Keterangan gambar: Ilustrasi sabuk di alam semesta (biru dan putih) membentang sekitar 250,000 tahun cahaya, merentang di kedalaman ruang angkasa. (Pencitraan X-ray: NASA / CXC / University of Bonn / G Schellenberger etc, optical image: INT)

Oleh: Lin Yan

Dengan mengamati ruang angkasa, bisa membuat kita merasakan betapa kecilnya kita ini. Baru-baru ini, NASA berhasil mengamati sebuah sabuk di alam semesta, yang membentang sekitar 250,000 tahun cahaya, dan merentang hingga di kedalaman ruang angkasa. Pada saat orang-orang sedang menikmati pemandangan yang menakjubkan, tidak bisa tidak membuat mereka berdecak takjub dengan luasnya semesta alam.

Sabuk di alam semesta ini sebenarnya adalah sebuah materi gas yang terbentuk dari semburan galaksi yang berhasil diamati oleh Chandra X-ray Observatory milik NASA, jaraknya sekitar 700 juta tahun cahaya dari bumi. Artinya, karena jaraknya yang jauh dan karakteristik dari komponennya, sehingga tidak dapat disaksikan dengan mata telanjang, dan hanya dengan bantuan pencitraan X-ray baru bisa menyaksikan bayangan dari sosoknya yang maha besar itu.

Melansir laman “Washington Post” (22/12/2015), pemandangan seperti itu memang menakjubkan. Hanya sesabuk itu saja, di luar dugaan panjangnya dua kali-nya diameter galaksi kita! Sehingga tidak bisa tidak hal itu membuat kita merasakan betapa kecilnya kita ini!

Keterangan gambar: Sebagian keberadaan sabuk gas yang diperbesar (chandra.si.edu)

Galaksi CGCG 254-021 yang menyemburkan sabuk raksasa itu terletak di dalam cluster galaksi Zwicky 8338. Karena interaksi antargalaksi, galaksi di ruang antar galaksi ini menyemburkan sabuk gas ekstrim panjang, dengan suhu hingga 10 juta derajat celcius, tampak jelas warna birunya yang terang di bawah pandangan teleskop sinar-X.

Para peneliti memperkirakan, bagian ujung dari sabuk itu paling terang, mungkin disebabkan suhu yang relatif rendah dan kandungan unsur-unsur berat. Dan komponen-komponen ini dari warna primernya mungkin akan ikut bersama pembentukan bintang. Selain temuan terkait, galaksi CGCG254-021 tersebut sebelumnya merupakan salah satu galaksi yang paling aktif, dan pernah menghasilkan banyak bintang, tapi sekarang berhenti beraktivitas. tidak lagi kegiatan. Alasannya karena komponen pembentukan bintang itu semua dilepaskan ke ruang antar galaksi dalam bentuk sabuk gas.

Keterangan gambar: Visual gelap lebih jelas menunjukkan pembentukan sabuk gas (chandra.si.edu)

Dalam pernyataannya, Thomas Reiprich, ilmuwan dari University of Bonn , Jerman, mengatakan, “Jarak antara galaksi dengan ekor itu mungkin memberitahu kepada kita bahwa gas di galaksi itu benar-benar sudah habis. Artinya ekornya telah terputus dari galaksi. (joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular