- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Kisah Kemeja Tambal

Erabaru.net. Zhang adalah seorang bujang yang sangat kaya, ketika sedang keluar kota mengalami kecelakaan mobil. Untungnya, kecelakaan itu tidak fatal, hanya lecet dan luka ringan, setelah membawa mobil ringseknya ke bengkel, dia tiba-tiba berpikir, rumah orang tuanya berada di sekitar lingkungan ini, dia sudah lama tidak pulang ke rumah orang tuanya.

Oleh sebab itu, Zhang pulang ke rumah orang tuanya, menginap satu malam di sana. Keesokan harinya, dia menerima pakaian yang disodorkan ibunya, dia menemukan pakaian tersebut selain telah dicuci, bagian yang koyak telah ditambal oleh ibunya dengan jahitan tangan..

Dia agak tersentuh, tetapi juga tidak peduli – dia punya banyak uang, pakaian ini setelah kembali ke rumah akan dibuang.

Tetapi karena Zhang terlalu sibuk bekerja, setelah kembali dia melupakan hal ini, mengenakan pakaian tersebut menghadiri berbagai pertemuan, juga menegosiasikan bisnis besar yang telah berlarut-larut.

Sibuk sampai malam hari, dia teringat memakai pakaian yang ditambal, lalu melepaskannya dan melemparkannya ke tempat sampah.

Keesokan harinya, bisnis yang dinegosiasikan secara formal akan menandatangani kontrak, pelanggannya bertanya: “Pakaian tambal yang Anda kenakan kemarin kenapa hari ini tidak memakainya?” Dengan perasaan malu dia menjawab: “Sedang dicuci. “

Pelanggan besar ini menepuk bahunya dan berkata: “Anda mungkin tidak tahu, kami bisa menandatangani kontrak dengan Anda karena Anda memakai pakaian tambalan kecil tersebut, dari sini kami tahu bahwa Anda adalah orang yang sederhana, dan orang yang sederhana adalah mitra yang terbaik! “

Zhang pulang ke rumah, sambil merenung mengambil kembali pakaian tambal yang telah di buang ke tong sampah, dan menyuruh pembantunya untuk mencuci pakaian itu.

Keesokan paginya, rumah Zhang kedatangan dua orang polisi. Ternyata semalam, seorang kaya yang lain diculik, dan dibunuh, para penculik ditangkap malam itu juga.

Setelah introgasi para penculik, mereka mengaku bahwa mereka sebenarnya ingin menculik Zhang , sehingga hari ini polisi datang untuk memperingatinya supaya berhati-hati.

Mendengar perkataan polisi tersebut Zhang sangat kaget,lalu bertanya kepada polisi :”Lalu kenapa akhirnya mereka tidak menculik saya?”

“Karena hari itu engkau memakai pakaian yang ditambal” polisi berkata, penculik melihat engkau memakai pakaian yang ditambal, mereka mengira engkau tidak sekaya yang diberitakan, karena orang kaya tidak mungkin pakai pakaian yang ditambal.

Zhang merasa sangat beruntung, tidak disangka dia tanpa sengaja memakai pakaian yang ditambal, tidak hanya bisa menggolkan proposal bisnis, ternyata juga menyelamatkan nyawanya.

Setelah polisi pergi, Zhang membuka lemari pakaiannya, mengambil pakaian yang ditambal tersebut, menyentuh bagian yang ditambal tangan oleh ibunya, menangis seperti anak kecil.

Kesimpulan dari cerita ini adalah, meskipun kita berkecukupan dan memiliki status tinggi, agar tetap memperlakukan orang tua dengan baik dan juga harus berterima kasih kepada orang yang membantu Anda.

Ya, orang dalam kesibukan sehari-hari, mungkin secara tidak sengaja melupakan, kehilangan beberapa hal yang tampaknya tidak penting, tetapi sebenarnya hal tersebut adalah sesuatu yang patut dihargai, “Jangan lupa akar kita,” sementara juga menunjukkan ketika sedang jaya jangan terlalu menyombongkan diri sendiri, harus memperhatikan kesederhanaan yang melekat dalam hati dan kebaikan.

Hal-hal ini sering tidak dapat ditukar dengan uang, juga tidak dapat diukur dengan uang, yang mungkin memainkan peran yang beragam di jalan kehidupan seseorang.