Oleh: Zhou Huixin

Keterangan gambar: Institusi Riset Kanker Internasional di bawah naungan WHO belum lama ini melansir “Laporan Kanker Dunia Tahun 2014), disebutkan bahwa pertambahan kanker paru-paru di RRT menempati posisi pertama di dunia. Tingkat kematian akibat penyakit kanker paru telah meroket hingga 465% selama 30 tahun terakhir, penyakit ini pun segera menggeser posisi kanker lever sebagai pembunuh ganas nomor satu di Tiongkok. (internet)

Penuh kebohongan dan air mata, seorang netizen dengan ironis mengatakan, “Bagaimana kita bisa hidup dengan kondisi seperti ini. Makanan beracun, kita jadi ikan saja, tidak makan dan hanya minum, apakah bisa hidup! Lalu air juga beracun, kita tidak makan dan tidak minum dan hanya bernafas, apakah bisa hidup! Terakhir, udara pun beracun, demi eksistensi, kita memperlakukan diri kita sendiri tidak seperti manusia lagi.”

Pakar mengatakan, seorang manusia jika tidak makan bisa bertahan hidup selama 7 hari, jika tidak minum air hanya bisa bertahan 3 hari, dan dalam kondisi tidak ada udara hanya bisa bertahan 3 menit. Pencamaran udara telah menjadikan Tiongkok negara kanker paru-paru nomor satu di dunia.

Dalam “2010 Global Burden of Diseases Assessment” yang dirilis oleh WHO pada 2012 disebutkan, diantara 67 jenis faktor risiko utama yang menyebabkan kematian dini di seluruh dunia, polusi atmosfir PM2.5 menduduki posisi ke-7 tapi di RRT menduduki posisi ke-4. Polusi ini setiap tahun menyebabkan kematian dini terhadap 3,2 juta jiwa di seluruh dunia, dan sebanyak sekitar 1,2 juta di antaranya terjadi di RRT.

Pada 4 Februari 2015 lalu, organisasi lingkungan hidup internasional Greenpeace bersama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Beijing University merilis laporan riset bertajuk “Bahaya Pernafasan 2: Dampak PM2.5 terhadap Kesehatan Warga Kota”. Berdasarkan angka pengukuran PM2.5 lengkap yang terungkap setiap jam di kota-kota besar di RRT 2013 lalu, tim riset memperkirakan dampak yang timbul pada kesehatan warga akibat terekspos PM2.5 dalam jangka waktu panjang.

Hasil riset kali ini mendapati, pada 2013 pada 31 kota di RRT polusi PM2.5 menyebabkan tingkat kematian mendekati 1‰, yakni pada setiap 100.000 jiwa terdapat sekitar 90 jiwa tingkat kematian tinggi akibat PM2.5 (yang dimaksud tingkat kematian tinggi adalah terjadinya penyakit mematikan disebabkan PM2.5 yang mengakibatkan kematian dini warga sebelum mencapai usia rata-rata, disebut juga ‘tingkat kematian dini’), tingkat kematian mencapai 0.9‰. Menurut data terbaru yang dirilis pihak pemerintah PKT, tingkat kematian rata-rata akibat merokok di tahun 2012 adalah 0.7‰, dan akibat kecelakaan lalu lintas adalah 0.09‰. Dengan kata lain, tingkat kematian dini yang disebabkan oleh asbut mencapai 10 kali lipat lebih tinggi daripada yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.

Di samping itu menurut “Laporan Tahunan Pendataan Tumor RRT 2012” yang dipublikasikan Pusat Pendataan Tumor, setelah dilakukan statistik dan analisa terhadap 85 juta orang di 24 propinsi di Tiongkok, terjadi 3,12 juta kasus baru penyakit tumor setiap tahunnya, dengan tingkat kematian mencapai lebih dari 2 juta. Data statistik dari Komisi Keluarga Berencana di bawah Departemen Kesehatan PKT menunjukkan bahwa saat ini kasus terjangkit penyakit kanker paru-paru meningkat pesat dengan pertumbuhan 26.9% setiap tahun. Dan dalam beberapa dekade terakhir, setiap 10 hingga 15 tahun, jumlah penderita kanker paru-paru melonjak satu kali lipat. Hasil survey juga menunjukkan penyebab ketiga kematian warga Tiongkok, tingkat kematian akibat kanker paru-paru meroket hingga 465% dalam 30 tahun terakhir, dan menggeser posisi kanker lever sebagai jenis kanker berbahaya yang paling mematikan di Tiongkok.

Di wilayah berkabut tebal seperti Beijing dan Tianjin, tingkat terjangkit kanker paru-paru jauh di atas rata-rata Tiongkok. Menurut wakil Kepala Dinas Pencegahan Kanker Kota Beijing, Wang Ning, angka kejadian kanker paru-paru sebesar 39,56/100.000 di tahun 2002 melonjak menjadi 63,09/100.000 di tahun 2011, angka ini telah jauh melampaui stardar rata-rata seluruh negeri. Angka kejadian kanker paru-paru di Tianjin sekitar 60/100.000, penderita baru mencapai 1/5 dari seluruh pengidap kanker paru-paru, dan terus menunjukkan tren usia yang semakin muda. Tingkat kematian kanker paru-paru berdasarkan jenis kelamin pria dan wanita masing-masing adalah di posisi kedua dan pertama di seluruh negeri.

Keterangan gambar: Asap kabut di Tiongkok yang kian tahun kian parah tidak hanya mendatangkan kesulitan bagi kehidupan warga, ancaman terhadap kesehatan pun sangat besar, Di tengah keputus-asaan ini masyarakat lantas teringat akan ramalan 46 gambar heksagram, dan beranggapan bahwa ramalan tersebut sangat tepat. (foto internet)

“Asbut kelam membunuh tanpa pisau”

Artikel di situs East Network sempat mengutip ramalan terkenal Tiongkok dari “Tui Bei Tu (推背圖dibaca: ‘Dui Pei Du’), Ilustrasi Mendorong Punggung’ dari abad ke 7”, pada ramalan ke-46 tertulis: “Asbut kelam membunuh tanpa pisau; sepuluh ribu orang tidak mati, satu orang sulit lolos”. Artikel itu mengatakan: ramalan tersebut “seolah memperingatkan manusia, asbut bakal menyebabkan tragedi yang sulit dihindari warga. Asbut menghantam Tiongkok, bangsa Tionghoa kembali dihadapkan pada masa paling berbahaya.”

“Tui Bei Tu” adalah salah satu dari buku ramalan Tiongkok yang paling dikenal, penulisnya adalah dua orang ahli kitab Yi Jing dari Dinasti Tang abad ke 7, yakni Li Chunfeng yang menjabat sebagai pimpinan institusi astronomi istana pada kekaisaran Tang di awal dinasti tersebut. Bersama seorang pertapa Taoisme bernama Yuan Tiangang, keduanya merupakan tokoh yang dikenal dengan kearifannya serta kemampuan dan ketepatan ramalannya. Pertapa Yuan Tiangang adalah peramal terkenal di zaman Dinasti Tang karena ketepatan ramalannya.

Biasanya meramal hal kecil, hal pribadi, disebut dengan nujum, dan meramal pergantian dinasti, perubahan alam, biasanya disebut nubuat. Buku “Tui Bei Tu” karya Li Chunfeng dan Yuan Tiangang yang terkenal itu telah menguraikan nubuat peristiwa penting di Dinasti Tang dan dinasti-dinasti berikutnya.

Di dalam buku “Tui Bei Tu” terdapat 60 ilustrasi, di setiap gambar ilustrasi terdapat uraian ramalan berikut sajaknya, yang telah meramalkan peristiwa besar yang terjadi pada Dinasti Tang bahkan mungkin termasuk peristiwa besar di masa mendatang. Sampai sekarang sudah banyak yang terungkap, dan pengungkapan 40 gambar awal pada dasarnya telah diakui, dan hanya 20 gambar lagi yang tersisa bagi masyarakat sekarang sebagai misteri.

Ilustrasi ke 46 Jiyou (Ji ‘’elemen: tanah & Yin; You ‘’ simbol Ayam)

Nubuat berbunyi:

Asbut kelam membunuh tanpa pisau

Sepuluh ribu orang tidak mati, satu orang sulit lolos

Ode berbunyi:

Ada seorang prajurit membawa busur ditubuhnya

Satu kata saya adalah lelaki tua beruban

Di dalam pintu timur tersimpan pedang emas

Pendekar memasuki istana kaisar dari pintu belakang

Saat ini banyak orang membuat penjelasan yang berbeda mengenai ramalan ke-46 tersebut, dan bagi Tiongkok dimana asbut kian lama kian parah, membuat banyak orang tak pelak teringat akan ramalan tersebut, dan diyakini ramalan ke-46 itu adalah nubuat terhadap peristiwa ini. (sud/whs/rmat)

 

Share

Video Popular