Tubuh kita secara alami menghasilkan steroid yang membuat kita tetap sehat, tetapi steroid sintetis mendorong racun lebih dalam tubuh kita. (Foto: Shutterstock)

Oleh: dr. Soe Hyo – Seok

Dalam dua artikel sebelumnya, saya telah menjelas¬kan prinsip-prinsip mengobati dan menyembuhkan total penyakit kulit seperti eksim. Dalam artikel kali ini saya akan menjelaskan mengapa kortikosteroid, zat yang se¬cara luas digunakan untuk mengobati masalah kulit, sebenarnya menurunkan kesehatan banyak pasien dan tidak pernah benar-benar menyembuhkannya.

Pertama, penting untuk memahami bagaimana kortikosteroid bekerja. Kortikosteroid meniru hormon adrenal, yang mengurangi peradangan dengan menekan fungsi kekebalan tubuh.

Adrenal adalah dua kelenjar berbentuk segitiga yang menempel di atas ginjal. Setiap adrenal dibagi menjadi dua bagian yang berbeda, bagian eksternal, korteks, dan bagian dalam, medula. Korteks bertanggungjawab mengatur fungsi kekebalan tubuh dan hal ini sebagian dengan memproduksi kortisol, yakni hormon anti-inflamasi, yang merupakan kortikosteroid alami.

Meskipun kortikosteroid alami yang dihasilkan oleh tubuh kita tidak memiliki efek samping, namun steroid sintetis pasti disertai dengan efek samping.

Ketika tubuh manusia berada dalam kondisi stres, maka tubuh akan merespon dengan menyatakan keadaan darurat. Pertama-tama adrenalin dilepaskan, diikuti kortisol beberapa menit kemudian. Kortisol membantu mempertahankan fungsi vital seperti tekanan darah tapi menekan fungsi yang tidak segera vital seperti kekebalan dan pencernaan. Namun, jika stres yang dialami kronis, maka “kondisi darurat” terus bersama dengan penekanan kekebalan yang kuat dan anti-inflamasi.

Fungsi anti-inflamasi yang kuat ini, menjadi alasan mengapa kortikosteroid banyak digunakan sebagai obat untuk inflamasi kulit seperti eksim.

Namun masalahnya, mayoritas penyakit menimbulkan peradangan sebagai mekanisme pertahanan diri, dan peradangan yang membantu tubuh kita memerangi patogen. Kortikosteroid sintetis yang berlebihan dapat menekan aksi inflamasi dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan terjadi perbaikan sementara dalam kondisi peradangan seperti ruam. Namun, ia juga memungkinkan patogen untuk masuk lebih dalam ke dalam tubuh, karena tubuh mengandalkan mekanisme normal pertahanan untuk membasmi patogen.

Dengan demikian, penggunaan steroid yang berkelanjutan akan menghalangi fungsi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan proliferasi patogen dan infeksi yang menjengkelkan.

Jika steroid digunakan dalam waktu yang lama, tubuh akan benar-benar hancur karena efek samping labirin yang serius, termasuk tekanan darah meningkat, luka-luka dan perubahan warna (atrophoderma) pada kulit, obesitas, pembengkakan wajah, diabetes, tekanan darah tinggi, depresi, katarak, osteoporosis, dan banyak lagi.

Biarkan tubuh menyembuhkan sendiri

Di era modern, banyak orang menjadi sangat sibuk dan tidak sabaran. Mereka cenderung mencari obat yang dapat bekerja cepat dan bahkan tak segan pergi ke rumah sakit hanya untuk penyakit yang ringan. Pengurangan nyeri, gejala pasifikasi, anti-biosis, dan anti-inflamasi merupakan empat tujuan utama dari pengobatan modern. Dan steroid, obat anti-inflamasi yang paling kuat bagi umat manusia telah dikembangkan hingga sejauh ini.

Oleh karena itu, steroid yang diresepkan menjadi sangat luas penggunaannya untuk penyakit inflamasi, termasuk penyakit kulit, arthritis dan penyakit rematik lainnya, penyakit alergi, penyakit mata, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, dan penyakit yang melibatkan tumor.

Ketika pasien datang ke rumah sakit dengan penuh luka, pertama kali dokter akan memberikan steroid untuk mengatasi peradangan, karena penyebab penyakit ini tidak diketahui. Hal ini sama dengan obat penurun panas. Dokter akan menurunkan demamnya terlebih dahulu tanpa memeriksa penyebab penyakitnya. Meskipun dalam saat krisis tertentu, misalnya demam yang melebihi dari 40 derajat Celcius, bisa menyelamatkan nyawa, tapi tidak mengobati penyakit secara mendasar.

Steroid dan obat penurun panas seperti sebuah truk pemadam kebakaran yang memadamkan api kemudian pergi meninggalkannya. Namun masih banyak perbaikan yang harus dilakukan.

Agar tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri, maka faktor kunci dalam imunitas, paru-paru, harus dibuat lebih sehat. Ketika vitalitas paru-paru dipulihkan, ginjal juga menjadi lebih sehat, sehingga akan menjamin peningkatan kesehatan kelenjar adrenal.

Paru-paru yang bersih akan seperti cermin yang bening, mampu mencerminkan semua masalah yang telah terakumulasi dalam tubuh selama ini. Sistem kekebalan tubuh akan melihat ke dalam cermin ini dan dengan mudah menemukan di mana masalahnya, di mana zat beracun telah terakumulasi dalam tubuh, dan mengirimkan perintah untuk memperlakukan mereka secara efektif.

