- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Catatan Menarik Ajang Miss World 2015: Maria Harfanti, Anastasia Lin dan Mireia Lalaguna Royo

Oleh : EpochTimes

Ajang tahunan Miss World 2015 telah usai digelar. Seperti halnya kontes tahun-tahun sebelumnya, puncak perhelatan yang berlangsung pada Sabtu (19/12/2015) di Beauty Crown Grand Tree Hotel, Sanya, Tiongkok ini menghasilkan berbagai catatan sejarah dan cerita menarik.

Cerita pertama datang dari Maria Harfanti. Gadis kelahiran 20 Januari 1992 dan pemenang Miss Indonesia 2015 ini, menorehkan catatan sejarah baru. Partisipasinya telah memberi prestasi terbaik bagi Indonesia sejauh ini. Raihan ini tak lepas dari usahanya yang tak kenal lelah untuk membantu masyarakat Desa Kamancing, Pandeglang, Banten untuk memperoleh akses air bersih di lingkungan mereka.

Dengan terjun langsung, melalui akun media sosial pribadi, serta berbagai kegiatan sosial yang diikutinya, Maria terus berjuang mengedukasi warga dan membangkitkan kesadaran orang-orang untuk membantu sesama. Kebaikan hati berbuah manis, karena ia akhirnya terpilih sebagai pemenang “Beauty with a Purpose”, yakni bagian dari ajang ratu kecantikan yang mengapresiasi proyek sosial paling penting dan relevan oleh kontestan.

Dengan pencapaian sebagai runner-up kedua, Maria Harfanti juga mencatatkan sejarah sebagai orang kedua yang mampu menembus tiga besar teratas ajang Miss World dengan mahkota “Beauty with a Purpose”. Selain Maria, hanya Gabrielle Walcott, Miss Trinidad & Tobago, yang mampu melakukannya pada tahun 2008.

Berbeda dengan kesuksesan Maria Harfanti, langkah Anastasia Lin harus terhenti bahkan sebelum putaran final Miss World 2015 digelar. Meskipun dinobatkan sebagai Miss World Canada, Anastasia tidak mendapatkan visa untuk mengikuti perhelatan di Sanya. Perjalanannya dari Kanada ke Hainan dihentikan di Hongkong oleh otoritas imigrasi Tiongkok. Ia mengatakan bahwa alasan penolakan keikutsertaannya oleh Pemerintah Tiongkok adalah karena advokasinya dalam masalah Hak Asasi Manusia, seperti diberitakan oleh BBC pada Jumat (20/11/2015).

Anastasia Lin adalah seorang aktris dan model kelahiran Tiongkok, lulusan studi seni teater dari Univesity of Toronto, Kanada. Perjalanan kariernya dalam dunia film telah membuat dirinya bersentuhan dengan berbagai persoalan HAM di Tiongkok. Dari berbagai perannya, gadis kelahiran 1 Januari 1990 ini, mulai mengetahui lebih mendalam tentang kondisi riil yang dihadapi oleh masyarakat Tiongkok, terutama penganiayaan yang dialami oleh praktisi Falun Gong. Dari 20 film yang telah ia mainkan, beberapa di antaranya mengungkap pengalaman hidup yang dialami oleh praktisi Falun Gong, seperti misalnya The Bleeding Edge, film thriller yang diambil dari kisah nyata penganiayaan di mana ia berperan sebagai seorang praktisi Falun Gong, serta Red Lotus, sebuah film produksi Swedia yang berkisah tentang penganiayaan praktisi Falun Gong di Tiongkok.

Meskipun telah pindah ke Kanada bersama ibunya yang mantan seorang profesor, tetapi Lin banyak mencurahkan perhatiannya pada kondisi masyarakat di Tiongkok. Memang, ia belum sempat mengenakan mahkota “Beauty with a Purpose”, tetapi sepertinya ia mengerti dengan jelas bahwa kecantikannya punya sebuah tujuan, yaitu menyadarkan orang-orang di dunia untuk terciptanya kondisi HAM yang lebih baik di Tiongkok.

Mireia Lalaguna Royo Miss World Spain yang menjadi pemenang tentunya menjadi kontestan yang paling berbahagia dalam ajang kali ini. Meskipun sempat tertinggal di pertengahan lomba, Mireia, model profesional berumur 23 tahun, sukses meraih poin tertinggi sehingga dinobatkan sebagai Miss World 2015 mengalahkan 116 kontestan lainnya.

Melanjutkan tradisi yang telah dilakukan bertahun-tahun, mahkota berkilauan dipasangkan di kepala Mireia oleh Rolene Strauss, Miss World tahun lalu, didampingi oleh Sofia Nikitchuk dari Rusia dan Maria Harfanti dari Indonesia sebagai runner-up pertama dan kedua. Dengan ini, Spanyol mencatatkan namanya untuk pertama kali sebagai pemenang dalam kontes yang telah dimulai sejak tahun 1951 silam.

Tidak hanya memenangkan top model karena kecantikannya, gadis kelahiran Barcelona ini juga memiliki berbagai kelebihan yang lain. Saat ini, ia memegang gelar sarjana di bidang Farmakologi, dan berencana untuk mendapatkan gelar masternya di bidang Nutrisi. Tak hanya itu, ia mampu berbicara dalam empat bahasa!

Namun, dalam kontes ini, hal yang membuat para juri terkesan adalah pidato singkatnya. Seperti dikutip dari The Telegraph, ia mengatakan.

“Hanya karena saya cantik di luar, bukan berarti saya tidak cantik di dalam.”

“Saya rasa saya harus menjadi Miss World berikutnya karena saya percaya pada wanita yang kuat, saya juga pikir saya memiliki sesuatu di dalam hati saya bahwa saya selalu mencoba untuk memberikan yang terbaik dari saya. Saya juga percaya “Beauty with a Purpose” dan ingin melanjutkan warisan ini.”

“Kita bisa menemukan kebahagiaan dengan membantu satu sama lain”.

Tampaknya, setiap kontestan tidak hanya berusaha menunjukkan kecantikannya. tetapi mereka juga berusaha menemukan hal yang lebih berharga dalam diri mereka, serta menggunakan kecantikan yang dianugerahkan kepada mereka untuk tujuan yang lebih baik, yaitu membantu sesama. (Dpr)