Keterangan gambar: Pemandangan astronomi supernova Refsdal di gugus galaksi MACS J1149.5 + 2223. (kanan atas) Citra yang diambil pada 30 Oktober 2015 ; (kanan bawah) citra yang diambil pada 11 Desember 2015.(NASA/ESA/P. Kelly (University of California, Berkeley

Oleh: Lin Yan

Baru-baru ini, Hubble Space Telescope menangkap supernova yang sedang meledak. Menurut para ilmuwan, teleskop Hubble tidak hanya berhasil menangkap gambar ledakan yang sangat langka, namun, pengamatannya juga sesuai dengan prediksi waktu dan tempat.

Pada 11 Desember lalu, astronom berhasil mengamati supernova Refsdal, yang berada di gugus galaksi MACS J1149.5 2223 sejauh 5 miliar tahun cahaya dari Bumi. Tapi, ledakan tersebut sudah terjadi pada 9.3 miliar tahun silam, demikian kata dilansir University of California, Berkeley, AS, Jumat (18/12/2015).

Sebenarnya, sejak 1998 ilmuwan telah mengamati supernova Refsdal, dan sejak itu telah empat kali mengamati kondisi supernova tersebut masing-masing pada November 2014 dan Oktober 2015. Prediksi ini diawali dari ketika tim astronom Hubble Space Telescope-HST pertama kali melihat bintang meledak itu pada 2014 melalui lensa gravitasi Einstein.

“Hal itu pada dasarnya menunjukkan bahwa teori relativitas dapat memprediksi dengan baik fenomena supernova,” kata Patrick Kelly, astronom di University of California, Berkeley, AS.

Karena supernova Refsdal berjarak miliaran tahun cahaya dari bumi, sehingga galaksi lainnya di ruang angkasa itu berada dalam gambar, kita hanya bisa melihat beberapa titik terang. Maksud dari Supernova disini mengacu pada sebuah bintang yang mengalami ledakan total sepenuhnya. Karena dalam sekejab setelah ledakan, bintang itu melepaskan energi yang dimilikinya selama ini, sehingga tingkat kecerahannya yang kuat itu dapat dilihat dengan mata telanjang, dan akan berlangsung selama beberapa pekan bahkan beberapa bulan. Namun, di dalam galaksi yang tak terhitung banyaknya di ruang angkasa yang maha luas ini, sangat sulit bagi para ilmuwan untuk memprediksi kapan dan dimana akan terjadi supernova.

Kali ini, para ilmuwan menggunakan berbagai metode untuk memprediksi waktu supernova, dan rata-rata mendapatkan hasil yang sama, sehingga beruntung bisa mengamati fenomena astronomi ini.

Tommaso Treu, astronom di Universitas California, Los Angeles-UCLA seperti dilansir Fox News Kamis (17/12/2015) lalu mengatakan, “Kami menggunakan tujuh model galaksi yang berbeda menghitung/memperkirakan kapan dan dimana supernova itu akan terjadi. Kami menggunakan teleskop Hubble, VLT-MUSE, dan teleskop Keck untuk mengumpulkan data. Dan diluar dugaan, tujuh modul komputasi kami pada dasarnya memprediksikan bahwa supernova itu akan muncul pada waktu yang sama.” (joni/rmat)

 

Share

Video Popular