Keterangan foto: Jenis pesawat yang menyebabkan seorang petugas darat Air India terhisap mesin pesawat. (Hindustan Times)

Oleh Li Yang

Sebuah kecelakaan terjadi di Bandara Internasional Mumbai, India pada Rabu (16/12/2015) dimana seorang petugas darat Air India yang sedang berada tidak jauh dari pesawat penumpang Air India yang bersiap mau berangkat tiba-tiba terhisap oleh mesin pesawat dan tewas seketika.

Menurut Hindustan Times bahwa, pada Rabu (16/12/2015) mendekati pukul 21:00 waktu setempat, sebuah pesawat penumpang Air India dengan nomor penerbangan AI619 jrurusan Mumbai – Hyderabad yang sudah mengalami delay lebih dari 1 jam sedang bergerak mundur hendak berjalan menuju landasan pacu untuk tinggal landas. Seorang petugas darat yang sedang berada tidak jauh dari pesawat itu tiba-tiba terhisap oleh salah satu mesin pesawat.

Media mengutip sumber dari perusahaan penerbangan Air India kemudian melaporkan bahwa kecelakaan itu sangat mungkin diakibatkan oleh kekeliruan co-pilot dalam mengoperasikan tombol sehingga menghidupkan mesin pesawat lebih awal sebelum situasi aman.

India Times melaporkan, ketika co–pilot pesawat itu menghidupkan mesin pesawat, petugas darat itu sedang berada di sekitar pesawat sehingga langsung terhisap ke dalam mesin.

“Kecelakaan tersebut sedang dalam pengusutan. Kami sangat sedih dan menyesal atas insiden kecelakaan yang terjadi di Bandara Mumbai,” kata Direktur Operasi Air India, Ashwani Lahani.

Seorang petugas bandara yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, “Sebagian tubuh korban masih berada dalam mesin pesawat, saat ini sedang diusahakan untuk mendapatkan kembali.”

Petugas berwenang sedang mengusut apakah Air India melakukan kesalahan, apakah mesin saat itu sudah perlu dihidupkan.

“Sejauh ini belum diketahui apa yang menjadi penyebab kecelakaan itu,” kata Seorang pejabat Air India. Namun perusahaan sudah menginstruksikan untuk mengusut sampai tuntas masalah ini.

Diberitakan juga, kepolisian setempat, perusahaan Air India dan departemen terkait telah mengirim petugasnya untuk melakukan investigasi independen, termasuk Direktoral Jenderal Perhubungan Udara India (Directorate General of Civil Aviation). (sinatra/rmat)

Share

Video Popular