Keterangan foto: Suami istri Mark Zuckerberg bersama putri kesayangan mereka Max. (wikipedia)

Oleh: Cai Shenkun

Dua hari setelah kelahiran sang putri, Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa ia beserta istri Priscilla Chan menyumbangkan 99% seluruh saham Facebook yang mereka miliki yang nilai harga pasarnya mencapai 45 miliar dollar AS (613 triliun rupiah).

Pasangan Zuckerberg menyebutkan bahwa anak perempuan mereka bernama Max, dan pasangan suami-isteri ini akan melakukan sumbangan amal melalui entitas baru yang diberi nama Chan Zuckerberg Initiativec. Dalam surat Zuckerberg yang ditujukan kepada anak perempuannya disebutkan bahwa pada awalnya bidang yang mereka perhatikan adalah “pembelajaran karakteristik, penyembuhan dan terapi penyakit serta mendirikan sebuah pemukiman besar agar semua orang bisa tetap terhubung”.

Mengapa Zuckerberg pendiri Facebook ini mau menyumbang total hampir hartanya?

Sebenarnya Bill Gates sejak awal sudah memberikan jawabannya. Ketika Bill Gates memutuskan menyumbangkan seluruh harta kekayaannya senilai 58 miliar dollar AS (790 triliun rupiah) kepada Bill & Milinda Gates Foundation, Gates menyatakan bahwa hal itu merupakan keputusannya bersama sang istri Milinda.

“Kami memutuskan tidak akan membagikan harta kami kepada anak-anak kami. Kami berharap bahwa metode tersebut dapat menghasilkan pengaruh yang paling positif bagi masyarakat,” kata Gates.

Yayasan yang diberi nama Bill & Milinda Gates Foundation ini adalah organisasi amal swasta yang berskala paling besar di dunia, dananya 3 kali lipat dari Ford Foundation dan 10 kali lipat dari Yayasan Rockefeller.

Dana super besar yang disumbangkan oleh Bill Gates dan Warren Buffett ini pernah menggemparkan dunia serta menggerakkan para milyarder Amerika Serikat menjadi lebih bermurah hati. Tentunya juga ada perkecualian, konglomerat seperti Rogers demi menghindari pajak bahkan mereka rela hengkang dari AS. Namun kebanyakan orang kaya AS tidak menyisakan harta kekayaan mereka kepada anak-anak mereka. AS menjunjung tinggi perjuangan pribadi untuk menjadi kaya, tidak seperti negara-negara lain memuliakan gelar dan kekayaan turun-temurun.

Banyak pengusaha AS yang sukses melalui perjuangan gigih tidak percaya bahwa harta kekayaan bisa diturunkan. Mereka tahu bahwa anak orang kaya yang tumbuh besar dalam tumpukan uang, seumur hidup mereka tidak khawatir akan makan dan minum, tanpa susah dan risau, maka mereka mudah terbiasa dengan kebiasaan buruk yakni pemborosan berlebihan dan hidup berleha-leha. Uang bukan hanya tidak bisa memberikan mereka kebahagiaan malah sebaliknya bisa mencelakakan generasi penerus.

Gates, Buffett, Zuckerberg adalah wakil orang kaya Amerika Serikat dimasa sekarang yang sangat luar biasa. Mereka meneruskan prinsip bahwa “walau seberapa kaya juga tidak akan membuat anak menjadi kaya.” Mereka menyumbangkan uang mereka pada masyarakat bukan menyisakan kekayaan mereka pada anak keturunan mereka. Gates pernah berkata, “Ketika Anda memiliki 100 juta dollar AS, maka Anda akan mengerti bahwa uang hanyalah semacam tanda baca saja sama sekali tidak ada maknanya.”

Gates pernah berkali-kali mengumumkan secara terbuka, “Saya tidak akan meninggalkan uang pada generasi penerus saya karena saya berpendapat hal tersebut sama sekali tidak berfaedah bagi mereka.”

Konsep Buffett bahkan lebih meremehkan kekayaan keturunan, “Saya sama sekali tidak percaya akan model kekayaan ala pewarisan keturunan kerajaan.”

Buffett ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang mengapa tidak meninggalkan harta kekayaannya kepada anak mengatakan, ia berpendapat bahwa kekayaannya adalah anugerah dari Tuhan dan seluruhnya bersumber dari masyarakat maka pada akhirnya juga harus diumpan balik ke masyarakat.

Banyak orang kaya Amerika juga setuju pada pandangan raja baja Carnegie, “Seseorang jika disaat meninggal dunia, harta kekayaannya masih berlimpah adalah suatu kehinaan.”

Selain itu di AS juga ada penuturan yang mengatakan, “Tidak ada orang yang bisa membebaskan diri dari pajak dan kematian.”

Orang Amerika memandang pajak sebagai suatu kewajiban, tentunya orang kaya terlebih lagi tidak ada perkecualian. Orang kaya menyetujui masyarakat memahami pemerintah, berpendapat bahwa pemerintah sama seperti satu keluarga, membutuhkan beraneka ragam pembiayaan dan investasi terhadap masyarakat. Dengan demikian maka Negara harus ada penghasilan, maka itu memungut pajak merupakan keharusan dan melarikan diri dari pajak adalah semacam kehinaan.

Banyak orang AS tidak mewariskan harta kekayaan pada anak cucu sendiri, dan kaum mudanya juga tidak tertarik pada harta warisan, mereka lebih menghargai berhasil dimulai dari nol, demi merealisasikan “mimpi Amerika” diri sendiri. Buffett pernah berkata, “Saya berharap 3 orang anak saya mempunyai energi yang cukup untuk melakukan hal yang mereka ingin lakukan, dan bukan tidak melakukan apapun karena memiliki uang terlalu banyak.”

Lebih banyak lagi orang Amerika yang berpendapat bahwa orang tua memanjakan anak, membuat anak hanya bisa menikmati, mungkin hal itu adalah sesuatu yang paling celaka dalam kehidupannya. Karena dengan demikian engkau akan membuat anakmu kehilangan peluang berpengalaman menjadi sukses dan mengalami kegagalan. Mereka tidak ingin anak-anak mereka menjadi orang kaya tanpa jerih payah, mengkhawatirkan anak mereka mendapatkan harta berjumlah besar dengan mudah akan mengekang kemampuan mereka, sehingga dapat menjadi orang yang hanya bisa menjaga harta dan bersenang-senang saja dan tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan harta kekayaan, bahkan akan bisa mendorong mereka jatuh ke jurang yang kelam.

Banyak sekali orang kaya Amerika berpendapat bahwa kehidupan keluarga mereka sudah sangat bagus, dan “kekayaan tidak seharusnya hanya terkumpul dalam tangan beberapa gelintir orang saja”. William senior, ayah Bill Gates pernah menulis sebuah surat permohonan pada mantan Presiden Bush, dalam surat itu ia mengatakan bahwa menghapus pajak warisan akan membuat anak-anak dari milyarder dan konglomerat AS memperoleh tanpa berjerih payah, membuat orang kaya menjadi kaya selamanya dan orang miskin menjadi miskin selamanya. Hal tersebut akan melukai orang miskin dan keluarga mereka. Itu sebabnya ia bersikeras menolak kebijakan menghapuskan pajak warisan Presiden Bush. Dalam rapat besar pemegang saham perusahaan, Buffett pernah berkata di hadapan anaknya, “Pemikiran yang menganggap bahwa asalkan terlahir dalam rahim ibu yang benar maka seumur hidup sudah tidak perlu khawatir akan sandang pangan, itu telah melukai konsep keadilan dalam hati saya.” (lin/whs/rmat)

 

Share

Video Popular