Keterangan gambar: Dari akhir Mei 2015 hingga 15 Desember 2015, lebih dari 200.000 orang mengajukan gugatan terhadap Jiang Zemin yang ditujukan kepada Lembaga Kejaksaan Tertinggi PKT. Sebagian berkas tersebut telah memperoleh konfirmasi penerimaan oleh Kejaksaan Tertinggi dan Pengadilan Tertinggi PKT. Dalam foto adalah pawai akbar solidaritas gelombang besar penggugatan Jiang yang diadakan pada 1 Agustus 2015 lalu di China Town kota Chicago AS. (Chen Hu / Epoch Times)

Oleh: Ran Shazhou

Ketua Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping dalam Rapat Kerja Reformasi Komisi Militer Pusat yang diselenggarakan di Beijing pada 24 November 2015 lalu , telah membicarakan pokok bahasan reformasi militer, diantaranya menyebutkan “Bertekad menghentikan secara menyeluruh ‘layanan yang mendapat imbalan’ dalam militer.” Dari perkataan tersebut seakan-akan tidak terdengar apa kandungan makna didalamnya, sesungguhnya menyangkut masalah besar tentang penganiayaan terhadap Falun Gong dan pengambilan organ praktisi Falun Gong secara hidup yang dilakukan oleh mantan ketua PKT Jiang Zemin dan militer PKT. Dengan demikian tentu akan menyangkut masalah krusial, yaitu tentang reformasi militer yang dicanangkan oleh otoritas Xi Jinping apakah dapat terlaksana dengan lancar.

Sekarang, Jiang Zemin dan militer PKT menindas Falun Gong dan mengambil organ praktisi Falun Gong secara hidup-hidup, masalah besar ini mulai muncul lebih jelas. Sebelum ini ada berita mengatakan, berhubung wakil ketua Komisi Militer Fan Changlong menentang reformasi militer yang dicanangkan Xi Jinping, ia menyebut waktu pelaksanaan reformasi militer secara konkrit seharusnya paling sedikit diundur 2 bulan lagi, sempat membuat marah Xi Jinping, sehingga dalam rapat Xi mengeluarkan kata-kata keras.

”Barang siapa yang menentang reformasi militer, berarti menentang memajukan militer, orang tesebut harus lengser!”

Lalu, sesungguhnya mengapa Fan menyebut waktu pelaksanaan reformasi militer secara konkrit “seharusnya paling sedikit diundur 2 bulan lagi?”

Akal bulus apakah yang tersirat dalam perkataan itu?

Menurut laporan majalah mingguan Xin Jiyuan (New Epoch Weekly) edisi 458 (10/12/2015) dalam serangkaian artikel cover story, telah dijelaskan proses kejadian terperinci diantaranya.

Pertama, dalam laporan penulis menggunakan pandangan analis yang menyebutkan, penghalang reformasi militer yang dicanangkan Xi, adalah Jiang Zemin yang berada di belakang militer, serta sisa-sisa kekuatan dari mantan wakil ketua Komisi Militer Xu Caihou dan Guo Boxiong yang telah runtuh sebelumnya. Tentu saja Jiang Zemin tidak mungkin tampil sendiri, karena ia sedang berada dalam bidikan dari gerakan memukul “Macan tua”, sedangkan Xu dan Guo sudah lebih awal runtuh, maka hanya dapat menggunakan sisa-sisa kekuatannya dalam militer, tampil mengganggu reformasi militer Xi Jinping.

Kedua, mengapa sisa-sisa kekuatan Xu dan Guo menuntut Xi Jinping “memundurkan paling sedikit 2 bulan” waktu pelaksanaan reformasi militer?

Menurut laporan tersebut, ini dikarenakan grup Jiang menginginkan mereka sebelum tersapu bersih, mengambil seluruhnya organ para praktisi Falun Gong yang masih terkurung dalam kamp-kamp rahasia, kemudian memusnahkan semua bukti kejahatannya.

Disini sedikitnya telah mencerminkan 2 masalah besar, pertama, dalam 3 tahun “Memukul macan” anti korupsi yang dilakukan oleh Xi Jinping, walau serangannya amat dahsyat, telah menangkap 120 lebih “Macan (koruptor)” tingkat propinsi serta 40 lebih “Macan” militer. Namun hingga kini masih eksis beberapa kamp rahasia yang menahan sejumlah besar praktisi Falun Gong dalam militer, (ini sesuai laporan dari minghui.net dan media lainnya, bahwa pengambilan organ praktisi Falun Gong secara hidup-hidup tidak berkurang, bahkan meningkat).

Kedua, jika Xi Jinping tetap melaksanakan reformasi militer sesuai rencananya, sisa-sisa kekuatan Jiang yakni Xu, Guo dalam militer, mereka berpikir reformasi militer mungkin akan mengungkap dosa anti kemanusiaan mereka, yang menindas Falun Gong dan merampas organ praktisi Falun Gong secara hidup-hidup, maka mungkinkah mereka demi melenyapkan bukti dosanya , sehingga lebih awal membunuh praktisi yang masih terkurung di kamp-kamp rahasia dalam jumlah besar itu?

Menurut laporan lainnya, reformasi militer yang dicanangkan Xi Jinping sudah resmi dilaksanakan, dalam tubuh militer PKT hingga kini masih terdapat orang-orang yang “menyampaikan saran” terhadap reformasi militer kali ini. Xi Jinping dalam menandatangani sebuah dokumen rangkuman usulan tentang reformasi militer, memberi instruksi yang tegas: semua yang menyampaikan pendapat tentang reformasi militer sebelum 24 November dianggap sebagai saran, namun pendapat berbeda yang disampaikan setelah itu merupakan rintangan, maka “harus disingkirkan dengan tegas”.

Kelihatan Xi sama sekali tidak akan berkompromi. Dilihat dari contoh terdahulu, grup kepentingan Jiang Zemin pada saat krusial, demi mempertahankan kelangsungan hidupnya, sering membuat onar dengan mengadu nasib bagaikan anjing yang terperangkap di gang buntu, menghadapi pelaksanaan tegas dalam reformasi militer Xi Jinping kali ini, bagi sisa-sisa kekuatan Jiang dalam militer, tanpa kecuali merupakan masalah besar yang menyangkut eksistensi mereka.

Dipandang dari sudut ini, para praktisi Falun Gong yang kemungkinan masih terkurung dalam kamp-kamp militer dalam jumlah besar, sewaktu-waktu mungkin akan mengalami pembunuhan kejam yang dilakukan oleh sisa-sisa kekuatan Xu dan Guo dalam militer. Ini sangat perlu diwaspadai oleh orang-orang di seluruh dunia yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan. Dapatkah mereka diselamatkan sedini mungkin?

Hingga kini sejumlah besar praktisi yang masih ditahan secara ilegal di dalam kamp konsentrasi militer PKT, bersama tekad Xi dalam mereformasi militer, menjadi fokus perhatian seluruh dunia.  (tys/whs/rmat)

 

Share

Video Popular