Ketika semua racun kimia dan limbah terakumulasi dalam tubuh telah terdeteksi dan habis, kulit akan menjadi lebih bersinar dan lebih bersih, dan bahkan pasien yang memiliki banyak penyakit kronis, dapat secara ajaib diatasi secara tuntas.

Durasi pengobatan

Lamanya pengobatan sebanding dengan durasi penggunaan steroid. Penyembuhan tubuh yang secara menyeluruh akan membutuhkan waktu, dan lamanya waktu yang dibutuhkan tergantung pada bentuk steroid dan berapa lama digunakan.

Dibandingkan dengan salep steroid yang untuk dioleskan pada permukaan kulit, obat steroid oral memiliki efek samping yang lebih parah karena akan diedarkan ke seluruh tubuh dan dapat lebih mengganggu sistem endokrin.

Berdasarkan pengalaman klinis selama 42 tahun terakhir, saya menemukan bahwa periode standar pengobatan untuk alergi atopik seperti eksim, demam, dan asma, membutuhkan waktu kira-kira enam bulan untuk membersihkan paru-paru pasien dengan obat herbal dan terapi yang sesuai. Sekitar 60 persen dari pasien ini berhasil melepaskan semua racun selama periode ini dan sembuh.

Saya menyebut para pasien ini sebagai siswa yang terhormat dan menganggap bahwa mereka telah lulus dari pemulihan. Untuk pasien yang tersisa, saya mengkategorikannya ke dalam empat kelas. Pasien di kelas 1 membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk sembuh dan menjadi kelas lulusan kedua. Sedangkan untuk pasien kelas 4, saya sebut sebagai kelas pecandu, umumnya mereka memiliki gejala seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan osteoporosis, sehingga membutuhkan waktu lebih dari tiga setengah tahun untuk benar-benar menyembuhkannya. Pasien di kelas2 memakan waktu sekitar dua tahun untuk sembuh, dan pasien di kelas 3 membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.

Ada beberapa kesulitan untuk mendefinisikan kelas-kelas ini, karena tidak ada perangkat atau tes darah untuk mengukur tingkat steroid yang masih tersembunyi di dalam tubuh pasien. Namun untungnya, saya bisa memprediksi sejauh mana penggunaan steroid berdasarkan dimana pasien Korea saya menerima pengobatan.

Sebagian besar pasien Korea saya yang terkategori kelas 1 dan 2, telah dirawat sebelumnya oleh klinik dermatologi lokal atau klinik dermatologi di rumah sakit universitas. Klinik dermatologi yang lebih kecil dan rumah sakit universitas pada umumnya meresepkan dosis steroid yang lebih rendah, dengan demikian jumlah residu steroid dalam tubuh mereka relatif rendah.

Pasien saya yang telah dirawat di klinik dermatologi terkenal biasanya terkategori dalam kelas 3 dan 4, karena klinik dermatologi yang terkenal biasanya memiliki kecenderungan untuk meresepkan dosis steroid yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lama.

Jenis keringat yang tepat

Terlepas dari apakah perawatan steroid telah digunakan atau tidak, pasien dengan penyakit kulit, termasuk eksim, pasti berkeringat. Lamanya pengobatan akan dua kali lebih lama jika mereka tidak berkeringat. Namun begitu, ada beberapa metode yang lebih efektif.

Biasanya ketika seseorang diberitahu untuk berkeringat, maka reaksi langsung mereka, “Oke, saya akan berolahraga.” Namun, untuk menghilangkan penyakit, Anda perlu menginduksi keringat dari dalam tubuh.

Keringat semacam ini sulit dilakukan dengan latihan sendiri, karena biasanya ketika kita berolahraga, kita mulai berkeringat dari kepala dan dahi. Jika kita berolahraga lebih keras, maka tubuh bagian atas akan mulai berkeringat. Namun, apa yang kita inginkan adalah berkeringat di bagian bawah tubuh kita. Dalam rangka memastikan bahwa pori-pori keringat dari tubuh bagian bawah terbuka, maka tulang kering kita perlu berkeringat.

Mendapatkan tulang kering berkeringat sulit dengan olahraga, jadi saya sarankan untuk mandi sauna atau mandi air panas untuk menginduksi jenis keringat yang benar-benar mendalam. Jika karena alasan tertentu Anda tidak dapat menenggelamkan seluruh tubuh ke dalam air hangat, maka merendamkan tubuh bagian bawah saja adalah pilihan terbaik berikutnya. (Ajg)

Bersambung

Dr. Seo Hyo Seok adalah direktur Rumah Sakit Pengobatan Pyunkang Korea, yang memiliki tujuh cabang di Korea Selatan, satu di Stanton University, California, dan satu lagi di Atlanta, keduanya di AS. Dr. Seo termasuk peringkat atas dari Kyung Hee University, Korea, dan telah bertahun-tahun melakukan penelitian untuk mengembangkan formula herbal Pyunkang-Hwan, yang dapat meningkatkan kekebalan dengan memperkuat fungsi paru-paru. Ia telah membantu penyembuhan lebih 155.000 pasien dari berbagai kondisi.

Share

Video Popular