Sebuah penelitian dari Universitas Georgia, Amerika Serikat menunjukkan, dibandingkan dengan faktor lingkungan keluarga lainnya, “hubungan ibu-putri” menentukan hubungan interpersonal dan kepercayaan dirinya pada masa depan. Penelitian ini menemukan bahwa ketika sang ibu terlalu kritis ataupun pilih-pilih, putri mereka dalam kinerja sosial (social performance) agak buruk, selain itu sikap (attitude) dan kebiasaan makan relatif tidak sehat.

Menjadi seorang ibu sungguh tidak mudah, selain mengacu pada tugas-tugas rumah yang seolah tak ada habisnya, belum lagi juga harus menaruh perhatian besar terhadap ucapan dan tindakan diri sendiri, akankah berdampak baik atau buruk terhadap anak.

Peneliti Dr. Analisa Arroyo mengatakan, “Penelitian ini memberitahu kita bahwa kaum ibu harus lebih memerhatikan betapa pentingnya peran ibu dalam kesehatan mental putrinya, keterampilan sosial dan pembentukan citra diri.”

Dr. Degges White, penulis buku “Mothers and Daughters: Living, Loving, and Learning Over a Lifetime” mengatakan: “Pentingnya hubungan ibu-putri ada dalam berbagai bidang, bagi sang putri, ini adalah pengalaman pertama keintiman yang dia alami. Dalam hubungan ini, dia belajar untuk percaya, mandiri dan pembentukan hubungan antar manusia. Selama dalam proses ini, dia juga mempelajari kebutuhan orang lain.”

Metode komunikasi antara putra dan putri adalah berbeda, Barbara anggota dari klub Sonar Toastmasters, Kota Norman, Oklahoma,AS, mengatakan, ketika dia bertanya kepada putranya: “Bagaimana situasi sekolah hari ini?” Putranya akan menjawab: “Tidak ada apa-apa.”

Tetapi masalah yang yang sama ditanyakan kepada putri dia akan tiada hentinya menceritakan kejadi-an hari tersebut seperti: percakapan dengan teman-teman, perasaan, pendapat mengenai sekolahnya dan sebagainya.

Anak perempuan biasanya lebih banyak berbicara daripada anak laki-laki, tetapi kaum ibu tidak selalu suka mendengarkan kata-kata yang diucapkan mereka, tetapi kesabaran untuk mendengarkan, memertahankan dialog yang berkelanjutan, adalah membangun hubungan ibu-putri yang baik dan sangat penting. Untuk itu para ahli memberikan tiga saran:

Mau mendengarkan dengan sabar

Barbara menggunakan keterampilan yang dipelajari di klub yakni menjadi audiens yang sangat terfokus, hal ini membuatnya berhasil dalam membangun hubungan yang akrab antara ibu dan putri. Kadang-kadang ibu akan mengatakan kepada putrinya kejadian serupa yang pernah dia alami, tidak berharap putrinya mengulangi kesalahannya, tetapi ketika dihadapkan problema yang sama, biarkanlah sang putri mengambil keputusan sendiri, ini adalah hal yang sangat penting.

Seorang ibu yang baik akan memberikan saran kepada putrinya, untuk kemudian menolerir sang putri dalam mencoba mengambil keputusannya sendiri. Ketika si putri ingin berbagi pengalaman dengan ibunya, seorang ibu yang baik hanya mendengarkan saja sudah cukup.

Menjaga sikap positif

Daripada hanya mengkritik, lebih baik memberinya sedikit apresiasi, Dr. Arroyo memberikan sebuah contoh sambil mengatakan, jika ibu tidak suka gaun yang dipakai putrinya, pertama harus sabar dulu, sebelum dipikir jangan diucapkan dulu. Jika si putri memakai pakaian yang Anda sukai, pada saat itu cobalah Anda memujinya: “Mengenakan gaun ini adik terlihat cantik!”

Dr. Degges White juga mengatakan: “Jangan hanya mengkritik, cobalah untuk membuat usulan konkret, berikan bantuan riil.” Setiap wanita, tanpa memandang usia, harus menghadapi tantangan. Jika Anda dapat memberikan dorongan positif, ketika dia berhasil mengatasi rintangan, dorongan Anda akan membuatnya merasa bersemangat, dan akan diingatnya seumur hidup.

 

Komunikasi yang terbuka, tidak berarti bahwa sang ibu harus mengatakan semua hal kepada putrinya. Katakan yang perlu diketahui saja sudah cukup. Beberapa ibu mencoba untuk menempatkan putrinya sebagai sahabat karib, jangan sekali-sekali mencoba untuk membuat putri Anda untuk menyelesaikan impian Anda yang tak terpenuhi di masa lalu Anda. Karena impian Anda yang tidak tercapai, Anda akan mendorongnya untuk mengikuti apa yang Anda maksud untuk melakukannya, itu adalah ide buruk. Sebaliknya, Anda sebaiknya memahami apa keahlian, minat dan hobi putri Anda, kemudian mendorongnya untuk mengejar impiannya.

Barbara mengatakan: “Putri saya sekarang sudah bisa memberi saran kepada saya, berbagi jurus jitu dalam memasak dan banyak aspek lainnya. Betapa bahagianya saya, dapat mempertahankan hubungan yang baik dengan tiga putriku. Dan hal yang paling penting adalah, kami saling mencintai dan saling mendukung. Siapapun diantara kami ada masalah, kami akan segera muncul.” (Hui/yant)

Share

Video Popular