Keterangan foto: Alan Kurdi, bocah Suriah 3 tahun yang tewas karena tenggelamnya kapal pengungsi, jenasahnya dibawa ombak dan terdampar di pantai Bodrum, Turki pada 2 September 2015. (video screenshot)

Oleh Xu Jiadong

Menurut ‘The Guardian’ Inggris, kematian bocah Suriah berusia 3 tahun, Alan Kurdi yang jenasahnya dibawa ombak hingga kandas di pantai Bodrum Turki menarik perhatian dunia terhadap krisis pengungsi di Timur Tengah. Sekarang, keluarga paman dari almarhum Alan Kurdi akhirnya memperoleh suaka dan diijinkan untuk masuk ke Kanada.

Mohammed Kurdi, istri beserta kelima anaknya telah tiba di Canada pada Senin (28/12/2015) sebagai pengungsi Suriah. Mereka tinggal di Vancouver rumah Tima Kurdi, kakak Mohammed yang menjamin mereka.

Keterangan foto: Mohammed Kurdi, istri dan kelima anak mereka saat tiba di Bandara Vancouver. (foto The Telegraph)

Meskipun kakaknya menjamin, Mohammed Kurdi tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Canada yang membantu merealisasikan impiannya. Melalui media berbahasa Inggris, ia mengatakan, “Saya sangat senang ! Sangat senang !”

Ayah Alan menolak pergi ke Kanada

Putra remajanya Shergo mengatakan, dia berharap untuk kembali ke sekolah, memulai kehidupan baru. Reuni keluarga akhirnya terjadi juga di akhir dari tahun yang banyak memberi derita bagi keluarga mereka.

Alan Kurdi, abangnya yang berusia 5 tahun dan ibu mereka meninggal di perairan antara Turki dengan Yunani saat kapal pengungsi yang mereka tumpangi tenggelam pada September lalu.

Abdullah Kurdi, ayah almarhum Alan setelah tragedi itu mengatakan bahwa mereka sebelumnya memang berencana untuk mengungsi ke Kanada tinggal bersama kakaknya Tima Kurdi. Namun trauma itu menghapus keinginannya. Ia sekarang memilih tinggal di Kurdistan, Irak. Tima mengatakan bahwa dirinya masih berharap Abdullah mau datang ke Canada. Ketika ditanya apakah akan menyampaikan pesan kepada adiknya Abdullah, Tina langsung menyahut, “Kita di sini sangat mengharap kedatangan kalian di Kanada”.

Kanada berencana menampung 25.000 orang pengungsi Suriah

Mohammed Kurdi yang meninggalkan keluarga di Turki untuk mencari pekerjaan di Jerman, tidak sempat bersama keluarga merayakan ulang tahun putra bungsunya. Tetapi seluruh anggota keluarga masih sempat berkumpul di Frankfurt sebelum terbang ke Kanada.

Keluarga ini termasuk bagian dari 25.000 orang pengungsi Suriah yang dijanjikan pemerintah Kanada akan diterima sebelum akhir Februari tahun depan. Menteri Imigrasi Kanada, John McCallum pekan lalu mengatakan, pemerintah mungkin tidak dapat memenuhi target penerimaan jumlah pengungsi pada 1 Januari 2016. Situs federal Kanada pada 26 Desember telah memperbaharui progres  penempatan dari 2.413 orang pengungsi Suriah yang sudah tiba di Kanada.

Sekarang Mohammed Kurdi beserta keluarganya tinggal di rumah kakaknya Tima, mereka berencana untuk mengembangkan usaha salon kecantikan milik Tima yang terletak di Port Coquitlam.

“Terima kasih pemerintah dan rakyat Canada, terima kasih Perdana Menteri Canada Justin Trudeau yang bersedia membukakan pintu masuk bagi para pengungsi. Beliau   menunjukkan kepada semua orang dunia bagaimana semestinya menerima demi menyelamatkan nyawa para pengungsi,” kata Tima Kurdi.

“Mudah-mudahan para pengungsi lainnya tidak putus asa dan tetap bersemangat”, imbuhnya. (Secretchina/Sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular