Oleh Gu Qinger

Tidak sedikit politisi Barat masih tetap aktif di berbagai arena politik dunia meskipun sudah pensiun, contohnya mantan Presiden AS Bill Clinton dan lainnya. Tetapi tidak demikian dengan para mantan pemimpin Tiongkok. Sebuah sumber menyebutkan bahwa tanpa seijin Komite Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok/ PKT, para mantan pemimpin Tiongkok itu jangan harap mau keluar negeri.

Mereka tidak bisa keluar negeri tanpa ijin

Situs AS ‘Foreign Policy’ pada 24 Desember 2015 mengatakan, gerakan anti-korupsi langsung digelar oleh Xi Jinping setelah ia menjabat Ketua PKT dan Presiden Tiongkok. Gerakan membasmi korupsi tidak memandang bulu, sampai mantan anggota Politbiro Zhou Yongkang, mantan Wakil Ketua Komisi Militer Xu Caihou dan Guo Boxiong pun tak lupa dari penyidikan bahkan pemecatan.

Laporan mengutip ungkapan dari seorang sumber yang memiliki hubungan dekat dengan pemimpin senior Tiongkok menyebutkan bahwa mantan anggota Politbiro tidak bisa keluar negeri tanpa seijin pejabat berwenang dari Komite Tetap Politbiro PKT yang sekarang. Itu merupakan aturan yang tidak tertulis.

Seorang ahli yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, sejak kematian Mao Zedong hanya sedikit mantan pejabat Politbiro PKT yang memperoleh ijin pergi ke luar negeri. Ahli urusan Tiongkok dari Universitas Johns Hopkins, David Lampton memberitakan bahwa mantan pemimpin nasional Tiongkok (setelah pensiun) hampir tidak ada yang keluar negeri.

Ini sangat berbeda dengan kondisi di Barat. Sebagai contoh, mantan Presiden AS Bill Clinton masih terus berkecimpung dalam pentas politik dunia setelah ia pensiun. Termasuk juga mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Ada alasan di balik tidak keluar negeri

Mantan pemimpin PKT itu tidak bisa keluar negeri, selain alasan yang sudah disebutkan di atas, juga masih ada alasan tersembunyi yang tidak diketahui orang lain, yaitu : Bagi pejabat PKT yang namanya terdaftar untuk diajukan investigasi oleh Organisasi Internasional untuk Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong, bisa dituntut bahkan ditangkap saat mereka berada di luar Tiongkok.

Pada Juli 1999, mantan pemimpin PKT Jiang Zemin bertindak sendiri meluncurkan penganiayaan brutal terhadap Falun Gong. November 2009, pengadilan nasional Spanyol memutuskan untuk menuntut 5 tersangka mantan pemimpin PKT yaitu Jiang Zemin, Luo Gan, Bo Xilai, Jia Qinglin, Wu Guanzhen atas kasus-kasus kejahatan genosida dan penyiksaan berat terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok. Pemberitahuan pengadilan menyebutkan bahwa bila para terdakwa tersebut dinyatakan bersalah maka kepada mereka akan dituntut hukuman penjara sedikitnya 20 tahun dan sanksi denda.

Pada 17 Desember tahun yang sama, hakim Pengadilan Federal Argentina, Octavio Araozde Lamadrid membuat keputusan bersejarah, memerintahkan Interpol dari Departemen Kepolisian Federal Argentina untuk menangkap kedua mantan pejabat PKT yaitu Jiang Zemin, Luo Gan karena melakukan penganiayaan terhadap Falun Gong serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Hingga saat ini lebih dari 50 orang pejabat tinggi PKT termasuk Jiang Zemin, Luo Gan, Zhou Yongkang, Bo Xilai, Su Rong yang terlibat dalam penganiayaan terhadap Falun Gong, telah didakwa dengan melakukan kejahatan kemanusiaan, genosida, penyiksaan berat oleh praktisi Falun Gong di pengadilan nasional dari 30 lebih negara.

Respon Wang Qishan terhadap keinginan Zhou Yongkang untuk berkunjung ke luar negeri

Menurut buku ‘Zhou Yongkang dan Bo Xilai’ bahwa Zhou Yongkang sempat terkejut mendengar berita beredar di pertemuan anggota politbiro yang memutuskan akan mengajukan Bo Xilai ke pengadilan negeri. Zhou Yongkang kemudian menemui Wang Qishan dan Xi Jinping untuk melakukan inspeksi diri dan berbicara panjang lebar sampai 3 jam lebih. Ia lalu mengajukan pengunduran diri dengan alasan kondisi mental dan fisik sudah menurun, belakangan juga menderita depresi berat sehingga perlu beristirahat untuk memulihkan kesehatan. Karena kurang bebas bergerak di dalam negeri, maka sebaiknya diijinkan untuk pergi ke luar negeri seperti Australia, Kanada dan sebaginya. Ia menjamin pemerintah bahwa dirinya pasti akan kembali ke Tiongkok sesuai jadwal.

Melihat Xi Jinping tidak menjawab, Wang Qishan lalu merespon dengan mengatakan bahwa langkah itu mungkin lebih tidak nyaman. Mendengar ucapan itu, Zhou tampak kurang senang.

Wang Qishan kemudian mengatakan, “Para praktisi Falun Gong di Australia, Kanada, Amerika dan banyak negara Eropa menuntut anda serta sejumlah pejabat tinggi PKT melalui pengadilan mereka. Tahukah anda bahwa negara-negara Barat memberlakukan independensi pengadilan, pemerintah tidak berhak untuk ikut campur dalam memutus kasus, mempengaruhi hakim. Sampai anda masuk ke negara-negara yang tidak ada kekebalan diplomatik, lalu pengadilan setempat mengirimkan kepada anda sepucuk surat panggilan untuk menghadiri sidang. Apakah anda tidak mau menerima surat itu? Apakah anda berani tidak memenuhi panggilan itu? Apakah ini bukan masalah buat anda?”

Zhou Yongkang hanya tertunduk dan diam tanpa merespon.

Selain itu, pada November 2004, ketika Sekretaris Partai untuk Propinsi Gansu, Su Rong ikut dalam rombongan Wu Bangguo untuk mengunjungi Kenya, Zambia, Zimbabwe dan Nigeria. Ia diajukan ke Pengadilan Tinggi Zambia oleh para praktisi Falun Gong di luar negeri. Membuat panik Su Rong yang akhirnya menempuh lari pulang ke Tiongkok melalui jalur tidak resmi. Saat ini, baik Zhou Yongkang, Su Rong sudah dipecat dan menjadi narapidana di Tiongkok. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular