Oleh: Zheng Xiaoqi

Penelitian menunjukkan, orang yang tidak mudah menderita demensia (Alzheimer) lebih mungkin untuk berumur lebih panjang. Jadi, jika mengembangkan kebiasaan hidup agar tidak menderita demensia, menjadi centenarian (peraih usia 100 tahun ke atas) bukanlah mimpi yang tak dapat dijangkau.

Profesor anti–penuaan dari Universitas Juntendo, Jepang, Takuji Shirasawa dalam buku “101 Metode Hidup Sampai 100 Tahun Tanpa Demensia” mengatakan, “Gaya hidup sehat adalah salah satu faktor utama yang menjaga otak Anda muda, juga merupakan jaminan penting untuk berumur panjang.”

Berdasarkan hasil penelitian bertahun – tahun dari Takuji Shirasawa, secara mendalam ia mewawancarai sejumlah centenarian di Jepang. Melalui penelitian terhadap kesehatan tubuh, kemampuan atletik, hormon-umur panjang terkait, dan proyek lainnya dari para centenarian itu, Takuji Shirasawa menemukan bahwa orang yang tidak mudah menderita demensia cenderung berumur panjang. Jika dalam kehidupan sehari-hari, dapat berlatih kebiasaan “tidak demensia”, akan dapat memerpanjang hidupnya.

Jeanne Calment dari Perancis yang lahir pada 21 Februari 1875, meninggal pada 1997, dia hidup selama 122 tahun 5 bulan dan 14 hari. Mengalahkan rekor dunia Guinness orang Jepang, Shigechiyo Izumi yang berusia 120 tahun 237 hari. Semasa hidupnya, Calment mengatakan bahwa kita harus terus menggunakan otak. Jika ingin hidup lama, harus memiliki pikiran yang jernih.

Kebiasaan sehari-hari

Orang modern sekarang tidak perlu melakukan apa pun, pergi keluar dengan menggunakan mobil, stasiun bus dan pusat perbelanjaan memiliki lift dan eskalator, di bandara ada eskalator bergerak datar. Ditambah dengan komputer, ponsel, internet menyebar cepat, bahkan tinggal di rumah pun dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan hidup, wanita dan pria yang tinggal di rumah semakin banyak, hal ini menyebabkan banyak masalah kesehatan.

1. Memperkuat penggunaan otak

Takuji Shirasawa dalam bukunya menyarankan, mencoba menulis buku harian. Selain itu, dari perspektif otak, membaca dengan mengeluarkan suara dapat membuat otak lebih beraktivasi.

Takuji Shirasawa juga percaya bahwa dalam rangka untuk aktivitas otak, sangat perlu berwisata. Berwisata itu sendiri adalah keluar dari kehidupan sehari-hari, mengakumulasi aktivitas pengalaman baru. Berwisata bisa membuat aktivasi otak. Jika Anda pergi ke tempat yang asing, akan semakin baik.

2. Menyambut orang dengan senyuman

Ada penelitian yang telah menunjukkan bahwa orang yang sering tertawa tidak rentan terhadap demensia. Depresi cenderung mengarah ke pikun, sehingga untuk menjaga suasana hati yang baik, biasakan sehari-harinya lebih banyak tersenyum. Selain itu, menghadapi orang dengan tersenyum tidak hanya berguna untuk diri sendiri, juga bisa membuat orang lain merasa senang.

Tips umur panjang dari Jeanne Calment juga termasuk, harus memiliki rasa humor, selalu tertawa-gembira dan mencintai hidup, semangat hidup.

3. Naik tangga dan mengunyah

Takuji Shirasawa berpendapat, yang memiliki persamaan dengan tubuh yang berharap mengembangkan kebiasaan beraktivitas/ bergerak, ialah gerakan rahang. Salah satu dari centenarians Miura Takayuki setiap kali makan satu suap ia mengunyahnya sebanyak 60 kali, mengunyah dengan perlahan-lahan dapat mengeluarkan air liur membantu pencernaan, menikmati sesuap demi sesuap, perasaan juga dapat santai.

Salah seorang centenarian Jepang, Masuchi Saburo ketika berusia 3 tahun, ibunya mengajarinya: “Setiap suap makanan harus mengunyah 30 kali”. Sejak saat itu sampai sekarang, selama 102 tahun, Saburo selamanya mengingat ajaran sang ibu, setiap makan mengunyah perlahan-lahan, bahkan makan bubur atau acar rumput laut, ia benar-benar mengunyah 30 kali dan tidak pernah kendur.

Penelitian menemukan bahwa ketika mengunyah, sekresi saliva bertambah, hal ini membantu pencernaan dan penyerapan, juga dapat mencegah karies gigi dan efek periodontitis. Selain itu, mengunyah membuat aliran darah otak lebih cepat, dengan demikian mempertahankan vitalitas otak. Jika pada saat mengunyah menerima pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI), pada orang muda hanya area penggerakan otak yang diaktifkan, sedangkan orangtua tidak hanya daerah motor otak, korteks prefrontal dan kecerdasan bahkan berkaitan erat dengan kenangan dan emosi yang terkait dengan lobus temporal dalam keadaan tereksitasi.

4. Kebiasaan hidup yang lain

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang yang suka memasak tidak mudah terjangkit demensia. Peduli tentang 3 kali makan adalah stimulasi otak yang baik. Selain itu, berjemur Matahari dalam porsi yang cukup membantu tubuh memproduksi vitamin D. Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin D memiliki peran melawan kanker.

Rajin berolahraga

Jeanne Calment, centenarian pertama yang tercatat dalam Guinness World Record. sehari-harinya tekun berolahraga. Dia terlibat dalam olahraga anggar dan bersepeda. Terhadap kaum tua, latihan keseimbangan otot-otot kaki dan pinggang sangatlah penting.

Takuji Shirasawa percaya bahwa aktivitas fisik tidak harus selalu pergi ke gym, dalam kehidupan sehari-hari juga dapat dipraktekkan, seperti naik tangga adalah langkah pertama untuk kesehatan yang baik dan umur. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat kematian tertinggi adalah mereka yang biasanya nyaris tidak pernah berjalan. Berjalan 30 menit sehari, dapat meningkatkan sirkulasi darah dan bermanfaat bagi kesehatan dan panjang umur.

Setelah usia tertentu mengangkat barbel dan olahraga keras lainnya tidak harus dilakukan. Cukup dengan berjalan cepat diselingi dengan gerakan perlahan secara berulang-ulang. Contoh pelatihan yang tidak memaksa otot boleh dicoba. Untuk memahami intensitas latihan yang sesuai bagi diri sendiri, apakah itu berjalan atau setelah berlari, biasakan untuk mengukur denyut jatung. Dengan mengembangkan kebiasaan berolahraga maka sel-sel lemak tidak akan bertambah. (Hui/Yant)

Bersambung

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular