Erabaru.net. Gula merah, gula putih, dan gula batu sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya saat memasak sup manis, membuat kue, atau membuat manisan buah-buahan dan sebagainya itu semua perlu menggunakan gula.

Tapi tahukah Anda jenis makanan apa yang cocok dengan ketiga jenis gula yang dapat membuat nilai tambah pada nutrisi ?

Dan musim yang cocok mengonsumsi gula jenis apa yang lebih baik dalam perawatan kesehatan ?

Apa pun jenisnya, gula memiliki khasiat menawar racun meredakan sakit.

Gula merah, gula putih atau gula batu tidak hanya beda sifatnya, khasiat dalam perawatan kesehatan juga tidak sama.

Dalam beberapa terapi makanan tradisional dan resep kecil, dimana saat meracik obat dengan bahan gula, pastikan penggunaan gula itu sesuai dengan petunjuk atau keterangan dari resepnya.

Hal itu karena jika sembarangan menambah atau mengubah jenis gula, pasti akan mempengaruhi khasiat obat, atau bahkan membuat badan terasa tidak nyaman.

Gula merah : Menambah darah, mengaktifkan sirkulasi darah

Gula merah adalah mitra yang baik bagi kaum perempuan.

Selain menambah darah juga mengaktifkan sirkulasi darah. Ketika kaum hawa menderita dysmenorrhea, umumnya akan menyeduh segelas air gula merah untuk meredakan nyeri haid.

Sementara bagi wanita yang minum air gula merah setelah proses persalinan, bisa menambah darah dan membantu mengeluarkan getah nifas. Kandungan gula dalam gula merah relatif rendah.

Gula merah juga berkhasiat sebagai tonik bagi lansia atau mereka yang fisiknya lemah.

Gula merah kaya akan mineral dan vitamin, dapat merangsang fungsi hematopoietik (pembentuan sel darah).

Selain itu, gula merah bersifat hangat, sangat bermanfaat dalam mengatasi gejala (penyakit) dingin, cocok dikonsumsi pada musim panas dan dingin.

Gula putih : Detoksifikasi, pengobatan darurat

Gula putih yang telah diekstrak, kadar nutrisinya sudah berkurang.

Gula putih merupakan suatu makanan yang lebih condong bersifat asam.

Konsumsi gula putih bisa membuat darah mengarah pada keasaman (sifat).

Jika darah cenderung bersifat asam dalam jangka waktu panjang, racun dalam tubuh akan menumpuk, dan menjadi sarang dari sel kanker.

Karena kandungan gula yang tinggi pada gula putih, sehingga khasiatnya relatif lebih cepat dalam mengatasi keracunan makanan, menawar racun (detoksifikasi).

Dari sisi perawatan kesehatan juga memiliki efek melembabkan dan membersihkan paru-paru, tapi akan berdampak pada kesehatan jika berlebihan.

Share
Tag: Kategori: Gaya Hidup MAKANAN SEHAT

Video Popular