Keterangan gambar: Ilustrasi asteroid menabrak bumi. (screenshot video)

Oleh: Mary

Para ahli di Laboratorium Propulsi Jet NASA di California, AS, mengatakan, asteroid yang melintasi bumi menjelang malam Natal yang diberitakan beberapa media itu tidak akan menimbulkan gempa, dan faktanya memang demikian.

Menjelang malam Natal 24 Desember 2015 sekitar pukul 01:00 waktu GMT, sebuah asteroid 2003 SD220 yang berjarak 10,6 juta kilometer itu melintasi Bumi, atau setara dengan 27 kali jarak antara Bumi – Bulan, dan tidak bisa melihat dengan mata telanjang asteroid ini dari bumi, demikian dilansir CBC.

Meskipun kecil (ukurannya hanya 1,24 mil atau 2 km), dan jarak dari Bumi juga cukup jauh, tapi, beberapa media mengklaim bahwa asteroid ini akan menimbulkan ancaman bagi Bumi. Namun, dalam pernyataannya di Twitter, Laboratorium Propulsi Jet NASA di California, AS membantah berita tersebut.

Salah satu teori yang menyebabkan kepunahan masif dinosaurus menyatakan, asteroid raksasa yang menabrak bumi penyebabnya. Sejak saat itu, umat manusia senantiasa dibayangi ketakutan hal yang sama akan terjadi.

Pada 10 Oktober lalu, sebuah asteroid berukuran 2.5 kilometer melintasi bumi, dan sebuah batuan asteroid berukuran setengah kilometer kembali melintasi bumi pada akhir Oktober. Berdasarkan pengetahuan dasar, jika sebuah asteroid berdiameter 400 meter benar-benar menabrak bumi, maka pada dasarnya dapat menghancurkan seluruh kehidupan di bumi.

Asteroid ini melewati bumi tiap beberapa tahun, namun NASA memastikan jaraknya tidak berpotensi mengancam bumi, setidaknya untuk 200 tahun ke depan. Sayangnya, meski cukup besar, namun tidak dapat dilihat pada malam Natal kecuali memakai teleskop khusus. (joni/rmat)

 

 

Share
Tag: Kategori: ASTRONOMI

Video Popular