Minuman energi mengandung banyak kafein dan gula yang tidak baik untuk kesehatan. Rentan memicu risiko yang tidak diinginkan jika minum berlebihan. Meskipun sekaleng minuman energi dapat membangkitkan vitalitas dengan seketika.(Fotolia)

Laman “Asahi Shimbun” dan media lainnya di Jepang menyebutkan, seorang pria usia 20-an yang tinggal di Kyushu, Jepang, tewas keracunan karena asupan kafein yang berlebihan. Ini merupkan kasus kematian pertama di Jepang karena keracunan kafein.

Shoichi Kubota, profesor bidang anatomi dari Universitas Fukuoka, Jepang, yang memimpin autopsi pria naas tersebut mengatakan dalam konferensi persnya, bahwa korban tewas keracunan karena asupan kafein yang berlebihan.

Pria itu mungkin banyak mengonsumsi minuman ringan yang banyak mengandung kafein secara bersamaan dalam waktu singkat, sehingga tewas keracunan kafein, oleh karena itu, Kubota menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, hindari asupan kafein secara berlebihan.

Pria itu adalah seorang pekerja shift malam, saat pulang ke rumah seusai pulang kerja, ia muntah-muntah, dan tak lama kemudian korban tewas.

Setelah otopsi, profesor Kubota menemukan 1 ml darah dalam tubuh korban mengadung 182 mg kafein yang cukup untuk memicu kematian pada seseorang, dari hasil pemeriksan ditemukan bubuk tablet yang mengandung kafein dari kantong perutnya. Kesimpulan awal korban telah menenggak zat itu (kafein).

Korban sebelumnya tidak menderita kasus penyakit, namun, demi untuk menyegarkan semangat, ia minum “minuman berenergi” yang mengandung kafein, pernah muntah 3-4 kali, dan sejak sebelum maut menjemputnya sekitar satu minggu lalu, korban merasa ngantuk dan ingin tidur, sehingga memengaruhi pekrjaannya, kata keluarga korban kepada profesor Kubota.

Kubota menuturkan, bahwa ditilik dari kondisi tersebut, tidak dapat diketahui waktu dan jumlah asupan dari korban, namun, bisa jadi karena dalam waktu singkat telah menyerap minuman ringan (softdrink), tablet (obat) berkafein, sehingga memicu korban tewas keracunan kafein akut.

Jika asupan kafein berlebihan, akan memicu gejala secara mental, misalnya sensitif (mudah tersinggung) dan mudah naik darah, jika serius, akan timbul gejala sakit kepala, kejang, muntah dan gejala keracunan lainnya. Sementara dosis fatalnya (mematikan) adalah antara beberapa gram -10 gram. Di antara minuman ringan (energi) untuk pria, kadar kafein dari setiap kaleng itu rata-rata mengandung 150 ml kafein.

Kubota menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, minuman penyegar semangat bisa dengan mudah dibeli dimana saja, apalagi jika ditambah dengan campuran obat-obatan penyegar semangat yang dijual bebas di pasar, mungkin mencapai dosis yang mematikan. Atau diminum bersamaan dengan berbagai produk yang mengandung kafein, yang tidak tertutup kemungkinan dapat menyebabkan keracunan.

Badan Keamanan Pangan dan Sanitasi di Departemen Kesehatan, Kesejahteraan dan Tenaga Kerja Jepang mengatakan, belum pernah mengetahui kasus kematian karena kafein. Dan terkait jumlah asupan zat kafein juga belum ada peraturan tentang batas atas-nya saat ini, namun, akan dimusyawarakan dengan jawatan terkait setelah mengumpulkan informasi yang relevan. (Jhn/Yant)

Share

Video Popular