Erabaru.net. Seorang ibu dari New York ingin mengucapkan terima kasih kepada pramugari yang telah membantu menenangkan bayi laki-lakinya.

Jadi, ia membagi ceritanya via Facebook, dan hasilnya di luar apa yang ia bayangkan.

Heather Gooch dari Islip, New York, pulang dari Fort Lauderdale setelah Natal bersama suami dan anaknya yang berusia 9 bulan.

Dia mengatakan dia merasa sedikit khawatir karena ini adalah perjalanan udara pertama bagi anaknya.

“Saya tidak pernah bertemu pramugari yang baik dan suka menolong seperti dia,” tulis Gooch di Facebook, Selasa, 29 Desember lalu.

“Anak saya menyukainya dan terus menatapnya saat ia lewat.

Pada saat itu, dia melihat bahwa anak saya sedang menatapnya dan menjadi tidak tenang, jadi dia datang dan mengangkatnya, dan berjalan mondar-mandir di lorong bersamanya sementara saya dan suami menyelesaikan makan siang kami.

“Meskipun ini mungkin bukanlah cerita yang menonjol seperti cerita yang lain, saya ingin berterima kasih, dan membuat dia tahu bagaimana kami menghargainya. Kami sering mendengar tentang hal-hal negatif terjadi, jadi saya ingin berbagi cerita ini tentang seseorang yang membuat perjalanan saya menjadi lebih menyenangkan,” tulis Ny. Gooch.

Ny. Gooch mengatakan kepada ABC News bahwa ia mencoba menelepon maskapai untuk mengucapkan terima kasih kepada pramugari, tapi teleponnya sibuk.

Jadi dia menuliskan ucapan terima kasih pada halaman Facebook Southwest. Ia juga menyertakan foto pramugari yang memegang bayinya, meminta perusahaan untuk menyampaikan penghargaannya kepada pramugari yang dia tahu dipanggil sebagai Anisse.

Postingan ini sekarang mendapat hampir 400,000 like, dibagikan lebih dari 56,000 kali, dan berisi 8,400 komentar.

Banyak orang yang membagi pengalaman serupa pada kolom postingan ini ketika bepergian dengan maskapai yang sama, dan beberapa orang bahkan berbagi cerita dimana pramugari melakukan hal-hal yang lebih altruistik dan menyentuh.

Berikut adalah postingan Ny. Gooch pada halaman facebook South West Airlines:

“Dear Southwest, saya harap Anda dapat meneruskan postingan ini sehingga saya bisa memastikan bahwa postingan saya sampai pada pramugari Anda yang sangat istimewa.

Yang saya tahu namanya adalah Anisse.

Suami saya dan anak saya yang berusia 9 bulan terbang dari Fort Lauderdale menuju ke Islip, NY pada 28/12. Ini adalah perjalanan pertama anak kami jadi kami tidak yakin bagaimana hasilnya.

Anisse berjalan mondar-mandir untuk memastikan perjalanan berlangsung selancar mungkin. Saya tidak pernah bertemu pramugari yang baik dan suka menolong seperti dia.

Anak saya menyukainya dan terus menatapnya saat ia lewat.

Pada saat itu, dia melihat bahwa anak saya sedang menatapnya dan menjadi tidak tenang, jadi dia datang dan mengangkatnya, dan berjalan mondar-mandir di lorong bersamanya sementara saya dan suami menyelesaikan makan siang kami.

Meskipun ini mungkin bukanlah cerita yang menonjol dari cerita yang lain, saya ingin berterima kasih, dan membuat dia tahu bagaimana kami menghargainya.

Kami sering mendengar tentang hal-hal negatif terjadi, jadi saya ingin berbagi cerita ini tentang seseorang yang membuat perjalanan saya menjadi lebih menyenangkan.

Tolong bantu sampaikan hal ini kepadanya!”

Pada kolom komentar, beberapa pembaca juga turut membagi pengalamannya.

Jody Van Atta menulis:

“Southwest tidak hanya baik dengan anak-anak, tetapi juga dengan orang dewasa. Sekitar 5 tahun yang lalu saya terbang dengan SW dari Orlando ke Columbus Ohio.

Suami saya meninggal, dan saya membawanya pulang untuk dimakamkan. Kami baru saja mengudara ketika saya mengalami kondisi panik parah.

Saya selalu menikmati perjalanan udara, tapi tidak hari itu.

Anak saya mencoba segala sesuatu yang bisa dia pikirkan untuk membantu, tapi tidak membuahkan hasil.

Saya tahu penumpang lain pasti bertanya-tanya ada masalah apa dengan wanita ini.

Segera seorang pramugara datang kepada saya, berlutut, meraih tangan saya, dan bertanya apa yang bisa ia lakukan untuk membantu saya.

Saya ingat mengatakan kepadanya bahwa saya hanya ingin turun dari pesawat ini.

Dia berbicara dengan anak saya sementara masih berlutut dan memegang tangan saya.

Saya tidak tahu apa yang dikatakannya, saya hanya tahu saya tidak bisa melakukan [penerbangan] itu.

Dia kemudian mohon diri, mengatakan ia akan segera kembali.

Saya tahu dia pergi tidak lama, tetapi bagi saya rasanya seperti lama sekali. Ketika kembali, ia membawa 2 minuman.

Dia memberi satu minuman untuk anak saya, kemudian menurunkan meja makan saya, dan menempatkan minuman [satu lagi] di atasnya.

Lalu ia berlutut lagi dan meraih tangan saya, dan selama sisa penerbangan ia tetap di sana, berlutut dan memegang tangan saya, dan dengan lembut mengatakan kepada saya bahwa semua baik-baik saja dan saya tidak akan apa-apa.

Setelah hampir 2 jam, dia memberitahu kami bahwa pesawat bersiap-siap untuk mendarat dan bertanya apakah saya baik-baik saja, ia perlu membantu persiapan pendaratan, tapi tidak akan meninggalkan saya kecuali saya baik-baik saja.

Saya bilang saya lebih baik sekarang, tidak sepenuhnya baik, tapi lebih baik. Kami mendarat, dan dia meminta saya dan anak saya menunggu sampai semua penumpang meninggalkan pesawat.

Saya ingat meminta maaf, berkali-kali.

Dia memberi saya pelukan dan mengatakan kepada saya bahwa ia senang bisa membantu saya melalui penerbangan yang sulit ini.

Hingga hari ini saya masih sering memikirkannya, dan bersyukur kepada Tuhan dan SW untuknya.

Anda lihat, tidak selalu anak-anak yang butuh ditenangkan dalam pesawat.

Maureen Dennison menulis:

“Southwest adalah yang terbaik, ketika anak saya akan berangkat dan tidak akan kembali hingga tahun depan, Southwest membiarkan keluarga kami mengantarnya hingga ke gerbang keberangkatan.

Ketika ia melakukan boarding, petugas melihat cucu saya menangisi kepergian Ayahnya.

Lalu petugas mengijinkan cucu dan menantu saya di pesawat untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir selagi mereka menyelesaikan surat-surat penerbangan.

Ini sangat berarti bagi keluarga kami. Saya hanya terbang dengan Southwest, yang terbaik.”

Sue Haines menulis:

“Saya akan selalu berterima kasih kepada petugas Southwest.

Mereka menyelamatkan nyawa paman saya ketika ia menunggu boarding pesawat di Tampa beberapa tahun yang lalu. Dia mengalami serangan jantung, dan paramedis mengatakan kepada kami bahwa kalau bukan karena respon cepat dari petugas Southwest hasilnya mungkin akan berbeda.”

Tulisan Ny. Hooch akhirnya sampai ke pramugari yang diketahui bernama lengkap Anissa Charles.

“Kalian semua membuat saya menangis!!!” jawabnya pada tulisan Ny. Gooch.

“Lol itu sungguh sebuah kehormatan bagi saya, dan anak Anda membuat hari saya menyenangkan!! Dia lebih berarti bagi saya daripada saya bagi dirinya”

Anissa Charles menambahkan: “Saya selalu memberitahu para orangtua pada penerbangan saya bahwa anak-anak persis melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.. membuat gaduh! Pikirkan tentang ini, pesawat tentunya benar-benar membosankan bagi mereka (setelah lepas landas) dan tidak ada tempat untuk berlari!

Saya sejujurnya lebih suka mendengar mereka membuat kegaduhan dan bahkan menangis daripada mendengar orang dewasa mengeluh! Mereka punya begitu banyak hal yang bisa dibahas, dan ibu dan ayahnya layak mendapat istirahat!”
(visiontimes.com/SM/Dpr)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular