Keterangan foto: Surat kabar Hongkong “Epoch Times” yang didirikan pada November 2001, menggelar pesta malam memperingati jelang 15 tahun berdirinya “Media Bernurani Epoch Times” pada 1 Desember 2015 lalu di Tsim Sha Tsui, Hongkong. Lebih dari 200 orang tokoh dari kalangan bisnis, politik, dan media hadir untuk memberi selamat dalam suasana yang megah dan meriah . (Epoch Times)

Oleh: Mi Zhen

Menurut berita dimuat pada surat kabar Epoch Times edisi 4 Desember 2015: surat kabar “Epoch Times (dalam bahasa mandarin: Da Ji Yuan)” Hongkong yang didirikan pada November 2001 silam menggelar pesta malam di Tsim Sha Tsui Hongkong bertajuk “Media Berhati Nurani Epoch Times Melangkah Menuju 15 Tahun”. Surat kabar “Epoch Times” yang terkenal lugas telah melalui usia 15 tahun.

Menurut CEO sekaligus pendiri “Epoch Times News Group” Mr. Tang Zhong, pada 2000, ia bersama beberapa rekan sepaham mendirikan surat kabar “Epoch Times” di ruang bawah tanah di Atlanta, AS, misinya adalah mendobrak blokir dan sensor berita bagi masyarakat di RRT, dan sekarang “Epoch Times” (disingkat ET, Red.) telah berkembang menjadi media (berbahasa Tionghoa) terbesar dunia yang dipublikasikan di 35 negara dengan 21 bahasa.

Ia menegaskan, selama bertahun-tahun ET sama sekali tidak terpengaruh oleh kekuatan politik atau tekanan ekonomi dari pihak mana pun, selalu konsisten pada prinsip adil dan aktual, pengaruhnya kian hari kian kuat. Juga diyakini di masa mendatang, dari Hongkong, ET akan menyerbu masuk ke RRT. Karena ET selama ini terus berupaya memperjuangkan kebebasan dan demokrasi bagi rakyat Tiongkok, dengan harapan suatu hari nanti Tiongkok akan mewujudkan demokrasi dan kebebasan.

ET merupakan media yang berani menyebarkan fakta untuk menggugah hati nurani pembacanya. Rakyat yang hidup di Tiongkok di bawah tekanan rezim otoritarian PKT, rakyat terus diselubungi kebohongan, dan kejahatan terus ditutupi, yang paling didambakan oleh rakyat adalah terungkapnya fakta kebenaran. Dan klarifikasi fakta oleh surat kabar ET menyebar hingga masuk ke negeri Tiongkok bahkan ke seluruh dunia, menyadarkan hati nurani dan kebajikan di dalam hati setiap pembaca, mengubah dunia dan Tiongkok, ini tak bisa dikatakan bukan suatu keajaiban.
Juli 1999, kelompok Jiang Zemin-Partai Komunis Tiongkok/ PKT telah melakukan penindasan kejam terhadap para pengikut aliran kepercayaan “Sejati-Baik-Sabar”, dan penindasan tak berperikemanusiaan ini masih berlanjut hingga hari ini. Kelompok Jiang Zemin mengendalikan seluruh organisasi sesat PKT, berikut departemen politik hukum dan lain-lain. Hampir seluruh lapisan masyarakat ikut disandera untuk menindas Falun Gong, sehingga penindasan tersebut menjadi begitu keji dan sesat. Hal yang lebih parah lagi adalah perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong secara hidup-hidup demi mendapatkan keuntungan.

Menurut data terkait dari WOIPFG (World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong), jumlah praktisi Falun Gong yang dibantai oleh PKT untuk diambil organ tubuhnya sedikitnya melebihi angka 2 juta jiwa. Surat kabar ET pun mempublikasikan fakta penindasan ini dan sempat menggemparkan dunia! Kini suara dari seluruh dunia untuk menghentikan penindasan terhadap Falun Gong serta mengecam perampasan organ tubuh oleh PKT kian hari kian gencar dan memojokkan PKT ke posisi yang semakin sulit.

Pada 2004, surat kabar ET mempublikasikan serial editorial berjudul “9 Komentar Tentang Partai Komunis”. Buku tersebut memicu gelombang “San Tui (Dibaca: San Dui. Mundur dari partai komunis dan 2 partai afiliasinya)” yang meluas, dan hingga saat ini jumlah orang yang menyatakan dirinya “San Tui” telah melebihi 220 juta orang. Buku “9 Komentar” telah mengubah Tiongkok, dan mempengaruhi dunia, membawa ratusan juta masyarakat Tiongkok menuju ke arah masa depan yang lebih cerah, ini adalah jasa besar sumbangsih dari surat kabar ET!

Surat kabar ET juga terkenal dengan prediksinya yang tepat mengenai situasi politik dan ekonomi di Tiongkok. Direktris ET Hongkong bernama Guo Jun berkata, “Pada 2012 dua bulan lebih awal ET telah memberitakan bahwa Bo Xilai akan dilengserkan, dan pada tahun yang sama ET juga dua tahun lebih awal memberitakan Zhou Yongkang juga akan lengser, dan kenyataannya memang demikian halnya.”

Di tengah gerakan pemberantasan korupsi yang dilancarkan oleh pemerintahan Xi Jinping, surat kabar ET terus memberitakannya dengan mempublikasikan serangkaian artikel terkait “Krisis Kehancuran PKT” dan lain sebagainya, memberikan alur pemikiran yang lebih jernih bagi pembaca mengenai tahap-tahap kehancuran PKT yang akan tercerai berai.

Sejak Mei 2015 lalu di Tiongkok terjadi gelombang menggugat mantan pemimpin PKT Jiang Zemin, surat kabar ET pun melansir dari minghui.net kabar gugatan terhadap Jiang tersebut sehingga seluruh dunia mengetahui kondisi pergerakan menggugat Jiang. Setiap gugatan yang dirangkai dengan darah dan air mata itu disamping mengungkap kejahatan yang dilakukan kelompok Jiang, juga membuat masyarakat semakin memahami kejahatan dan premanisme PKT yang sesat itu. Menjadi aspirasi rakyat sesuai kehendak Langit, menegakkan keadilan dan menumpas kejahatan, surat kabar ET adalah media massa berhati nurani yang telah sangat langka di dunia. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular