Keterangan foto: Beberapa hari lalu media massa Partai Komunis Tiongkok merilis artikel berjudul “Chang Xiaobing Lengser di Penghujung Usia, Penangkapan Macan 2015 oleh Komisi Kedisiplinan Akankah Berhenti?”  Analisa dari pihak luar berpendapat, lengsernya Chang Xiaobing menunjukkan pihak Komisi Disiplin Pusat mungkin makin mendekati menciduk Jiang Mianheng (putra sulung Jiang Zemin). (Liu Jin/AFP/Getty Images)

Oleh: Liu Xiaozhen

Beberapa hari menjelang 2016, media massa media massa Partai Komunis Tiongkok/ PKT merilis artikel berjudul “Chang Xiaobing, Lengser di Penghujung Usia, Penangkapan Macan 2015 oleh Komisi Kedisiplinan Akankah Berhenti?”

Di dalam artikel tersebut kembali diungkapkan “memanah kudanya untuk menjatuhkan joki, menangkap rajanya untuk meringkus penyamun.” Di hari kedatangan Xi Jinping sekembalinya dari kunjungan ke AS September lalu, media ofisial PKT menterjemahkan makna dari kata-kata Wang Qishan, pertama kalinya diungkapkan “tangkap rajanya dulu sebelum meringkus kawanan penyamun.”

Suatu kebetulan, jelang keberangkatan Xi Jinping berkunjung ke Amerika Serikat, surat kabar Dajiyuan (Epoch Times dalam bahasa mandarin) telah memuat serangkaian artikel khusus berikut analisa dengan judul utama “Tangkap Raja Penyamun Sebelum Ringkus Para Penyamun, Ciduk Jiang Zemin,” yang memaparkan bahwa penangkapan terhadap Jiang Zemin pasti akan terjadi, karena hanya dengan menciduk Jiang, stabilitas masyarakat Tiongkok baru bisa terjaga.

Chang Xiaobing Lengser, Komisi Disiplin Pusat Serukan “Tangkap Raja Penyamun”

Artikel menyatakan, “Pertanyaan tersebut di atas sungguh sulit dijawab, karena ‘pemberantasan korupsi’ selamanya akan berjalan terus.”

Saat diumumkan oleh Komisi Disiplin Pusat, jabatan Chang Xiaobing ditempatkan di depan judul dimana hal ini jarang dilakukan, apalagi dalam artikel juga ditonjolkan jabatannya. Dalam hal ini artikel menjelaskan, bagi Komisi Disiplin Pusat yang selalu ketat memilih kosa kata sepertinya bukan dilakukan tanpa maksud. Juga disebutkan, Chang Xiaobing pernah mengepalai China Unicom selama 11 tahun, gagal memimpin perusahaan, sang CEO tidak bisa lepas dari tanggung jawab.

Artikel kembali mengutip ungkapan “memanah kudanya untuk menjatuhkan joki, menangkap rajanya untuk meringkus penyamun.” Juga disebutkan jika dalam 3 hari terakhir Desember tidak ada “macan besar” yang muncul, maka Chang Xiaobing akan menjadi “macan” terakhir yang diciduk oleh Komisi Disiplin Pusat tahun ini. Namun selama ini pemberantasan korupsi oleh Komisi Disiplin Pusat tidak pernah mengenal kata libur, dan tak pernah ada tanda titik, aksi “memukul macan” juga tidak pernah mengikuti aturan lazim.

Menurut informasi, akhir tahun lalu Tim Inspeksi ke-8 telah melakukan inspeksi selama sebulan terhadap China Unicom, selama periode tersebut banyak pejabat tinggi berguguran, termasuk wakil CEO Unicom Network yang merangkap General Manager Network Construction Zhang Zhijiang, General Manager dari divisi Information Technology and E-Commerce Zong Xinhua, dan lain-lain. Pada 30 April 2015, China Unicom mengumumkan daftar nama staf yang diperiksa setelah inspeksi, jumlahnya mencapai lebih dari 100 orang. Ini menunjukkan di China Unicom terjadi “korupsi yang bisa meruntuhkan.”

Sama halnya dengan China Mobile dan China Netcom, China Unicom juga merupakan salah satu “kerajaan telekomunikasi” milik Jiang Mianheng (putra sulung Jiang Zemin). Keluarga Jiang telah meraup kekayaan tak terhingga, dan Jiang Mianheng diberi julukan “koruptor nomor satu Tiongkok” karenanya. Analisa dari pihak luar berpendapat, lengsernya Chang Xiaobing menunjukkan pihak Komisi Disiplin Pusat mungkin makin mendekati menciduk Jiang Mianheng. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular