Kita cenderung mengasosiasikan konsep rekayasa genetik dengan tanaman, namun ilmu pengetahuan sekarang telah memungkinkan untuk merekayasa genetik organisme lain, yang dalam hal ini genetik nyamuk .

Para ilmuwan di dua tempat yang berbeda di dunia telah melakukan dua rekayasa genetik  yang berbeda, yang diharapkan akan mencegah penyebaran malaria.

Para peneliti di California, Amerika Serikat merekayasa genetika nyamuk sehingga mereka tidak bisa menginfeksi penyakit malaria.

Para peneliti menggunakan teknik yang disebut editing gen, yang memungkinkan mereka untuk secara tepat menempatkan untai baru DNA ke dalam organisme. Sebagai hasil dari modifikasi ini, nyamuk itu sendiri tidak dapat terinfeksi oleh parasit malaria, sehingga mereka tidak akan dapat menularkannya kepada manusia. Para peneliti menggunakan teknik yang disebut CRISPR untuk memasukan DNA baru ke dalam nyamuk, sehingga mereka meneruskan DNA baru untuk anak-anak mereka. Ini akan memastikan bahwa semua generasi nyamuk berikutnya tidak akan dapat menginfeksi penyakit malaria!

Dalam penelitian lainya di London, para peneliti merekayasa genetika nyamuk malaria membuat mereka mandul , yang pada akhirnya akan membuat spesies mereka punah!

Sebuah tim peneliti dari Imperial College London, Inggris, telah berhasil merekayasa genetik spesies nyamuk yang membawa malaria. Para peneliti mengidentifikasi tiga gen dalam nyamuk Anopheles gambiae bahwa ketika direkayasa, mengganggu proses produksi telur nyamuk pada keturunannya. Jadi, ketika nyamuk yang sudah direkayasa secara genetik kawin dengan nyamuk biasa, 90% dari anak-anak mereka menjadi tidak subur (mandul), yang berarti bahwa mereka tidak dapat berkembang biak lebih lanjut. Seiring waktu, jika ukuran ini diimplementasikan dalam skala besar, spesies nyamuk malaria, Anopheles gambiae bisa dilenyapkan seluruhnya!(Epochtimes)

Share

Video Popular