Keterangan foto: Tekanan politik, kelaparan dan kemiskinan memaksa warga Korut untuk membelot. (internet)

Akibat tekanan politik, kelaparan dan kemiskinan, ribuan warga Korea Utara/ Korut telah mempertaruhkan nyawa untuk melarikan diri dari negeri tertutup itu. Mereka kemudian dikenal sebagai pembelot Korut. Namun pengawasan terhadap perbatasan terus ditingkatkan semenjak Kim Jong-un memangku jabatan tertinggi pada 2011, sehingga pembelot yang berhasil melarikan diri dan masuk Korea Selatan juga terus berkurang dari tahun ke tahun. Bahkan menurun sampai separuh dari jumlah sebelum Kim Jong-un berkuasa.

Kantor Berita Korea Selatan Yonhap mengutip laporan dari Departemen Unifikasi Republik Korea pada 4 Januari menyebutkan bahwa pembelot Korut yang masuk ke Korea Selatan pada 2015 hanya berjumlah 1.277 orang, menurun sebanyak 52.8 % bila dibandingkan pada saat Kim Jong-un belum berkuasa yaitu 2.706 orang (2011). Memang angka itu terus menurun sejak 2012.

Analis berpendapat bahwa akibat adanya peningkatan pengawasan di wilayah perbatasan, rezim Kim Jong-un berhasil menekan penurunan pelarian warganya. Dari sejumlah pembelot yang berhasil masuk ke Korea Selatan, tercatat kaum wanitanya lebih banyak daripada yang pria. Pada 2015, angka itu mencapai 80.3 %.

Analis berpendapat bahwa dibandingkan dengan kaum pria yang memiliki pekerjaan tetap, kaum wanitanya menerima pengontrolan yang relatif lebih longgar, dan wanita yang meninggalkan Korea Utara mereka kebanyakan bekerja sebagai pengasuh yang relatif lebih sulit untuk ditemukan / ditangkap. Tentu lebih mudah bagi mereka untuk mengumpulkan dana guna membiayai ongkos perjalanan.

Menurut laporan media sebelumnya bahwa pejabat berwenang Korea Selatan yang mengatakan bahwa biaya untuk melarikan diri dari Korea Utara sekarang sudah jauh lebih tinggi, karena sebagian uang itu harus digunakan untuk menyuap dan membayar perantara yang mengurus. Sejak berakhirnya Perang Korea 1953, sudah ada 27.000 orang warga Korut yang membelot ke Selatan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular