Ilustrasi BBM

JAKARTA – Pemerintah resmi memberlakukan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan harga baru mulai Selasa (5/1/2016). Pemerintah juga memutuskan untuk menurunkan harga BBM jenis Bensin Premium RON 88 di Wilayah Penugasan Luar Jawa-Madura-Bali dan harga BBM jenis Minyak Solar Subsidi. Harga LPG baru juga resmi diberlakukan untuk harga produk domestik gas. Pengumuman disampaikan secara langsung oleh Dirut Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto di Istana Negara, Senin (4/1/2016).

Sementara Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja dalam rilisnya menyatakan pertimbangan penurunan harga BBM setelah pemerintah secara seksama terus mencermati dinamika harga minyak dunia dan kondisi perekonomian nasional.

Pemerintah mempertimbangkan berbagai parameter seperti harga referensi minyak periode 3 bulan terakhir untuk Gasoline 92 rata-rata sebesar US$ 57,38 per barrel dan untuk Gasoil rata-rata sebesar US$ 54,80 per barrel, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (kurs), biaya penyimpanan, biaya distribusi BBM untuk menjangkau seluruh wilayah NKRI, pajak (PPN dan PBBKB) dan marjin untuk badan usaha penyalur (SPBU).

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), sebagaimana diubah dengan Peraturan  Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2015 dan PeraturanMenteri ESDM Nomor 39 Tahun 2015 bahwa Menteri menetapkan harga BBM setiap 3 (tiga) bulan sekali atau apabila dianggap perlu dapat menetapkan lebih dari 1 (satu) kali dalam setiap 3 (tiga) bulan. Hal ini dilakukan demi menjaga kestabilan sosial ekonomi, pengelolaan harga dan logistik serta untuk menjamin penyediaan BBM Nasional.

Harga baru yang mulai diberlakukan adalah untuk solar dari Rp6.700 ke Rp 5.650, kemudian kerosin tetap. Premium luar Jawa, Madura, dan Bali dari Rp7.300 turun ke Rp6.950, kemudian Premium Jawa Madura dan Bali dari Rp7.400 turun ke Rp7.050. Minyak tanah masih dengan harga semula yakni Rp2.500 perliter.

Selain ditetapkan oleh Pemerintah, Pertamina juga menurunkan produk-produk yang lain:

– Pertalite turun Rp350 dari Rp8.250 ke Rp7.900,

– Pertamax DKI-Jabar turun dari Rp8.650 menjadi Rp8.500,

– Pertamax Jawa Tengah-DIY turun dari Rp8.750 ke Rp8.600,

– Pertamax Jawa Timur turun dari Rp8.750 ke Rp8.600,

– Pertamax Plus DKI turun dari Rp9.650 ke Rp9.400,

– Pertamina Dex DKI turun dari Rp9.850 ke Rp9.600,

– Solar non-PSO turun dari Rp8.300 ke Rp8.050.

Kemudian LPG untuk harga produk domestik gas:

– LPG 12 kg rata-rata nasional turun sebesar Rp5.800 per tabung,

– LPG 12 kg untuk Jabodetabek turun Rp5.600 per tabung,

– Bright Gas 12 kg turun Rp4.800 per tabung, untuk Jabodetabek turun Rp4.600 per tabung,

– Bright Gas 5,5 kg untuk Jabodetabek turun Rp4.500 per tabung,

– Yes Gas 9 kg Jabodetabek turun Rp5.000 per tabung,

– Yes Gas 12 kg turun Rp6.000 per tabung,

– Yes Gas 14 kg turun Rp8.000 per tabung,

– LPG 6 kg rata-rata nasional turun Rp2.000 per tabung.

(asr)

Share

Video Popular