Keterangan foto: “New Institutional Economics” meskipun berpengaruh terhadap kalangan akademisi Tiongkok, namun tidak bisa diaplikasikan. Foto adalah cover buku karya North yang berjudul “Institutions, Rights, and Economic Growth”. (foto internet)

Oleh: Dr. Frank Tian, Xie

Douglass Cecil North semasa hidupnya adalah seorang dosen di University of Washington di kampus Seattle, senin lalu North tutup usia 95 tahun di kediamannya di Michigan, hanya terpaut 3 hari dari hari thanksgiving, Kamis (26/11/2015). Masyarakat mengenang sumbangsih North dengan teori ekonominya, juga mendapati teori “New Institutional Economics” pemikiran North walalupun mempengaruhi kalangan akademisi Tiongkok secara mendalam, namun ternyata tidak mampu menimbulkan dampak yang sesungguhnya bagi institusional di RRT.

North adalah salah seorang guru besar di negara Barat yang sangat dikenal di kalangan ekonomi RRT, hampir setiap bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin. Teori kepemilikan properti dan teori perubahan institusionalnya memberikan makna tutorial bagi ekonomi RRT, namun tutorial hanya tinggal tutorial, teori yang sangat diterima masyarakat serta telah mengungkap karakter mendasar perekonomian Tiongkok ini ternyata tidak aplikatif.

Model Teori North

Saat lulus dari University of California-Berkeley di tahun 1942, North bukan meraih gelar sarjana atau dua gelar, melainkan tiga gelar sekaligus yakni ilmu politik, ilmu filsuf, dan ilmu ekonomi! Satu dekade kemudian, ia meraih gelar doktor ekonomi di kampus Berkeley. Pada 1993, di suatu pagi saat diberitahu ia dianugerahkan hadiah Nobel bidang ekonomi, saat menerima telepon itu ia sedang mengajar dan ia menolak semua wawancara media massa sampai seluruh pelajaran yang telah dijadwalkan selesai.

Karir akademis North berlangsung 70 tahun lamanya, ini adalah hal yang sangat langka dalam hal riset sejarah ekonomi. Seumur hidupnya ia meneliti masalah yang sangat sederhana tapi memiliki begitu banyak perubahan, yakni mengapa ada sejumlah negara bisa menjadi makmur, sedangkan negara lainnya tetap miskin?

Hasil riset North memiliki makna panduan yang sangat penting bagi perkembangan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat serta terhadap revolusi industri, juga memberikan paparan yang sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi RRT.

Sebagai seorang sejarawan ekonomi, spesialisasi North terbentuk dari politik dan institusi (sistem) ekonomi, serta dampak institusi terhadap pertumbuhan ekonomi. North bersama Robert Fogel dari University of Chicago meraih hadiah Nobel ekonomi itu bersama-sama, karena mereka telah “menggunakan teori ekonomi dan metode kuantitatif untuk memperbaiki riset terhadap sejarah ekonomi, serta menggunakannya menjelaskan perubahan pada ekonomi dan institusi (sistem).”

North juga meneliti dampak penyakit “pes (Black Death)” terhadap ekonomi pada abad ke-14. Waktu itu, penyakit menular yang sangat mematikan itu telah merenggut nyawa puluhan juta jiwa di Eropa dan Asia, membuat tenaga kerja dunia menyusut drastis.

Di musim panas, North dan istrinya lebih senang berdiam di utara Michigan, di pagi hari ia melakukan riset, di sore hari mendaki gunung bersama anjingnya, atau bermain tenis atau berenang, dan mendengarkan musik di malam hari. Selain itu ia juga hobi memasak, mengemudikan mobil sport-nya, fotografi, memancing, berburu, menerbangkan pesawat, dan juga memiliki dua lahan pertanian. Lahan pertaniannya seluas 64,7 hektar (160 acre) di pedalaman California utara dibelinya dengan harga hanya USD 10 per acre, dan uang itu didapatnya dari hasil memenangkan permainan poker. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular