Keterangan gambar: Ilustrasi

Oleh Xue Fei

Meskipun kedua organisasi teroris Islamic State/ IS dan Taliban sama-sama termasuk golongan Sunni, namun mereka saling bermusuhan. Pada Januari tahun ini kedua organisasi itu saling menyatakan perang. Dan sekarang mereka sedang saling membunuh dalam upaya untuk merebut wilayah kekuasaan di Afghanistan.

Menurut laporan media bahwa IS menghendaki Taliban untuk patuh dan setia kepada mereka, mengklaim setiap hari ada saja anggota Taliban yang membelot dan bergabung dengan IS. Tetapi Taliban menolak kemauan IS, dan ada berita yang mengungkapkan bahwa Taliban sedang membentuk ‘Pasukan Khusus’ yang terdiri dari 1000 anggota untuk menghancurkan IS.

Kabarnya, sudah ratusan pasukan bersenjata dari kedua organisasi itu yang tewas dalam pertempuran antar mereka dan kondisi itu membuat situasi di Afghanistan berkembang tambah rumit.

PBB dalam laporan yang dikeluarkan pada September lalu menyebutkan, organisasi ekstremis IS melakukan invasi ke Afghanistan, sedang menarik pendukung dan merekrut anggota dari 25 propinsi Afghanistan.

Kepada tim pengawas sanksi PBB terhadap kelompok Taliban, pasukan keamanan Afghanistan mengatakan bahwa sekitar 10% anggota Taliban adalah pendukung IS, “Mereka yang berada di beberapa propinsi di Afghanistan secara terbuka menyatakan kesetiaan kepada organisasi maupun individu dari IS.”

Dengan terus membesarnya pengaruh IS di Afghanistan, Taliban kian khawatir tergesernya pengaruh dan kedudukan mereka di Afghanistan. Pada Februari tahun ini, seorang pemimpin senior IS, mantan komandan pemimpin Taliban di propinsi Helmand, Mullah Abdul Rauf yang satu bulan sebelumnya baru menyatakan memisahkan diri dari Taliban dan mengaku setia kepada IS menemui ajal dalam suatu serangan udara pesawat pembom tanpa awak.

BBC mengungkapkan bahwa Mullah Abdul Rauf aktif dalam pngrekrutan anggota di Afghanistan selatan, ia mendirikan basis IS pertama di propinsi Heldman Afghanistan. Taliban Afghanistan telah memperingatkan warga setempat agar tidak berhubungan dengan Mullah dan dilarang bergabung dengan IS.

Sebagaimana yang dikemukakan oleh pejabat propinsi Heldman bahwa Mullah mencoba untuk membujuk anggota Taliban untuk bergabung dengan IS dengan iming-iming gaji USD 500 per bulan, membuat pimpinan Taliban naik pitam.

Pada Juni tahun ini, setelah para militan Taliban kalah berperang melawan pasukan Afghanistan, militan IS di Afghanistan mengambil kesempatan untuk menyergap dan menangkap sedikitnya 12 orang militan Taliban. Memancung beberapa di antara mereka guna membuat takut lawan. Meskipun demikian, IS juga terpukul karena 15 orang militannya tewas, 12 orang tertangkap serta belasan lainnya membelot ke Taliban dengan membawa serta senjata, amunisi dan kendaraan IS.

Setelah itu, Taliban mengeluarkan pernyataan keras, mengancam seluruh militan IS agar meninggalkan Afghanistan untuk menghindari pembasmian dari mereka. Dengan makin jelasnya berita kematian pemimpin Taliban Mullah Omar, Taliban Afghanistan juga terjebak dalam perselisihan internal. Dalam situasi demikian ini IS mendapat kesempatan untuk mengekspansi kekuatan di Afghanistan. Bagaimana dengan masa depan Afghanistan? Memang sulit untuk diprediksi. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular