Keterangan gambar: Poster “Son of God”. (Fox)

Oleh: Zhang Ge

Nyala api percobaan akan tiba

Dalam film tersebut, Petrus sebagai murid pertama dari 12 murid mengikuti Yesus berkhotbah dimana-mana dan banyak menyaksikan mukjizat dengan mata kepala sendiri, juga tahu bahwa Yesus adalah “Son of God” seperti yang disampaikan dalam ramalan. Ketika Yesus mengatakan kepada murid-muridnya bahwa Dia akan ditangkap di Yerusalem, dicampakkan dan dibunuh, Petrus menyatakan akan pergi bersamaNya ke penjara.

Ketika penindasan besar dari dunia luar menyerang murid-murid Yesus, sebelum ayam jantan berkokok, Petrus tiga kali menyangkal sebagai pengikut Yesus. Ketika Yesus dicambuk oleh tentara Romawi, dipermalukan, dicerca dan diludahi oleh penduduk Roma, di bawah tekanan yang luar biasa, pada saat itu murid-muridNya tidak ada seorangpun yang berani tampil keluar. Jika di hari ini kembali dipentaskan adegan yang sama/serupa, maka orang-orang tegar yang menghadapi tekanan kekuatan politik, teraniaya dan menghadapi fitnahan dunia luar, bukankah selayaknya orang-orang tersebut memperoleh respek dari masyarakat?

Petrus yang tiga kali menyangkal sebagai murid Yesus setelah kejadian menangis penuh penyesalan. Pasca kebangkitan Yesus, Petrus bangkit memperbaiki keyakinan imannya. Kaisar Nero dari Kekaisaran Romawi dalam rangka menganiaya orang Kristen, membakar Roma, untuk itu ia menimpakan tindakannya itu kepada orang-orang Kristen. Demi menjaga keimanan dan loyalitasnya terhadap Kristus, Petrus rela menjadi martir. Sebelum ia disalibkan, ia menyemangati teman seimannya untuk mendambakan sinar kemuliaan Allah yang kudus: “Ketika tempaan berupa api telah tiba, jangan menganggapnya aneh.”

Nubuat menyatakan Yesus akan disalibkan, dan akan dipaku diantara dua penjahat. Salah satu penjahat mengatakan: “Bukankah engkau Mesias (juru selamat)? Selamatkan kami dan dirimu sendiri!”

Penjahat kedua menyangkalnya: “Apa yang kau katakan, Dia dan kami sama-sama dihukum, tetapi Dia tak berdosa.”

Pada saat itu Yesus mengalami rasa sakit yang hebat, memutar kepalanya dan dengan senyum meyakinkan mengatakan kepada penjahat yang kedua: “Hari ini engkau dan Aku akan berada di surga.”

Penjahat yang membela Yesus, ia percaya bahwa Yesus tidak bersalah, difitnah dan disiksa, melulu sepatah kata keadilan ini, ia pun mendapat pembebasan (dari dosa). Dari adegan ini bisa disaksikan betapa Tuhan menyelamatkan manusia tanpa mengharapkan imbalan apapun, namun demi menyelamatkan dunia bahkan harus menahan derta sakit dan pelecehan yang hebat, tetapi batasan/acuan dasarnya hanya satu, yakni percaya, percaya kepada Nya. Jika Anda tidak percaya, tapi berharap untuk memperoleh penyelamatan adalah bagaikan bayangan bulan dalam air.

Nubuat pertempuran antara baik dan jahat

Dalam film itu, para nabi menerima wahyu dari Tuhan dan meninggalkan banyak nubuat. Tujuannya adalah untuk mengingatkan manusia di dunia: pengorbanan agung anak Allah, adalah demi membuka jalan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya, sehingga manusia dan Allah bisa bersama selamanya .

Hari ini, dua ribu tahun kemudian, rekonstruksi adegan yang serupa, muncul sejumlah besar nubuat dari Timur ke Barat, nubuat-nubuat itu memiliki kesamaan, Allah akan datang kembali untuk menyelamatkan manusia dunia dan mengadili kejahatan.

