Mereka yang berkepribadian tipe A (tidak sabar, lekas marah) dan D (muram dan gundah ) adalah kelompok risiko tinggi yang rentan diserang penyakit kardiovaskular.(Fotolia)

Pola perilaku tertentu dari pasien kardiologi adalah hasil interaksi dari kepribadian trait (sifat) dengan lingkungan. Sosok kepribadian yang tidak sabar, lekas marah dan sensitif (mudah tersingung) orang dengan kepribadian tipe A, dan sosok orang yang murung, masygul kepribadian tipe D, adalah kelompok yang berisiko tinggi diserang penyakit kardiovaskular, ungkap ahli jantung Friedman dan Rosenman.

Kepribadian tipe A, D ini bukan mengacu pada golongan darah, melainkan terminologi dari psikolog untuk menganalisis konstruk psikologis internal setiap individu dengan mempelajari karakter individual dan sifat-sifat kepribadian mereka sebagai gambaran gaya prilaku pribadi masing masing. Misalnya, sosok pribadi yang lekas marah, tidak sabaran dan mudah tersinggung dari orang tipe A, dan sosok pribadi yang serba cuek tidak peduli dari orang tipe B, serta sosok pribadi yang introvert, risau dari orang tipe C, dan sosok pribadi yang cenderung murung, masygul dan merasa gundah dari orang tipe D.

Tipe A lekas marah, mudah tersinggung

Kepribadian dari orang tipe A tergolong sosok orang yang ambisius, lebih agresif, percaya diri, punya rasa keberhasilan yang tinggi, dan mudah tegang. Karena serangkaian dari ketetgangan itu, sehingga renta memicu timbulnya hipertensi, penyakit jantung,(penyakit) tukak, atau bahkan infark miokard dan kematian mendadak setiap saat.

Dari hasil penelitian medis ditemukan bahwa mereka yang memiliki sifat-sifat kepribadian tipe A ini, tingkat infark miokard dan kematian mendadaknya 2.4 kali jauh lebih tinggi daripada orang-orang pada umumnya. Dan dari statistik terkait juga menunjukkan bahwa sebesar 85% penyakit kardiovaskular berhubungan dengan perilaku tipe A. Di antara penderita penyakit jantung, sosok kepribadian dari tipe A ini mencapai 98%. Selain itu, rasio Coronary artery disease (Penyakit Jantung Koroner) pada mereka yang tergolong dalam kepribadian tipe A ini lebih tinggi lima kali dibanding dengan mereka yang tergolong kepribadian tipe D.

Menurut penuturan ahli, jika diselidiki sebabnya, kepribadian tipe A dapat membangkitkan mekanisme neuroendokrin tertentu, sehingga mengubah komposisi lipoprotein darah, dan meningkatkan konsentrasi kolesterol serum dan trigliserida, yang memicu terjadinya aterosklerosis koroner, ungkap ahli.

Tipe D cenderung muram dan gundah

Kepribadian tipe D juga disebut kepribadian tipe sedih, selalu pesimis bila melihat/menemui masalah, ditambah lagi dengan tidak pandai dalam mengekspresikan perasaan pribadi. Karena kepribadian dari tipe D ini kebanyakan menyimpan masalahnya dalam hati, sehingga hubungannya juga erat dengan infark miokard (serangan jantung), lagipula prognosisnya juga jauh lebih buruk setelah jatuh sakit.

Dalam penelitiannya pada tahun 1996 lalu, seorang sarjana Belanda menemukan adanya pasien sakit yang berjalan lambat dalam proses penyembuhanya, mudah kambuh, dan tingkat kematian juga tinggi, oleh karena itu, ia mengemukakan konsep kepribadian tipe D. Ada sekitar 20% dari mereka yang berkepribadian tipe D itu adalah kelompok yang normal, sementara 27% sampai 30% -nya tergolong penderita penyakit jantung koroner, dan perbandingan ini mencapai 50% pada penderita hipertensi.

Bagi mereka dengan kepribadian tipe A dan D yang selalu dalam kondisi pikiran dan temperamen buruk/negatif dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya rileks pada saat yang tepat, kurangi makanan berkalori tinggi, cobalah untuk memilih makanan bening (makanan non lemak), perbanyak konsumsi sayur-mayur/buah-buahan, sehingga dengan demikian dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular