Oleh : Dhyana Pramana – Epoch Times

Teknologi yang berkembang sekarang menjadikan kehidupan masyarakat semakin praktis. Informasi bisa diakses dari tempat yang berjarak ribuan kilometer. Mobil dan pesawat terbang mengubah sistem transportasi hanya dalam hitungan beberapa dekade. Di bidang medis, pengobatan modern juga telah mengembangkan sejumlah vaksin untuk berbagai macam penyakit. Namun, bila kita bandingkan dengan kebudayaan masa lalu, bagaimana tingkat teknologi dan masyarakat kita?

Meskipun terlihat berbeda dengan masyarakat kita sekarang, kebudayaan masa lalu tampaknya memiliki ciri khas dan keunggulannya tersendiri. Kebudayaan bangsa Inca merupakan salah satu yang menarik perhatian. Meski dalam sejumlah aspek, kebudayaan mereka sekilas tampak seperti primitif, namun dalam banyak hal, tingkat kemajuan budaya mereka bisa membuat kita merenung.

Terobosan di bidang medis

Teknik metalurgi dan menempa besi bukanlah keunggulan bangsa Inca. Berbeda dengan orang-orang Eropa pada jaman yang sama, suku Inca masih menggunakan ketapel dan benda tumpul besar sebagai senjata. Dengan pedang dan ujung panah yang runcing, bangsa Eropa bisa membuat musuh meninggal dalam perang. Namun, tidak demikian halnya dengan bangsa Inca.

Benda tumpul seringkali hanya menghasilkan cidera parah pada lawan. Akibatnya banyak ditemukan luka hancur kepala pada masyarakat bangsa Inca, dan operasi kepala menjadi sebuah praktek yang umum. Menurut berbagai literatur, 1 dari setiap 6 tengkorak dari bangsa Inca ditemukan memiliki setidaknya satu lubang bekas operasi. Bedah pada kepala dilakukan untuk mengurangi tekanan pada otak akibat cidera yang diderita.

Selain penyembuhan yang umum, bangsa Inca juga tampaknya sukses dalam melakukan operasi amputasi. Selama proses operasi, obat herbal, minuman keras atau hipnotis diterapkan pada para pasien agar tidak sadar.

Sistem komunikasi dan irigasi

Bangsa Inca menggunakan Quipu, sejenis rangkaian tali dari katun sebagai media untuk menyimpan informasi. Namun, ini jarang digunakan sebagai sarana komunikasi sehari-hari. Hieroglif dan Quipu yang mereka gunakan umumnya digunakan pada situs spiritual dan untuk tujuan dekoratif.

Untuk menyampaikan pesan dari satu tempat ke tempat lain, mereka punya cara yang sangat unik. Ini melibatkan sekelompok tim yang berada di posnya masing-masing, dan ketika pesan diterima, mereka harus berlari ke pos yang lain untuk menyampaikan pesan. Ini tampak seperti cikal bakal sistem komunikasi yang kita pakai sekarang.

Bangsa Inca juga mengembangkan sistem terasering seperti yang kita kenal sekarang. Karena tinggal di lereng gunung yang curam, sistem pertanian ini memungkinkan mereka untuk bisa bercocok tanam. Untuk mengairi sawah, mereka menangkap curahan air hujan dan air limpahan dari Gunung Andes yang puncaknya tertutup oleh salju.

Konstruksi yang luar biasa

Satu hal dari bangsa Inca yang terus dikagumi ilmuwan sampai sekarang adalah kemajuan konstruksi mereka. Insinyur Kenneth Wright memperkirakan bahwa 60 persen dari pembangunan yang dilakukan di Machu Picchu adalah pembangunan bawah tanah, seperti dikutip oleh National Geographic. Teknik sipil bangsa Inca tergolong maju, dengan mempertimbangkan bahwa mereka tidak menggunakan peralatan besi, roda ataupun binatang dalam pengerjaannya. Mereka harus mengukir dan memindahkan batu, sehingga batu bisa masuk dengan pas dan tidak ada benda yang dapat terselip di celah dinding.

Konstruksi bangunan menghasilkan karakter yang unik. Ia mampu bereaksi pada guncangan dan kembali ke posisi semula. Ini alasan kenapa bangunan-bangunan ini mampu bertahan dari gempa bumi yang kuat.

Salah satu jembatan gantung tertua di dunia, yang dikenal sebagai Q’eswachaka, dibangun pada Kekaisaran Inca. Masyarakat setempat membangun kembali jembatan setiap tahun dan telah melakukannya selama lebih dari 1.500 tahun. Hal ini terus dibangun menggunakan metode tradisional yaitu dengan anyaman tali dari rumput.

Dalam waktu kurang dari seratus tahun, bangsa Inca telah membangun lebih dari 14,000 mil jalan, sebagian besar telah diratakan. Beberapa bagian jalan memiliki lebar lebih dari 5 meter. Satu jalan menjulur hampir sepanjang pesisir pantai Samudera Pasifik di Amerika Selatan. Sejak Inca tinggal di Pegunungan Andes, jalan-jalan dibuat dengan kemampuan teknik arsitektur dan rancang bangun yang memadai.

Pendidikan dan status sosial

Ada sedikit kemiripan antara bangsa Inca dan kebudayaan Tiongkok kuno yang memilih pejabatnya berdasarkan hasil ujian negara. Dalam hal ini, status sosial keluarga bukan satu-satunya pertimbangan dalam menentukan tingkat kelas dan pekerjaan.

Pendidikan merupakan aspek yang penting. Anak-anak diuji berdasarkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Berdasarkan hasil tes, orang-orang akan diarahkan untuk menjalani pekerjaan di bidang pemerintahan, pertukangan atau pertanian. Jika hasil penilaian menunjukkan bakat menengah, maka orang tersebut harus bekerja di manajemen tingkat menengah.

Karena semua orang memiliki semua yang mereka butuhkan, pencurian jarang terjadi. Akibatnya, tidak ada penjara dalam masyarakat bangsa Inca, meski hukuman masih tetap ada karena alasan pelanggaran etika dan norma sosial. Orang-orang harus bekerja sangat keras, namun tidak ada kelaparan dan tidak ada tunawisma di jaman Kekaisaran Inca. Ini menunjukkan kesejahteraan masyarakat yang cukup tinggi.

Kepercayaan kepada Dewa

Hieroglif bukanlah satu-satunya alasan kenapa bangsa Inca sering dibandingkan dengan orang Mesir. Bangsa Inca juga percaya kepada beberapa dewa yang mirip dengan dewa bangsa Mesir. Dewa Matahari dianggap sebagai dewa terpenting dari semua dewa. Kaisar Inca selalu dianggap sebagai keturunan langsung dari Dewa Matahari. Bangsa Inca percaya pada kehidupan setelah kematian dan memiliki penghormatan yang besar kepada nenek moyang mereka.

Untuk alasan ritual, bangsa Inca telah menemukan dan menggunakan kalender lunar. Mereka menggunakan menara khusus sebagai penanda waktu yang memberitahu mereka kapan bulan baru dimulai. Selain itu, mereka juga memiliki satuan standar pengukuran dan menggunakan balok penyeimbang untuk menimbang berat berbagai benda.

Kebudayaan Inca adalah salah satu peradaban paling penting dari Amerika Selatan. Banyak prestasi yang mereka miliki tergolong terobosan dan pionir dalam bidang teknologi. Namun ironisnya, salah satu hal yang mereka banggakan, yakni keindahan emas dan perak mereka, telah membawa petaka bagi kekaisaran mereka. Kekayaan bangsa Inca ditemukan oleh pencari harta Spanyol, Pizzaro, pada tahun 1532 dan ini menjadi awal dari musnahnya peradaban mereka.(Epochtimes)

Share

Video Popular