Fungsi paru-paru adalah kunci yang mencegah pilek umum dan mengubah konstitusi alergi menjadi konstitusi yang normal. Paru-paru adalah organ inti yang mengatur imunitas, membuang karbon dioksida, dan mengambil oksigen. (iSTOCK)

Oleh: dr. Soe Hyo – Seok

Asma telah menjadi penyakit kronis yang sangat umum, memengaruhi lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia. Dalam 10 tahun ke depan, jumlah orang yang terkena diperkirakan meningkat menjadi 400 juta.

Di Amerika Serikat, terdapat lebih dari 40.000 orang yang kehilangan pekerjaan atau sekolah, dan lebih dari 5.000 orang yang mengunjungi unit gawat darurat karena asma.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika, terdapat sampai 2 juta kunjungan ke unit gawat darurat per tahun terkait dengan asma pada satu atau lain cara.

Gejala-gejala asma, seperti batuk spasmodik, mengi, dan kesulitan bernapas, tidak hanya menjadi penghalang yang serius untuk menjalankan kehidupan normal, tetapi juga dapat menyebabkan kematian jika bertambah parah.

Terdapat sekitar 3.500 pasien asma yang meninggal setiap tahun, hanya di Amerika Serikat saja. Selain itu, berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan oleh American Heart Association (AHA) pada simposium akademik tahunan, pasien asma yang minum obat setiap hari memiliki risiko 60 persen lebih tinggi terhadap gagal jantung jika dibandingkan dengan orang yang sehat.

Jadi bagaimana orang Amerika berurusan dengan asma? Untungnya, di AS dapat bebas membeli obat asma yang apabila di Korea hanya tersedia dengan menggunakan resep.

Menurut data CDC, Amerika menghabiskan lebih dari 56 miliar dollar AS setiap tahun untuk mengobati asma. Namun yang benar-benar disesalkan adalah, perawatan ini hanya difokuskan untuk mengurangi gejala asma.

Terus terang, pengobatan modern seperti menemui jalan buntu dalam mengobati asma, karena ada anggapan bahwa asma tidak bisa disembuhkan. Seperti halnya penyakit diabetes atau tekanan darah tinggi, asma juga dipandang sebagai penyakit yang akan terus diderita seseorang sepanjang hidupnya begitu timbul.

Karena persepsi seperti itu, pendekatan yang berurusan dengan asma telah difokuskan pada penanganan gejala daripada mencari penyebab dan menyembuhkannya. Apalagi jika pasien lalai dalam menangani asma atau menghentikan pengobatan, maka gejala mereka akan segera kambuh.

Namun sebenarnya asma termasuk penyakit yang dapat disembuhkan secara total dengan meneliti penyebabnya. Saya bisa mengatakan ini, karena telah menyaksikan lebih dari 40.000 pasien asma di Korea telah disembuhkan dengan mengikuti instruksi saya dan menggunakan obat-obatan herbal.

Mecari penyebabnya

Jika Anda dapat mencari penyebab mendasar gejala asma, maka pengobatan serta pencegahan dapat terwujud karena Anda telah mengatasi penyebabnya. Baik faktor genetik maupun lingkungan, dapat berkontribusi terhadap asma. Kedua faktor ini memiliki denominator umum dari alergi.

Seorang anak yang kedua orangtuanya menderita alergi, akan memiliki kecenderungan genetik untuk mengembangkan alerginya juga. Faktor lingkungan seperti debu, bulu binatang, debu yang terbuat dari partikel mikroskopis (debu mikro), serbuk sari, jamur, dan asap rokok juga akan memberikan kontribusi untuk asma. Alergi adalah faktor utama yang menyebabkan asma, dan mereka yang memiliki reaksi hipersensitif terhadap berbagai substansi yang tidak membahayakan, maka akan dianggap memiliki konstitusi alergi.

Namun, saya dapat meyakinkan Anda bahwa sekalipun memiliki konstitusi alergi, tetap dapat diubah menjadi konstitusi (kondisi jasmani) yang normal. Selama lebih dari 40 tahun pengalaman klinis, saya telah menemukan bahwa tidak hanya bisa memulihkan kesehatan penderita alergi, tetapi juga untuk mencegah asma.

Mengubah konstitusi tubuh

Reaksi hipersensitif pada orang dengan konstitusi alergi, terjadi karena fungsi kekebalan tubuhnya yang rusak. Khususnya, sistem kekebalan tubuh telah kehilangan kemampuan untuk membedakan apakah suatu zat berbahaya atau tidak bagi tubuh. Ketika sistem kekebalan tubuh terganggu, beberapa orang akan memiliki reaksi alergi yang parah bila terkena zat yang tidak menimbulkan reaksi apa pun pada kebanyakan orang.

Beberapa orang yang sensitif, menderita pilek sinus sepanjang tahun dan menemukan bahwa fluktuasi suhu yang menyebabkan rhinitis, radang selaput lendir di hidung. Serangan rhinitis dapat berkembang menjadi rhinitis kronis, sinusitis, infeksi pada telinga bagian tengah, dan asma. Dengan demikian, orang ini dapat menderita beberapa alergi pada waktu yang sama.

Fungsi paru-paru adalah kunci yang mencegah pilek umum dan mengubah konstitusi alergi menjadi konstitusi yang normal. Paru-paru adalah organ inti yang mengatur imunitas, membuang karbon dioksida, dan mengambil oksigen.

Ketika kita mengambil napas, sel darah merah (eritrosit) segera membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh organ tubuh lainnya. Secara bersamaan, sel darah putih (leukosit) melawan patogen pada umumnya, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit yang menyerang tubuh ketika kita bernapas.

Amandel, yakni sepasang massa jaringan lunak yang merupakan bagian dari sistem getah bening, memiliki jumlah terbesar dari jenis sel darah putih yang disebut limfosit. Limfosit bertanggungjawab atas reaksi kekebalan tubuh, dan yang berada di dalam amandel bertindak mencegah penyakit dengan memberantas patogen yang masuk melalui mulut.

Oleh karena itu, jika amandel sehat, fungsi sistem kekebalan tubuh akan bekerja secara normal dalam mencegah pilek umum dan reaksi alergi yang tidak perlu. Jadi kesehatan amandel secara langsung tergantung pada kesehatan paru-paru.

Secara umum, ketika fungsi paru-paru yang baik dipulihkan, maka dimungkinkan untuk menyehatkan amandel dalam dua bulan. Rhinitis dapat diobati dalam tiga bulan, dan asma dapat diberantas dalam empat bulan. Setelah empat bulan, sesak napas, mengi, batuk dan juga akan berhenti. Jadi rahasia menghilangkan asma adalah meningkatkan kesehatan amandel.

Setelah amandel menjadi lebih sehat, Anda tidak akan mudah terkena pilek pada umumnya, dan metode ter-baik yang mencegah asma adalah untuk mencegah pilek. Selain itu, amandel yang sehat akan mencegah penyakit lain, termasuk pilek dengan demam, sakit tenggorokan, dan influenza.

Meskipun Anda mungkin masih bisa menderita pilek tanpa demam, ini dapat diatasi dengan sangat mudah, dan gejala flu ringan yang dapat muncul, tidak akan mampu menginduksi kekambuhan asma.

Selain itu, tidak hanya asma disembuhkan, tetapi kesehatan jantung juga akan meningkat. Hal ini dikarenakan, ketika kesehatan paru-paru meningkat, maka jantung menerima lebih banyak oksigen. Akibatnya, bagi mereka yang menderita denyut jantung tidak teratur (aritmia) selama puluhan tahun, akan menemukan telah menghilang, dan mereka dapat berhenti minum obat untuk nyeri dada (angina). Oleh karena itu, pengobatan asma adalah jalan pintas untuk umur panjang dengan kesehatan yang prima.

Berhati-hati dengan karpet

Jika karpet tidak sering dibersihkan, akan dapat memperburuk penyakit alergi, karena ia dapat mengumpulkan zat yang sangat mudah terbang di udara ketika orang berjalan melintasinya.

Selain itu, banyak pemilik hewan peliharaan di Amerika Serikat yang membiarkan hewan peliharaannya berada di dalam rumah, dan juga adanya kebiasaan memakai sepatu untuk di luar maupun dalam ruangan (tidak dipisahkan), sehingga membuat masalah karpet kebersihan menjadi sangat penting.

John Roberts, seorang insinyur lingkungan yang dikenal sebagai Dr. Dust (debu), mengatakan bahwa ada kuantitas polutan luar biasa besar dalam spesimen debu yang diambil dari karpet rumah tangga, termasuk timbal, kadmium, merkuri, dan insektisida serta zat karsinogenik seperti polychlorinated bifenil dan hidrokarbon aromatik polisiklik. Polutan seperti ini bisa memperburuk asma. (Ajg)

Bersambung

Dr. Seo Hyo Seok adalah direktur Rumah Sakit Pengobatan Pyunkang Korea, yang memiliki tujuh cabang di Korea Selatan, satu di Stanton University, California, dan satu lagi di Atlanta, keduanya di AS. Dr. Seo termasuk peringkat atas dari Kyung Hee University, Korea, dan telah bertahun-tahun melakukan penelitian untuk mengembangkan formula herbal Pyunkang-Hwan, yang dapat meningkatkan kekebalan dengan memperkuat fungsi paru-paru. Ia telah membantu penyembuhan lebih 155.000 pasien dari berbagai kondisi.

Share

Video Popular