Keterangan gambar: Jumat, 18 Desember lalu, NASA merilis sebuah foto baru yang unik, memperlihatkan bumi dari bulan yang diambil wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). Foto pemandangan yang tidak bisa disaksikan meski dari permukaan bulan sekalipun. (NASA)

Oleh: Su Yang

NASA merilis sebuah foto baru yang unik, memperlihatkan bumi dari bulan yang diambil wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). Foto pemandangan menakjubkan yang tidak bisa disaksikan meski berdiri di atas permukaan bulan.

Foto unik tersebut diambil oleh wahana Lunar Reconnaissance Orbiter/ LRO. LRO telah mengorbit sejak 2009, dan digunakan untuk mengambil gambar permukaan bulan. Sejak beberapa waktu lalu, kamera LRO mulai membidik gambar dari permukaan bulan kemudian beralih ke atmosfer bumi, sehingga dengan demikian baru dapat mengambil gambar bumi.

Foto yang menakjubkan

Foto yang menakjubkan ini merupakan serangkaian foto sintetik yang diambil pada 12 Oktober lalu ketika LRO berada di ketinggian sekitar 83 mil (134 kilometer) di atas kawah Compton yang terletak di sisi jauh bulan. NASA mengatakan, LRO memiliki kamera sudut sempit yang dapat mengambil gambar resolusi tinggi, namun, hanya ada warna hitam dan putih. Sementara kamera wideangle-nya dapat menangkap gambar warna-resolusi rendah. Artinya, untuk mendapatkan warna gambar sepenuhnya dan beresolusi tinggi memerlukan beberapa “pengolahan khusus.”

Dari foto yang dirilis NASA yang tampak dari sudut kanan atas bumi adalah padang pasir Sahara, terletak di sekitar Arab Saudi. Sedangkan di sisi sebelah kiri adalah Samudera Atlantik dan pantai Pasifik di Amerika Selatan. Sementara dari atas bulan, yang terlihat adalah kawah Compton.

Keterangan gambar: Foto yang menakjubkan itu merupakan serangkaian foto sintetik yang diambil pada 12 Oktober lalu ketika LRO berada di ketinggian sekitar 134 kilometer. (NASA)

Foto itu menakjubkan, citra bumi mengingatkan kita dengan ‘Blue Marble’yang terkenal, yang diambil oleh astronot Harrison Schmitt, pada 43 tahun lalu, Harrison Schmitt adalah astronot Apollo 17, sehingga Afrika yang tampak dalam gambar itu tampak jelas, kata Noah Petro, ilmuwan NASA dari Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland sekaligus peneliti dalam proyek LRO.

Tidak akan pernah bisa menyaksikan bumi yang merangkak naik secara perlahan saat berdiri di Bulan.

Dalam pernyataanya, NASA mengatakan bahwa meskipun “baiknya bumi” membangkitkan kenangan yang akrab kita terhadap naiknya bulan dari atas bumi, namun, anda tidak akan pernah bisa melihat pemandangan merangkak “naiknya bumi” secara perlahan meski berdiri di atas permukaan bulan sekalipun.

Dalam pernyataanya, kepala peneliti LRO di Arizona State University, Mark Robinson mengatakan, “Menyaksikan terbit dan terbenamnya bulan dari atas bumi merupakan momen yang menggelorakan. Namun, bumi tidak akan pernah terlihat terbit atau terbenam jika disaksikan dari atas permukaan bulan. karena pasang surut bulan terkunci, sehingga bumi selalu berada di titik yang sama di atas cakrawala bulan, hanya setitik perubahan yang halus.”

Lunar Reconnaissance Orbiter-LRO adalah pesawat ruang angkasa tak berawak Amerika, yang diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Cape Canaveral, Florida, pada 18 Juni 2009 lalu. Dan ini merupakan misi ruang angkasa pertama Amerika yang membidik bulan sebagai targetnya selama satu dekade ini. Misi utama dari LRO adalah menyelesaikan rencana eksplorasi luar angkasa Amerika.

Agar berhasil mencapai target yang “direncanakan”, wahana antariksa tersebut akan mensurvei sumber daya di bulan dan menentukan kemungkinan titik pendaratan termasuk pendaratan kembali manusia di bulan. Wahana tersebut akan berputar di sepanjang orbit bulan, dan diharapkan dapat membantu membuat gambar tiga dimensi permukaan bulan. (joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular