“Mencegah itu lebih baik daripada mengobati” merupakan titik berat paling utama dalam pencegahan dan pengobatan kanker. Penemuan ilmiah mengungkap, melawan kanker payudara bukanlah terbatas pada screening medis payudara ataupun obat-obatan, cara yang paling efektif adalah dimulai dari mengubah kebiasaan hidup sehari-hari.

Therese Bevers, Kepala Pusat Pencegahan dan Pengobatan Kanker Universitas Texas Amerika Serikat, menyatakan bahwa 90%~95% terjadinya kanker payudara adalah pengaruh dari pola hidup.

1. Tidur dengan memadamkan lampu membantu meningkatkan kekebalan tubuh

Pada waktu tidur di malam hari perlu memerhatikan agar terhindar dari penyinaran sumber cahaya apa pun. Menurut penjelasan ilmiah, ketika tidur di malam hari, tubuh manusia akan menghasilkan melatonin, hormon tidur ini mempunyai fungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Jurnal “Chronobiology International” melaporkan, penyinaran dari sumber cahaya pada malam hari akan mengekang produksi melatonin, sehingga mempermudah pembiakan sel kanker payudara. Selain itu kualitas tidur yang tinggi dapat membantu pengeluaran racun dalam tubuh. Menurut British Journal of Cancer, setiap orang membutuhkan tidur yang cukup selama 7 jam setiap harinya.

2. Sering menikmati teh, penderita kanker payudara di Jepang relatif rendah

Statistik epidemiology mengungkap, peminum teh memiliki kemungkinan terserang penyakit kanker jauh lebih rendah daripada bukan peminum teh. Teh memiliki kandungan antioksidan, dapat menurunkan pengaruh buruk radikal bebas terhadap tubuh. Hanya saja, jika ingin melawan kanker secara efektif harus membiasakan diri minum teh dalam jangka panjang.

Kecepatan tumbuh sel-sel kanker lebih tinggi daripada sel normal, dalam percobaan pada binatang mengungkap, catechin dalam phenol teh dapat mengekang pertumbuhan sel kanker. Karena dalam lingkungan ini terdapat banyak faktor penyebab kanker, jika ingin mencegahnya maka harus setiap hari mengonsumsi teh. Kaum ibu Jepang memiliki prosentase terserang kanker payudara yang rendah, salah satu penyebab kuncinya adalah selalu mengonsumsi teh hijau.

3. Duduk berlama-lama meningkatkan 10% risiko terkena kanker payudara sebesar, merentang otot-otot tubuh merupakan jalan keluar yang terbaik

Tak perduli seberapa banyak kita berolahraga setiap harinya, sering duduk diam berlama- lama yang semakin panjang, akan meningkatkan kemungkinan terkena kanker, terutama bagi kaum wanita. Laporan hasil riset Lembaga Kanker Amerika Serikat menyatakan, dibandingkan dengan wanita yang hanya duduk selama 3 jam perhari, dengan yang duduk sampai lebih dari 6 jam perhari risiko terkena kanker payudara akan meningkat 10%.

Disarankan agar para karyawan kantoran setiap jam berdiri untuk bergerak-gerak sebentar, misalnya ke kamar kecil, pergi untuk menyeduh teh, menggerak- gerakkan sebentar secara sederhana anggota tubuh dan pinggang serta bahunya, atau menaiki tangga sebagai pengganti naik lift.

4. Mengendalikan berat tubuh secara efektif menyingkirkan lingkungan untuk pertumbuhan kanker payudara

Hasil riset menunjukkan, kegemukan memberikan lingkungan yang menguntungkan bagi timbulnya kanker payudara, diantara penyebabnya adalah kegemukan membuat tubuh manusia menghasilkan lebih banyak hormon estrogen, insulin dan leptin, hormon-hormon ini dapat mempercepat bertumbuhnya kanker payudara.

Estrogen dalam darah wanita gemuk kepekatannya tinggi, apa lagi pada wanita yang menopause. Sedangkan sel-sel lemak merupakan tempat utama terbentuknya estrogen, dengan kata lain, bila sel-sel lemak terlalu banyak, maka estrogen dengan sendirinya akan bertambah, sehingga mempercepat terjadinya kanker payudara. Selain itu, hasil riset yang dinyatakan dalam Journal of the National Cancer Institute Amerika Serikat menyatakan, kelebihan berat tubuh dapat merangsang dihasilkannya hormon insulin secara berlebihan. Kaum wanita yang kadar insulin dalam tubuhnya tinggi, risiko terserang kanker payudara dapat mencapai hampir dua kali lipat dari yang kadar insulinnya paling rendah. Lagi pula kaum wanita yang gemuk kepekatan liptin dalam tubuhnya juga relatif bertambah.

Dari hasil riset terungkap, hormon liptin yang berlebihan merupakan faktor pendorong bertumbuhnya tumor, dia dapat merangsang regenerasi pembuluh darah sehingga terjadi metastasis tumor, sel-sel tumor juga akan tumbuh dengan semakin cepat. Dengan demikian pengendalian berat badan merupakan resep penting dalam mencegah kanker payudara.

5. Banyak mengonsumsi makanan berserat tinggi akan turunkan risiko kanker payudara sebesar 54%

Menerapkan pembatasan kalori makanan seimbang dapat secara efektif mengendalikan berat badan, yang juga merupakan metode pelangsingan paling umum, utamanya adalah mengurangi penumpukan lemak. Asosiasi Penderita Kanker Payudara Taiwan menyarankan untuk membatasi asupan kalori setiap harinya pada wilayah 1.000 ~ 1.500 Kcal, untuk mempertahankan berat badan ideal. Sedangkan kandungan gula dalam makanan dan minuman kira-kira mencapai 50 ~ 55% dari total kalori, ini terutama berasal dari padi-padian,ubi-ubian, buah-buahan dan sayur mayur; protein merupakan 15 ~ 25%, lemak tidak melebihi 30%, kepekatan kalori makanan masih dapat dikurangi dengan menambahkan serat makanan yang menambah rasa kenyang.

Dalam makanan dan minuman ala Barat, makan ala Mediterania merupakan pola yang sangat dipuji, elemen utamanya adalah: beraneka ragam sayuran dan buah, whole grain, jenis polong dan buah berkulit keras, ikan sebagai pengganti daging, minyak zaitun sebagai pengganti mentega. Berbagai jenis sayur dan buah mengandung phytochemicals (fito-kimia), yang sudah sering didengar seperti anthocyanin, beta carotene, xantofil (lutein), lycopene, catechin, quercetin dan lain-lain, mereka adalah perintis melawan kanker pada abad-21.

Sayuran dan buah, whole grain dan jenis polong dan sebagainya, makanan berserat tinggi ini dapat mengurangi estrogen dalam darah, dapat menurunkan resiko terserang kanker payudara sampai 54%. Ikan air laut kaya mengandung asam lemak omega-3, dapat mengendalikan reaksi peradangan (imflammatory response).

Riset kanker payudara yang dilakukan terhadap 24 negara Eropa mengungkap bahwa banyak mengonsumsi lemak hewani mudah terkena kanker, sedangkan negara yang jumlah konsumsi daging ikan lautnya tinggi risiko terkena kankernya rendah. Hydrogenerated oil terdapat pada lemak susu, hasil riset dari Kanada mengungkap bahwa banyak mengonsumsi lemak susu olahan akan meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Dalam masak-memasak disarankan menggunakan virgin atau extra virgin olive oil, dalam hal masakan yang tidak perlu dipanasi, boleh dipakai flaxseed oil.

Makanan dan minuman ala Timur juga ada yang pantas direkomendasikan, susu kedelai, jenis-jenis ganggang laut, makanan jenis bawang-bawangan dan sebagainya telah terbukti dalam riset mampu mencegah kanker payudara. Ada riset yang melaporkan, kaum wanita yang setiap hari minum kira-kira satu liter susu kedelai dan bertahan selama 5 bulan, kepekatan hormon estrogen dalam tubuh dibandingkan dengan yang tidak minum telah turun 30 ~ 40%.

Prosentase penderita kanker payudara kaum ibu Jepang jauh berada di bawah Amerika, hasil riset mengungkap, hal mana berhubungan dengan kesukaan orang Jepang untuk mengonsumsi jenis makanan rumput laut (seperti ganggang laut dan sejenis ganggang merah). Jenis ganggang laut kaya akan beta karoten dan vitamin C, dapat melawan radikal bebas, mempunyai fungsi melawan kanker. Selain itu ganggang laut kaya akan serat, selain dapat menambah rasa kenyang, bahkan dapat mengurangi kemampuan usus untuk mencerna lemak, sehingga tubuh akan menyerap lemak lebih sedikit, mencegah terbentuknya lemak tubuh, maka dia adalah bahan makanan yang baik untuk mengurangi berat badan. Selain itu, jenis makanan bawang-bawangan (seperti bawang putih, kucai, bawang merah) mengandung saponin, dapat mencegah berkembang biaknya sel-sel kanker. Menurut penelitian terhadap tikus di Perguruan Tinggi Pennsylvania, berada di bawah faktor-faktor penyebab kanker, dengan memanfaatkan ekstrak bawang putih dapat dengan sukses terhindar dari timbulnya kanker payudara.

6. Sering berolahraga, risiko kanker payudara berkurang 20 ~ 30%

Selain mengendalikan asupan kalori dan lemak, yang paling baik adalah dipadu dengan olahraga secara teratur, untuk membakar lemak tubuh lebih banyak, mengurangi kepekatan estrogen, dan mempertahankan berat badan ideal. Hasil riset Women’s Health Initiative menyatakan, kaum wanita setiap minggu berjalan cepat 1 jam 15 menit ~ 2 jam 30 menit, dapat mengurangi risiko terserang kanker payudara sebesar 18%. Ada hasil riset yang menyatakan, dibandingkan dengan wanita yang jarang berolahraga, yang sering berolahraga akan mengalami pengurangan risiko terkena kanker payudara sebesar 25%.

Menurut penelitian di Prancis, kaum wanita yang setiap minggu melakukan kegiatan berat selama 4 ~ 7 jam, risiko mengalami kanker payudara berkurang 31%. Saran dari Asosiasi Kanker Amerika, agar setiap minggu rata-rata berolahraga sedang sedikitnya 150 menit atau olahraga berat 75 menit. Selain itu, apabila dapat dipadukan dengan latihan bobot, latihan otot atau memperkuat fungsi jantung, akan dapat dengan lebih efektif mengurangi risiko terkena kanker payudara. (Epochtiems/Pur)

Share

Video Popular