Keterangan foto: Para pemenang Sayembara Manuskrip Buku Puisi 2015. (foto Rpudiyanto/ EBNet)

Sayembara Manuskrip Buku Puisi yang digelar oleh Dewan Kesenian Jakarta telah rampung. Pemenang diumumkan pada acara Pengumuman pemenang Manuskrip Buku Puisi di Teater Kecil, Taman Ismail Marjuki di Jakarta, Selasa (22/12/2015). Ajang tahunan pemberian penghargaan terhadap para pegiat sastra khususnya puisi itu memilih 3 orang pemenang. Naskah sebanyak 574 menjadi angka fenomenal. Pasalnya sejak penghargaan ini diberikan sekitar tahun 1970an, tercatat menjadi peserta buku manuskrip paling banyak.

Antusiasme dari pecinta puisi yang diapresiasi para dewan juri yang terdiri dari Joko Pinurbo, Mikael Johani dan Oka Rusmini. Selama sebulan dewan juri bekerja keras memilih karya-karya yang terkumpul sebelumnya. Joko Pinurbo menyatakan bahwa pemenang yang terpilih bukan berarti memberikan pandangan buruk terhadap puisi karya lainnya. Karena Sayembara Manuskrip Buku Puisi bukanlah ajang penghakiman terhadap karya puisi, namun bertujuan menjaring para penyair-penyair, pecinta, pegiat puisi khususnya yang berserak.

“Kami mengapresiasi seluruh karya-karya puisi yang telah dikirimkan. Namun kami tidaklah menjadikan ajang ini (Sayembara Manuskrip Buku Puisi-red) sebagai penghakiman terhadap karya puisi,” kata penyair kondang yang sering dipanggil Jokpin ini.

Keterangan foto: Para juri Sayembara Manuskrip Buku Puisi 2015. Dari ki-ka, Mikael Johani, Joko Pinurbo dan Oka Rusmini. (foto Rpudiyanto/ EBNet)

Hal yang senada, disampaikan oleh Fikar W Eda, sebagai Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta yang menjadi tuan rumah penyelenggara berharap melalui ajang Sayembara Manuskrip Buku Puisi ini dapat menjaring penyair-penyair yang masih banyak terserak. Pihaknya senang bahwa masih banyak peminat puisi di tanah air, terbukti dengan animo peserta yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Kriteria penilaian meliputi kekuatan tema, kebaharuan dan teknik menulis tema, maka ditetapkan para pemenang Sayembara Manuskrip Buku Puisi 2015.

Juara 1 Norman Erikson Pasaribu dengan judul puisi “Sergius Mencari Bacchus.”

Juara 2 Ni Made Purnama Sari dengan puisi berjudul “Kawitan.”

Juara 3 Cintya Hariadi dengan judul puisi “Ibu Mendulang Anak Berlari”.

(rmat)

 

Share

Video Popular