Keterangan foto: Pada 16 Mei, kabupaten Linshui, kota Guangan, provinsi Sichuan melakukan aksi demo besar-besaran, pemerintah Guangan pun mengirim sejumlah besar polisi tiba di Linshui, akhirnya aksi demo berubah menjadi bentrok massal berskala besar antara pihak polisi dengan warga Linshui.

Oleh: Gu Xiaohua

7. Satpol PP Kota Guangxi Aniaya PKL, Warga Kepung Pemkot

Profesi pengawas kota (satpol PP) di RRT sangat dicemooh rakyat Tiongkok, bisa dikatakan semua orang sangat antipati terhadap mereka. Di tahun 2015 kerap terjadi peristiwa massa akibat kasus pengawas kota yang suka menganinaya para PKL, dalam skala kecil saja bisa melibatkan massa sebanyak ribuan orang, yang berskala besar melibatkan hingga puluhan ribu warga, dan sempat menjadi berita utama di berbagai surat kabar.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian mengatakan pada reporter Dajiyuan (Epoch Times), warga yang mengerumuni mencapai puluhan ribu orang dan menyebabkan lalu lintas lumpuh total. Kemudian hampir seribu personel polisi dan polisi bersenjata tiba di lokasi, emosi warga semakin memuncak pengawas kota dikepung warga, polisi bersenjata pun akhirnya diutus untuk membebaskannya. Peristiwa bentrok tersebut terus berlangsung hingga pukul dua dini hari.

8. Warga Protes Pencemaran, Konflik Meletus, Polisi Lepaskan Tembakan

1 November lalu, puluhan ribu warga kota Raobu kabupaten Poyang propinsi Jiangxi berunjuk rasa di pabrik bahan kimia Heng Xiang, memprotes pencemaran lingkungan yang diakibatkan perusahaan tersebut. Warga setempat telah bertahun-tahun menderita akibat gas beracun dan air tercemar produk limbah pabrik itu.

Karena polusi dari pabrik kimia mengakibatkan produk pertanian setempat menurun tajam, ikan di sungai Le-an banyak yang mati, pemandangan indah di tepi sungai Le-an pun tak lagi ada, anak-anak sudah tidak bisa lagi bermain air di sungai seperti dulu. Pabrik tersebut kerap diprotes warga setempat juga dari kota tetangga, namun selalu ditekan oleh pemerintah setempat, dengan menangkap banyak warga dan dijatuhi hukuman.

9. Warga Halangi Pembangunan Lahan Buangan Sampah, Polisi Lepaskan Tembakan

Proyek Green Power Plant di kota Jinzhao wilayah Chaoyang (yang sebenarnya pembangkit listrik dengan membakar sampah) ditentang oleh puluhan ribu warga setempat. 29 November lalu, warga menghalangi pengerjaan proyek pembangkit listrik dengan membakar sampai tersebut, konflik dengan 1000 personel polisi pun terjadi, 11 desa di sekitar mendapat serangan gas air mata, polisi menangkap warga secara ilegal.

Tindakan anarkis polisi memicu kemarahan warga, tanggal 30 November ribuan warga seluruh kota mendatangi kantor pemerintah untuk menuntut keadilan, dan menuntut agar warga yang ditangkap dibebaskan. Lagi-lagi polisi di depan kantor pemkot melepaskan gas air mata dan tembakan senapan untuk menekan massa.

Warga menyatakan, pembangkit listrik dengan membakar sampah itu tidak pernah meminta persetujuan warga, jarak yang hanya ratusan meter dari pemukiman warga itu tidak hanya akan menyebabkan polusi udara dan air serta logam berat, bahkan pencemaran elektrik. Kota Jinzhao adalah zona pertanian yang menghasilkan buah-buahan seperti strawberry, zaitun, jeruk, murbei, pisang, beras dan lain-lain. Kehilangan lahan bercocok tanam ini akan membuat warga kehilangan mata pencahariannya.

10. Perusahaan Batu Bara Lemah, Buruh Tambang Unjuk Rasa

Menurut surat kabar “First Financial Daily”, kerugian pada lebih dari 20 perusahaan pertambangan batubara berskala besar di propinsi Shanxi, Henan dan Shandong mencapai RMB 10,6 milyar, kerugian perusahaan berskala besar dan menengah mencapai hampir 70%. Memasuki tahun 2015, perusahaan batubara tetap tidak mampu bangkit, pasokan di pasar jauh melampaui permintaan, harga batubara terus anjlok, perusahaan mengalami masa paceklik berkepanjangan. Sebagian besar perusahaan terpaksa melakukan PHK, potong gaji, dan restrukturisasi untuk bertahan. Seiring dengan berbagai kebijakan tersebut, buruh di berbagai perusahaan besar pun bergejolak menuntut haknya.

Menurut data, Xinjiang Coal Chemical Co. Ltd. di Luan memiliki 4 zona tambang, dengan total aset mencapai RMB 62 milyar Yuan, dengan karyawan aktif sebanyak 10.719 orang, dan sebanyak lebih dari 5.000 orang di antaranya adalah karyawan menjelang pensiun. (sud/whs/rmat)

 

 

Share

Video Popular