Keterangan gambar: Banyaknya sampah antariksa itu hampir menyelimuti segenap planet bumi. (Screenshot Video)

Oleh: Li Cong Wen

Jumlah sampah antariksa sekarang telah mencapai sekitar 500.000 keping puing di luar angkasa. NASA mengungkapkan, selama beberapa dekade, berbagai satelit, pesawat antariksa dan objek lainnya yang diluncurkan manusia ke ruang angkasa yang terbang mengitari Bumi, kini jumlahnya telah menyebabkan ancaman yang potensial bagi umat manusia di bumi.

Sejak tahun 50-an abad lalu, dimana sejak manusia meluncurkan berbagai pesawat ruang angkasa, jumlah berbagai benda buatan yang terbang mengitari bumi itu telah mencapai 500,000 puing sampah di luar angkasa. Benda-benda terbang itu terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran, ada yang kecilnya seperti kelereng, tapi kecepatan terbangnya rata-rata sangat tinggi, dengan kecepatan rata-rata lebih dari 270,000 kilometer per jam. Obyek-obyek ini berasal dari pesawat ruang angkasa yang ditinggalkan, bagian komponen dari roket yang dilucurkan ke angkasa dan puing-puing dari berbagai proyek penelitian. Jika benda-benda ini menabrak pesawat ruang angkasa atau satelit, dapat menyebabkan kerusakan atau bahkan menghancurkan perangkatnya.

Stuart Grey, dosen dari University College London, seperti dilansir theweathernetwork, Senin (28/12/2015), membuat video mini berdurasi satu menit, menunjukkan jumlah sampah antarikaa yang terakumulasi selama 58 tahun sejak peluncuran satelit pertama manusia pada 1957 silam itu kini nyaris menyelimuti bumi.

“Bagi pesawat ruang angkasa dan wahana lainnya, bagian paling berbahaya dari sampah antariksa itu adalah puing-puingnya yang tidak bisa dilacak,” ujar Nicholas Johnson, kepala ilmuwan dari NASA yang bertugas menangani masalah sampah antariksa.

Februari 2009 lalu, sebuah satelit Rusia yang tidak berfungsi menghancurkan sebuah satelit komersial milik AS yang beroperasi normal, hingga menghasilkan ribuan keping puing sampah di angkasa. Selain itu, demi mencegah terjadinya tabrakan dengan puing-puing sampah antariksa, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) terpaksa mengubah orbitnya, demikian menurut catatan NASA seperti dilansir laman weather.com.

Sebagai catatan, ada kalanya Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tidak bisa menghindar. Menurut laporan mashable, Minggu (27/12/2015), bahwa ancaman dari puing-puing ini kini menjadi semakin jelas. Pada 2013 lalu, Chris Hadfield, seorang astronot asal Kanada mendeteksi sepotong sampah antariksa menghantam sebuah lubang besar di atas panel sel surya. Meskipun kerusakannya tidak terlalu serius, tapi hal itu sekali lagi menunjukkan bahwa betapa seriusnya masalah seperti itu.

29 April 2013 lalu, Hadfield meninggalkan pesan di Twitternya, “Satu lubang peluru, hanya sebuah batu yang terbang melesat di angkasa saja telah membuat panel sel surya kita menjadi remuk seperti ini. Untung saja, tidak sampai menghantam lambung ISS.”

Saat ini NASA masih melacak 20.000 komponen roket yang sedikit lebih besar dari softball (sekitar 8 cm diameternya) dan puing-puing satelit yang tidak lagi beroperasi. (Epochtimes/joni/rmat)

 

Share

Video Popular