Emanuel Swedenborg pernah berkata, masa kematian setiap orang itu sudah ditakdirkan. (Foto: Tooopen)

Swedenborg pernah berkata, kematian setiap orang itu sudah ditakdirkan, kecuali jika Anda yang memutuskan untuk mengakhiri hidup Anda sendiri, ia juga berulang kali menekankan agar jangan sampai mengakhiri hidup kita sendiri, kalau tidak Anda tidak akan pernah bisa selamanya meninggalkan dunia fana ini. Karena yang musnah dari mereka yang bunuh diri itu tidak lebih dari jasmaninya di dunia, sedangkan roh yang sebenarnya tidaklah musnah, tapi menjadi roh (hantu) yang bergentayangan, keadaanya bahkan lebih tersiksa dari sebelum bunuh diri, dan tidak akan pernah berhenti.

Karena orang-orang terpesona dengan kemampuan gaib dari Swedenborg, sehingga dalam ceramahnya selalu diringi dengan beragam pertanyaan dari para pengagumnya.

Dalam sebuah ceramahnya, Swedenborg pernah ditanya oleh seseorang dengan pertanyaan yang mencengangkan : “Mr. Swedenborg, siapa di antara orang-orang yang ada di sini yang akan lebih dulu menemui ajalnya ?”

Mendengar pertanyaan itu, Swedenborg tidak tahu apakah perlu menjawabnya atau tidak, tapi rasa ingin tahu orang-orang di bawah podium tampaknya telah mencapai puncaknya, semua orang memandang Swedenborg dengan tatapan penuh harap dan kembali memastikan bahwa tidak peduli apa pun jawabannya, mereka tidak akan tersinggung.

Swedenborg merenung sejenak, kemudian memberikan jawaban yang mengejutkan semua orang di podium : “Di sini ada seseorang yang bernama Olofson besok akan meninggal pada pukul 04:45 dini hari.”

Mendengar itu, seorang pemuda yang tampak gagah dan intelek berdiri, dan dengan perasaan bingung, ia memandang Swedenborg sambil tersenyum dan berkata : “Lelucon ini sepertinya berlebihan.” Sambil tersenyum diiringi dengan perasaan agak menyesal, Swedenborg menanggapi reaksi Olofson. Singkat kata, ceramah itu pun berakhir dalam suasana yang membuat mereka sedikit merasa tidak tenang.

Keesokan paginya, terdengar berita yang mengegerkan penduduk setempat, pria 30 tahun yang disebut oleh Swedenborg itu ditemukan tewas di tempat tidur, dan penyebab kematian disebut-sebut akibat serangan (gagal) jantung.

Meramalkan kematian diri sendiri

Setelah peristiwa itu, Swedenborg merasa sangat menyesal, meskipun ia telah mengetahui dengan betul akan prinsip tentang hidup dan mati, namun menurutnya, jika memberitahu lebih dulu waktu kematian seseorang itu memang akan membuat orang bersangkutan menjadi panik dan putus asa. Sejak itu, ia bersumpah tidak akan pernah lagi memberitahu waktu kematian siapa pun, kecuali dirinya sendiri.

Swedenborg meninggal pada 29 Maret 1772, sebelum kematiannya ia sempat menulis surat kepada seorang pendeta terkenal, dalam suratnya ia menjelaskan dengan persis waktu kematiannya sendiri, dan mengatakan bahwa mereka bisa bertemu dulu sebelum ia pergi selama-lamanya. Swedenborg memang meninggal dengan damai pada hari itu. Adapun mengenai makam dan jasad Swedenborg ditempatkan di Katedral Uppsala, Swedia.

Di mata orang lain, ia (Swedenborg) sudah wafat. Namun, menurut Swedenborg, itu adalah waktu dirinya “benar-benar meninggalkan dunia fana”. Artinya selama 27 tahun terakhir, ia telah berulang kali pergi dan kembali, namun sejak itu (kematiannya-red) kemudian, ia benar-benar tidak akan kembali lagi ke dunia manusia ini, karena menurut Tuhan ia telah menyelesaikan misinya.

Catatan perjalanan dunia Roh” Swedenborg untuk generasi mendatang

Swedenborg membagi 3 bagian dari sepanjang hidupnya : sebelum usia 28 tahun adalah belajar ; pada usia 28 tahun – 58 tahun kemudian menjadi salah satu ilmuwan terkemuka di Eropa. Pada April 1745, ia mendapat panggilan Tuhan, dan dianuhgerahi kemampuan untuk bisa ke surga dan neraka, dengan tujuan agar ia menulis pengalaman pribadinya itu ke dalam buku untuk dunia. Ketika terjadi kemerosotan moral manusia, dan tidak percaya adanya Tuhan, maka karyanya itu harus diterbitkan sebagai bukti untuk mengingatkan umat manusia. Pada tahun 1747 Swedenborg pensiun, di usia senjanya, ia meninggalkan penelitian ilmiah, dan fokus menulis tentang pengalaman/perjalanan dunia roh yang dialaminya sendiri.

Antara kurun tahun 1749-1756, Swedenborg total menulis delapan jilid buku tentang “perjalanan ke dunia roh yang dialaminya”, selain itu ia juga mencurahkan segenap energinya untuk menjelaskan “Alkitab”.

Selama 27 tahun antara kurun tahun 1745 – 1772, Swedenborg meninggalkan karya-karya besar lainnya seperti berikut :

1. “Arcana Coelestia or Heavenly Secrets yang ditulis pada 1747- 1756.

Ini adalah karya pertama Swedenborg setelah mandapat firman Tuhan, buku itu berisi 12 bab, lebih dari 7.000 halaman. Ia menjelaskan bagian per bagian tentang “kejadian”. Ia memberikan penjelasan tentang kisah tujuh hari penciptaan Tuhan atas langit dan Bumi, Adam dan Hawa, Kain dan Habel, banjir Nuh, Menara Babel dan cerita-cerita lain yang rasional dan meyakinkan.

2. Heaven and Hell yang ditulis pada tahun 1758

3. Earths in the Universe yang ditulis pada tahun 1758)

4. A Continuation Concerning the Last Judgment yang ditulis pada 1763)

5. Divine Love and Wisdom yang ditulis pada tahun 1763)

6. Apocalypse Revealed yang ditulis pada tahun 1766)

7. Conjugial Love or Married Love yang ditulis pada tahun 1768)

8. “A Brief Exposition of the Doctrine of the New Church yang ditulis pada tahun 1769)

9. “Interaction of the Soul and Body yang ditulis padsa tahun 1769)

10. True Christian Religion yang ditulis pada tahun 1771)

Swedenborg, ilmuwan besar kala itu meninggalkan penelitian ilmiahnya, lalu memusatkan perhatiannya pada firman Tuhan, ia meninggalkan data-data aktual tentang surga dan neraka untuk generasi mendatang. Pengalaman dan pengetahuan yang dicatatnya itu tidak hanya berefek memurnikan terhadap sosial masyarakat kala itu, tapi juga sangat berguna sekarang, karena dapat menginspirasi orang, membuat orang memahami apa sebenarnya yang sepantasnya dikejar manusia dalam sepanjang hidupnya, apa yang paling penting bagi umat manusia, dan mengapa penting ? (Secretchina/Jhoni)

Share

Video Popular