Keterangan foto: Perwira perekrut mengatakan sampai pada tahap cek kesehatan fisik ini dana yang dikeluarkan oleh pemerintah sudah cukup besar, begitu memecat calon prajurit karena melakukan pelanggaran, bukanlah sesuatu yang baik bagi pemerintah ataupun bagi yang bersangkutan. (internet)

Sehari sebelum keberangkatan

Pada 21 September, hari ketiga saya bekerja, lagi-lagi saya datang ke kantor AL. Mr. Zhu meminta kami agar menitipkan KTP, Green Card dan Kartu Jaminan Sosial kepada kantor AL agar tidak sampai hilang. Sehari sebelum berangkat terbang, dokumen tersebut akan diserahkan kembali pada kami.

Karena Mr. Zhu harus ke rumah sakit, jadi tanggal 23 September pagi hari kami telah tiba di kantor perekrutan AL di Daly city dekat San Francisco. Seorang perwira etnis Filipina menerima kami, hal pertama dilakukan adalah tes narkoba. Setelah semuanya lolos kami diantarkan dengan mobil ke South Bay, San Francisco. Saat naik ke mobil, kaki saya terjepit pintu mobil, saya sendiri tidak merasa apa-apa, sebaliknya justru sang perwira perekrut mengkhawatirkan kondisi saya, jika saja mata kaki saya bermasalah.

Mobil membawa kami menuju Hotel Holiday Inn di South Bay, 5 orang tiba di saat yang sama. Perwira perekrut menggelar rapat kecil dengan kami menjelaskan hal yang diperbolehkan dan dilarang: boleh menemui keluarga di hotel, tapi harus di lobby di lantai 1, keluarga tidak boleh dibawa masuk ke kamar, satu lagi larangan di hotel adalah tidak boleh berpacaran. Dalam hati saya tertawa: darimana adanya pacar? Atau yang dimaksud tidak boleh jatuh cinta pada pandangan pertama?

Setelah tiba di kemp pelatihan, perwira lain yang mendengar kami menceritakan sebuah kisah saat ia menjadi perwira perekrut, kami baru memahami makna kalimat itu, ternyata orang Amerika yang berbudaya terbuka terkadang ada kalanya pemalu juga! Yang dimaksud tidak boleh berpacaran sebenarnya adalah tidak boleh ada hubungan tidak senonoh di hotel.

Sampai di kamar, di ranjang sebelah saya adalah seorang wanita muda dari AU. Ayahnya ingin bergabung dengan militer di masa mudanya tapi berhubung faktor usia tidak berhasil, sehingga dia pun mewakili sang ayah merampungkan niat itu. Pukul 6 petang kami harus menelepon kepada Master Chief kami untuk melaporkan bahwa saya telah siap untuk mengikuti pelatihan. Setelah 3 kali menelepon tidak ada yang menerima, menurut aturan tidak perlu lagi menelepon. Saya agak lega. Saya merasa setiap hal dalam pekerjaan di AL diatur sangat mendetil, setiap hal sekecil apa pun diperhatikan.

Master Chief juga ikut dalam setiap kali rapat rutin bulanan kami, bertanya pada kami mengapa ingin bergabung dengan AL, bercerita tentang kehidupan selama berlayar. Saya ingat ia pernah menceritakan kehidupan sehari-hari di kapal induk, dijelaskan bahwa kapal tersebut ibarat sebuah kota terapung, jika kami ingin berbelanja di amazon.com, AL akan mengirimkannya pada kami dengan pesawat. Pernah suatu kali saya ditanya mengapa menjadi AL, saya baru saja masuk ke ruangan ketika ia menyebut nama saya, ia segera berkata, pembicaraan selesai. Saya merasa sangat aneh. Mr. Guan mengatakan, apa yang saya alami telah diceritakannya kepada Master Chief, jadi beliau merasa tidak perlu menanyakannya lagi.

Pukul 8 malam semua orang yang bersiap mulai bekerja mulai dari AL, AU, Garda Nasional, dikumpulkan di Klub Militer di lantai 1. Masih harus melapor lagi?

Hal-hal yang disampaikan sebelumnya diulangi sekali lagi, kembali ditekankan “tidak boleh berpacaran di hotel”. AL menekankan demikian mungkin karena pernah ada kejadian. AL tidak ingin memecat orang sembarangan, perwira perekrut mengatakan sampai pada tahap cek kesehatan fisik ini dana yang dikeluarkan oleh pemerintah pada diri kami sudah cukup besar, begitu memecat orang karena melakukan pelanggaran, bukanlah sesuatu yang baik bagi pemerintah ataupun bagi yang bersangkutan.

Saya melihat-lihat klub di hotel itu, seperti sebuah aula kegiatan yang besar, bisa bermain video game dan lain-lain. Orang Amerika suka bersenang-senang, dalam hal ini AL juga cukup murah hati, malam itu klub disediakan bagi anak-anak dewasa itu untuk bersenang-senang.

Setelah acara dibubarkan masih ada beberapa orang tetap tinggal di klub untuk bermain. Saya kembali ke kamar dan tak lama kemudian saya beristirahat mempersiapkan diri untuk perjalanan esok hari. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular