Ketika melewati pasar malam, melihat sebuah warung yang menjual live seafood, membayangkan kepiting dan lobster dalam keadaan terikat hidup-hidup direbus dalam air panas mendidih, dalam pikiran saya langsung terbersit, sebuah pikiran: manusia sangat kejam.

Ada seorang teman yang usianya sudah agak tua, ketika masih muda sangat gemar memancing, tak terhitung betapa banyak ikan yang dibunuhnya. Tahun lalu da menderita penyakit serius, ketika ia sedang sekarat,mengatakan kepada anak-anaknya, jika ia meninggal, dikremasi dan abunya dibuang ke laut untuk memberi makan kepada ikan. Dia mengatakan kepada saya: “Saya beruntung masih hidup sampai hari ini, dia sering berpikir tentang masa lalunya yang sering memancing ikan, jika teringat kejadian tersebut air mata akan membasahi wajahnya, bahkan dengan tubuh saya untuk memberi makan ikan tidak mampu membayar kembali banyak nyawa ikan yang telah saya bunuh.”

Dia mengatakan, setelah dalam keadaan sekarat dapat berjuang melawan penyakitnya, baru menyadari bahwa setiap kehidupan adalah sangat berharga.

Ada orang yang menemukan di lereng bukit, ada banyak unggas yang mati. Penyebabnya karena ada orang yang “Berbuat Kebaikan” (dalam tanda kutip) dengan melepaskan burung, tapi karena kurang pengetahuan, asal membeli burung untuk dilepaskan, ternyata spesies burung dataran rendah dilepaskan di dataran tinggi, dan spesies burung dataran tinggi dilepaskan ke taman di kota atau didaerah pesisir laut, sehingga mereka tidak bisa bertahan hidup. Mereka tidak tahun bahwa pemburu pergi ke pegunungan menangkap burung liar, ada orang yang membeli, lain kali dia pergi menangkap lagi, semuanya laku terjual, ada orang yang mengatakan melepaskan burung menjadi qurban adalah perbuatan baik. Baiklah, pemburu keesokan harinya pergi menangkap lagi. Dalam situasi menjual dan melepaskan, sama saja dengan membantu mereka melakukan hal-hal buruk.

Saya agak pilu. Menghargai, menghormati kehidupan, berasal dari hati nurani. Bukan untuk memperoleh kesehatan, kesuksesan karir, cinta, perayaan, buang sial atau mengharapkan pahala. Karena mereka yang melakukan hal tersebut adalah berdasarkan pamrih maka tidak akan mendapatkan apapun.

Menatap ke atas melihat langit yang luas, pada masa kanak-kanak karena di desa tidak ada gedung-gedung dan bangunan tinggi, ketika kami bermain-main, sering dapat melihat elang yang berputar-putar di langit, berbagai jenis burung liar. Dunia sangat besar!  — jika hati ini dapat diperbesar, diperbesar dan berlapang dada, akan seluas seperti alam semesta ini, maka kasih sayang akan lebih besar. Dapat mencakup segala sesuatu di bawah langit ini, pada saat itu dapat merasakan: kehidupan ini sangat berharga dan sakral! Dan akan lebih menghargainya!

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular