dari Swedia menyebutkan, bahwa objek asing yang mereka temukan berada di sekitar Rigil Kentaurus (atau juga dikenal sebagai α Cen, Alpha Centauri).

Kedua makalah tersebut mengatakan, awalnya mereka merasa skeptis mengenai cahaya samar yang mereka amati, tapi setelah dipantau lebih lanjut, mereka menemukan sebuah objek bergerak dan muncul secara relatif dari balik belakang bintang. Hal itu mengindikasikan jarak mereka mungkin relatif dekat dari bumi, dan mungkin berputar mengelilingi matahari.

Kedua tim peneliti tersebut belum mendapatkan banyak bukti mengenai sifat-sifat benda langit asing yang mereka amati itu, karena terbatasnya jumlah pengamatan. Namun, dua makalah tersebut mengatakan bahwa mereka memiliki data yang cukup untuk membuktikan bahwa benda langit yang tidak diketahui itu bukan bintang biasa di luar tata surya.

Tim peneliti dari Swedia memberi nama objek yang mereka amati itu sebagai “Gna”, yaitu sesosok dewa yang terkenal karena ketangkasannya dalam mitologi Nordik (kepercayaan masyarakat Eropa utara sebelum kedatangan agama Kristen). Tim tersebut mengatakan bahwa mereka tidak berniat mengklaim telah menemukan “planet ke-10” yang misterius, yakni “planet X”, tetapi cenderung menganggap objek itu mungkin merupakan sebuah asteroid raksasa. Sementara tim dari Meksiko juga sepakat bahwa objek asing yang mereka amati itu bukan “planet ke-10”, tapi bisa jadi itu adalah sebuah bintang cebol coklat, yaitu bintang pengiring jauh-nya matahari.

Beberapa astronom yang telah membaca dua makalah tersebut mengatakan, bahwa objek yang mereka amati itu mungkin hanya ilusi, kerlip acak atau noise. Faktor-faktor ini bisa saja membuat seseorang menganggapnya sebagai sebuah objek yang jauh. Sementara sejumlah ilmuwan menyindir, bahwa mengasumsikan objek asing itu sebagai “planet ke-10” adalah hal yang konyol.

Dalam makalahnya, kedua tim menyerukan tim peneliti lain untuk menindaklanjuti dan terus memantau, untuk mengkonfirmasi atau menyangkal temuan mereka.

ALMA terdiri atas 66 piringan antena yang berdiameter 7 meter dan 12 meter. Mulai dioperasikan pada awal 2013. Dan merupakan salah satu teleskop berbasis darat yang paling mahal, biaya konstruksinya lebih dari satu miliar dolar AS. Teleskop ALMA (Atacama Large Millimeter/sub-Millimeter Array) merupakan proyek teleskop termahal di dunia yang lokasinya terletak di Gurun Atacama, dataran tinggi Chajnantor, Cile. Berada pada ketinggian lebih dari 5.059 meter di atas permukaan laut setempat, dan merupakan salah satu daerah yang paling kering iklimnya di bumi, cocok untuk pengamatan astronomi. (joni/rmat)

 

Share

Video Popular