Salah satu dari 12 murid Yesus yaitu Johannes, kuat diduga sebagai penulis nubuat klasik Barat kitab “Wahyu”. Ia diperintahkan untuk dibuang oleh Kaisar Domitianus ke pulau terpencil di Laut Aegea. Pada suatu hari di pulau terpencil itu, Yesus menunjukkan sejumlah besar fenomena (supranatural) kepada Yohanes yakni: Naga Merah yang telah memikat negara-negara di dunia; katak si roh jahat; binatang perwujudan dari roh jahat mengetokkan stempel pada tangan kanan dan dahi manusia. Ketika tiba pengadilan akbar pada akhir zaman, Tuhan akan menghukum para setan dan Iblis serta malaikat yang terjatuh akhlaknya; kemegahan dan keanggunan Yerusalem Baru; fenomena keindahan langit-bumi-dunia yang baru. Johannes seolah dalam sekali tarikan nafas telah berhasil menuliskan kitab “Wahyu” berdasarkan pengungkapan ganjil yang dipertontonkan kepadanya.

Pada umumnya yang dimaksud dengan Naga Merah yang dibahas dalam kitab “Wahyu” itu adalah Partai Komunis. Lantas siapakah si Katak dalam ramalan itu?

Dalam nubuat disebutkan, “Seekor binatang yang muncul dari dalam laut”; “Roh yang tercemar, sepertinya adalah katak”; “Naga pun menambahkan kepada binatang itu sebuah moncong yang menghujat dan berceloteh berlebihan, juga telah memberinya suatu mesin kekuasaan yang otoriter selama 42 bulan.”

Kitab “Wahyu” disamping meramalkan keburukan kekuasaan jahat, juga telah memprediksi dunia baru yang indah. Ramalan ini memperingatkaan pada umat manusia: Sebelum memasuki Era Baru, manusia akan memasuki bencana yang belum pernah ada sebelumnya. Sang Raja Diraja akan memimpin para Dewa/malaikat turun ke bumi, dan melancarkan perang besar antara baik dan jahat terhadap kekuatan jahat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sutra Buddha dari Timur juga meramalkan, ketika bunga Udumbara yang hanya mekar sekali dalam 3000 tahun, sang Chakravartin Dhamma (Raja Suci Pemutar Roda) akan datang ke dunia. Chakravartin tidak menggunakan kekerasan melainkan dengan keadilan menggerakkan roda Dharma, demi mendukung dan berselaras dengan raja ideal dari bumi. Disaat ini di seluruh dunia diam-diam telah bermekaran bunga Udumbara ini dimana-mana, dan beritanya sering muncul dari waktu ke waktu. Jika utusan Tuhan datang ke bumi mengikuti jejak sang Chakravartin, mereka tidak menunjukkan tanda-tanda mukjizat, akankah orang-orang mendengarkan dusta dari binatang yang memegang kekuasaan itu atau wejangan dari sang Utusan? Pertempuran antara baik dan jahat akan berlangsung antara para pihak yang diberi kepercayaan.

Film “Son of God” menunjukkan hikmah mendalam umat manusia 2000 tahun silam. Hari ini, setelah 2000 tahun, apakah orang-orang telah menghayati sisi positifnya dan bukan sisi negatifnya?

Dalam film itu, tatkala Yesus sedang menghadapi maut dan berdoa kepada Tuhan agar mengampuni mereka yang menyiksa dan menertawakannya, yakni para warga dan tentara Romawi yang bertindak membabi buta menuruti perintah atasan. Sang Suci disaat menjelang ajal, yang Ia pikirkan bukanlah diri sendiri melainkan orang lain.

Setelah kebangkitan Yesus, muncul keajaiban selama 40 hari. Hal itu telah memperkuat iman para muridNya. Selama 300 tahun penganiayaan brutal terhadap orang Kristen di Kekaisaran Romawi, sejumlah orang Kristen dilempar ke arena pertarungan binatang buas, digigit dan dicabik-cabik binatang buas, atau dibakar bak obor menyala di malam hari. Berbagai penyiksaan keji tersebut tidak membuat kaum Nasrani kehilangan keteguhan iman mereka.

Demi menebus dosa umat manusia di dunia, Yesus disalibkan. Para murid Yesus mati syahid demi mematuhi iman. Di tahun-tahun penuh penderitaan tak terperikan dan demi umat manusia, dijadikan korban oleh manusia, setelah ratusan tahun kemuliaan dan kesucian mereka barulah secara luas diketahui dunia.

Hari ini, juga terdapat sejumlah orang, demi mempertahankan keyakinan mereka, mengorbankan diri dengan nyawa mereka, perbuatan kebajikan mereka disembunyikan oleh kebohongan si naga merah dan pandangan bias sebagian masyarakat. Semoga manusia di dunia zaman modern ini dapat mengambil himah positif dari penyaliban Yesus Kristus. (hui/whs/rmat)

TAMAT

 

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular