Kanker payudara telah lama menjadi momok bagi kaum wanita. American Cancer Society (ACS) menyalahkan tingginya tingkat kanker pada penggunaan tembakau atau obesitas, namun apakah racun lingkungan juga memainkan peran yang jauh lebih penting? Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Presiden Panel Kanker pada tahun 2010, Reducing Environmental Cancer Risk: What We Can Do Now, mengklaim bahwa faktor lingkungan telah diabaikan oleh peneliti dan ACS.

Laporan itu menyatakan, “Lebih efektif untuk mencegah penyakit daripada mengobatinya, tetapi upaya pencegahan kanker telah difokuskan secara sempit pada merokok, perilaku gaya hidup lainnya, dan intervensi kemopreventif”.

Laporan ini dilanjutkan dengan daftar dan pemberian contoh pada hampir setiap faktor lingkungan yang dapat dibayangkan, tapi bagaimanapun juga hal tersebut mungkin belum cukup mendalam. Poin kontroversi yang terjadi saat ini adalah deodoran ketiak dan keterkaitannya dengan kanker payudara. Meskipun ada studi tentang hal ini, namun dari konsensus yang muncul tidak cukup bagi ACS untuk mengonfirmasi keterkaitannya.

Antiperspirant, deodoran dan kandungan bahan kimia berbahaya

Apa saja jenis bahan kimia beracun yang mengintai dalam antiperspirant dan deodoran? Jawabannya banyak. Breast Cancer Fund (BCF) melaporkan bahwa bahan umum berikut yang disebutkan di bawah ini dapat menyebabkan kanker:

• Triclosan . Dapat memengaruhi hormon dan dikaitkan dengan kanker payudara.

• Phthalates . Adalah pengganggu endokrin, yang mengganggu fungsi hormon tubuh dan juga terkait dengan kanker payudara, meskipun begitu penelitian ini hanya memicu kontroversi.

• Parabens .Telah ditemukan pada biopsi kanker payudara dan dikenal mudah diserap ke dalam kulit. Mereka juga mengganggu hormon dan meniru estrogen alami, penyebab kanker payudara. Tapi ini bukan satu-satunya senyawa kontroversial yang ditemukan dalam deodoran dan antiperspirant. Mereka juga mencakup:

• Aluminium. Dapat menghambat keringat dan mungkin terkait dengan kanker payudara. Hal ini juga mengganggu kelenjar getah bening dan terkait dengan Alzheimer.

• Propylene glycol yang menyerap air, adalah bahan kimia kontroversial lainnya. Ia telah dinyatakan bahan berbahaya oleh CDC, namun bahan kimia berkadar rendah disetujui oleh FDA dalam produk perawatan pribadi. Hal ini juga dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan reaksi alergi.

• Natural Cosmetics News mengatakan bahan seperti TEA dan DEA menyesuaikan tingkat pH dan digunakan untuk parfum atau sebagai pengawet. Database Environmental Working Group terhadap bahan kimia beracun, Skin Deep, memasukkan TEA sebagai zat yang memungkinan menjadi beracun dan DEA memiliki kemungkinan yang sangat tinggi.

• Formal dehida. Adalah karsinogen yang dikenal dan dapat menyebabkan reaksi negatif dalam tubuh.

• Natural Cosmetics News juga menyebutkan warna FD & C, yang dibuat dari batu bara atau tar, adalah bersifat karsinogenik.

Sebagian besar bahan kimia tersebut belum cukup baik dipelajari, baik yang beracun atau yang mungkin terkait dengan kanker payudara, tetapi dengan membubuhkan bahan yang mungkin beracun adalah berisiko. Jadi, mungkin sudah saatnya untuk membebaskan ketiak Anda!

Apa yang harus dilakukan terhadap racun deodoran dan antiperspirant?

Pertama-tama, penting untuk mengetahui bahwa ini adalah dua jenis produk yang berbeda. Deodoran menghilangkan bau keringat, tapi antiperspirant utamanya mengurangi berkeringat. Keringat merupakan respon fisik yang sehat terhadap pengurasan tenaga yang dapat mencegah Anda mengalami kelebihan panas. Hal ini juga dapat melepaskan racun dan bahkan mungkin melawan pilek dan infeksi. Menghilangkan keringat akan lebih membahayakan daripada bermanfaat, dan bahkan dapat berkontribusi menyebabkan kanker payudara. Jadi apa pun yang Anda putuskan, disarankan untuk mengganti antiperspirant Anda sesegera mungkin.

Segera teliti bahan-bahan yang terkandung dalam produk yang Anda pakai di database Skin Deep, untuk mengetahui apakah produk tersebut aman. Jika tidak atau mengandung bahan kimia yang tercantum di atas, maka saatnya untuk membuangnya.

Membersihkan ketiak: salah satu cara mengurangi risiko kanker payudara

Apakah yang dimaksud dengan membersihkan ketiak? Ini lebih dari sekedar mengubah merek deodorant Anda. Namun juga merupakan cara untuk mendetoksifikasi tubuh dan dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara.

Blogger Laurie Neverman dari Common Sense Home, mengulas produk yang disebut Herbalix, yang menjual sistem yang mengandung detoks deodorant malam dan siang hari. Mereka mengklaim telah mengurangi kista pasien. Dalam Lumpy Breasts? Cure Breasts Cysts, Laurie memajang pencitraan termal yang disediakan oleh Herbalix, yang menunjukkan pengecilan kista setelah didetoksifikasi dengan produk mereka. Tentu saja, ini hanya membantu untuk kanker payudara yang disebabkan oleh kista, yang merupakan persentase kecil, tetapi itu adalah kesaksian yang kuat untuk keampuhan detoks ketiak.

Jika Anda berniat mencobanya, perlu diingat bahwa seperti pendetoks lainnya, Anda mungkin akan memiliki reaksi. Seorang ahli gizi holistik dan praktisi gizi bersertifikat, Marisa Falconi, menemukan bahwa kelenjar keringatnya telah diekskresi dari racun-racun yang tidak menyenangkan selama 3 minggu bebas deodorant, dia menyarankan hal tersebut. Jika tidak, katanya, “Bakteri dan kotoran yang terjebak dalam pori-pori Anda akan menetap di sana” dan mungkin dapat mencegah deodoran alami Anda bekerja.

Cara membersihkan ketiak

Ada beberapa langkah sederhana yang perlu Anda ambil untuk mendetoksifikasi dan beralih ke produk deodoran alami. Berikut ini pembersihan yang disarankan Leah Segedie:

  1. 1. Setelah berhenti menggunakan deodoran, gunakan penggosok badan alami dari buah gambas (oyong) saat mandi untuk mengangkat kulit mati dan racun dari bawah ketiak Anda.
  2. 2. Oleskan baking soda bebas alumunium pada ketiak saat basah, lalu oleskan deodorant alami Anda.
  3. 3. Ketika mencium bau yang berasal dari ketiak Anda, basuhlah dan kemudian membubuhkan baking soda bebas alumunium. Setelah itu, oleskan lagi deodoran alami.
  4. 4. Ulangi proses ini hingga dua minggu atau sampai Anda deodorant alami bekerja hingga 6 jam.

Perhatikan, pada hari pertama Anda memulai, Anda mungkin akan mengulangi langkah-langkah ini sebanyak 5-10 kali, akan tetapi hari-hari berikutnya jumlah tersebut akan berkurang. Pembersihan yang dilakukan Leah sendiri berakhir setelah 4 hari, dan rata-rata orang membutuhkan waktu 4 – 7 hari untuk menyelesaikan pembersihan ini.

Apakah detoksifikasi ketiak bermanfaat untuk Anda? Saya pikir itu patut dicoba sebagai bagian dari gaya hidup yang bersih dan bebas beracun. (Ajg)

Share

Video Popular