Ilustrasi (Getty Images/AFP)

JAKARTA – Neraca perdagangan Indonesia pada November 2015 mencatat defisit sebesar 0,35 miliar dolar AS. Defisit neraca perdagangan Indonesia di November 2015 tersebut terutama didorong oleh penurunan neraca perdagangan nonmigas. Sementara, neraca perdagangan migas membaik dengan mencatatkan defisit yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara mengtakan neraca perdagangan nonmigas November 2015 mengalami defisit sebesar 0,29 miliar dolar AS, setelah mencatat surplus 1,39 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Defisit neraca perdagangan nonmigas disebabkan oleh penurunan ekspor nonmigas ditengah impor nonmigas yang tercatat meningkat.

Penurunan ekspor nonmigas terjadi pada komoditas timah, perhiasan/permata, kendaraan dan bagiannya, mesin/peralatan listrik, dan lemak dan minyak hewan/nabati. Sementara itu, kenaikan impor nonmigas terutama didorong oleh komoditas impor bahan baku/penolong seperti besi dan baja, barang dari besi dan baja, dan mesin dan peralatan listrik.

Di sisi lain, perbaikan neraca perdagangan migas didukung oleh kenaikan ekspor migas di tengah impor migas yang mengalami koreksi. Defisit neraca perdagangan migas tercatat 0,06 miliar dolar AS, menurun dari defisit 0,38 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Ekspor migas meningkat 14,7% (mtm), didorong oleh meningkatnya ekspor minyak mentah dan gas. Sementara itu, impor migas turun 7,0% (mtm) seiring turunnya impor hasil minyak dan gas.

“Bank Indonesia memandang bahwa defisit neraca perdagangan yang terjadi di November 2015 sejalan dengan indikasi meningkatnya aktivitas ekonomi domestik pada triwulan IV 2015,” ujar Tirta dikutip, Senin (21/12/2015).  Meski demikian secara keseluruhanpada 2015, kinerja transaksi berjalan Indonesia diperkirakan mengalami perbaikan dari tahun sebelumnya dan berada pada level yang lebih sehat. (asr)

Share

Video Popular